Universitas Islam Indonesia (UII) terus berupaya meningkatkan intensitas implementasi kerja sama dengan mitra global. Hal ini penting mengingat UII memiliki cita-cita menjadi World Class University. Salah satu aktivitas yang dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dengan mitra global yakni dengan penyelenggaraan Joint Activities & Student Collaboration Program 2019 dengan menggandeng Universiti Teknologi PETRONAS (Malaysia).

Kegiatan yang merupakan salah satu implementasi dari Hibah Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta – Skema C KEMENRISTEKDIKTI Tahun 2019 ini berlangsung pada tanggal 28 Oktober – 1 November 2019. UTP mengirimkan delegasi sebanyak 20 mahasiswa dan 2 dosen pendamping dari Chemical Engineering Department. Peserta dari UII yang mengikuti program ini adalah 18 mahasiswa dari Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri. Selain itu juga ada beberapa mahasiswa perwakilan dari unit kegiatan CLI UII, UII GOLDEN, dan UII MUN.

Di hari ke-1, aktivitas dimulai dengan Opening Ceremony di Gedung Growth Hub/Simpul Tumbuh UII yang kemudian dilanjutkan dengan agenda Technopreneurship Talkshow dan Digital Marketing Workshop. Pemateri untuk talkshow dan workshop adalah para tenant startup dari unit Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama (IBISMA) UII. Pada sore harinya, mahasiswa UII dan UTP bersama-sama melakukan kegiatan sosial di Panti Sosial Tresna Werdha Abiyoso, Pakem, Sleman.

Pada hari ke-2, agenda berupa joint lecture dengan tema bidang teknik kimia dan isu lingkungan (pengolahan sampah dan limbah). Dosen UTP yang memberikan materi kuliah adalah Dr. Muhammad Rashid bin Shamsuddin, sedangkan dari UII yaitu Cholila Tamzysi, S.T., M.Eng. dan Lilis Kistriyani. S.T., M.Eng. Selepas mengikuti sesi joint lecture, para peserta menikmati Lava Tour Merapi untuk refreshing sekaligus meningkatkan keakraban.

Menginjak hari ke-3, peserta program diajak melakukan studi lapangan di Bumi Langit (Desa Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul) dan BUMDes Panggung Lestari (Sewon, Bantul). Di Bumi Langit, para peserta diajak belajar tata kelola pertanian yang berorientasi pada kelestarian alam dan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Sedangkan di BUMDes Panggung Lestari, para peserta kegiatan mempelajari tentang Rumah Pengelolaan Sampah (RPS) yaitu program pengelolaan sampah yang didasarkan pada dua perspektif, yaitu perspektif kesehatan lingkungan sekaligus perspektif bisnis (usaha).

Pada hari terakhir, yaitu hari ke-4, kegiatan berupa mini simposium dan diskusi penjajakan kolaborasi kegiatan mahasiswa untuk tahun 2020 yang kemudian ditutup dengan Closing Ceremony.
Beni Suranto, S.T., M.SoftEng. selaku Ketua Tim Pelaksana (Koordinator Program C Hibah PP PTS 2019) sekaligus sebagai Direktur Pembinaan Kemahasiswaan (DPK) UII menjelaskan bahwa kolaborasi antara UII dan UTP akan terus ditingkatkan dengan target di tahun 2020 yaitu penyelenggaraan kegiatan bersama di Malaysia dalam bidang riset atau pengabdian masyarakat yang melibatkan kolaborasi mahasiswa.

“Selain itu juga diharapkan mahasiswa UII dan UTP dapat menginisiasi penyelenggaraan kegiatan ASEAN Youth Forum untuk menguatkan kontribusi generasi muda dalam merespon isu-isu aktual di level internasional,” jelas Beni Suranto.

Dr. Muhammad Rashid bin Shamsuddin selaku ketua delegasi UTP menyampaikan apresiasi kepada UII sebagai mitra yang telah mengundang dan mengajak UTP berkolaborasi dalam rangkaian kegiatan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Dr. Rashid juga menginformasikan bahwa partisipasi pada kegiatan Joint Activities ini diakui sebagai aktivitas yang dikonversi menjadi kredit poin untuk mata kuliah Environmental Engineering bagi mahasiswa UTP yang mengikuti kegiatan. Ia berharap kerja sama antara UTP dengan UII dapat terus ditingkatkan utamanya terkait dengan kolaborasi riset antar mahasiswa.