Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI pada Senin (23/11) di Gedung Prof. Sardjito, kampus terpadu UII. Kunjungan ini dalam rangka visitasi dan penilaian atas kesiapan UII sebagai pengelola Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Kegiatan yang diorganisir oleh Direktorat Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional UII ini dihadiri pimpinan fakultas, pengelola program pascasarjana, dan perwakilan Kemendikbud.

Beasiswa KNB diberikan setiap tahunnya oleh pemerintah Indonesia bagi mahasiswa asing dari negara-negara berkembang. Kegiatan visitasi bertujuan menilai kelaikan kampus sebagai tempat belajar mahasiswa asing yang mendapat beasiswa tersebut.

Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D menyambut baik kunjungan pihak Kemendikbud dalam rangka penilaian ini. Setelah sekilas memperkenalkan sejarah kampus, ia menyampaikan agenda internasionalisasi telah masuk dalam rencana strategis UII sejak tahun 2018. Strategi utama yang ditempuh yakni melalui rekognisi/pengakuan dan penguatan jaringan.

“Rekognisi di antaranya melalui akreditasi internasional, sertifikasi, maupun masuk dalam jaringan Quacquarelli Symonds (QS) Star”, ungkapnya.

Terkait dengan kesiapan penerimaan mahasiswa asing, ia menambahkan hal itu bukan lagi menjadi masalah bagi UII. Sebab UII sendiri telah cukup lama berpengalaman mengelola kelas internasional bagi mahasiswa asing.

Di samping didukung oleh kesiapan kurikulum dan pengajar yang kompeten, UII juga memiliki lembaga bahasa internal yang mampu menyediakan kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Dengan fasilitas ini, mahasiswa asing dapat kuliah sambil belajar bahasa lokal sehingga lebih cepat beradaptasi.
UII juga menyediakan fasilitas pendukung yang dapat diakses mahasiswa asing seperti lapangan sepak bola, gedung olahraga, dan rumah sakit.

Sementara itu, Adhrial Refaddin, S.IP., M.P.P. selaku Sub. Koordinator Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemendikbud RI mengatakan saat ini pihaknya telah bermitra dengan 17 PTN dan PTS dalam mengelola Beasiswa KNB Kemendikbud.

Ia menilai UII sebagai PTS unggulan di Yogyakarta sebenarnya memiliki potensi yang besar sebagai mitra Beasiswa KNB Kemendikbud. Penilaian tersebut ia dasarkan dari asesmen terhadap kualitas akademik dan tata kelola perguruan tinggi yang selama ini ditunjukkan UII. Meski demikian, ia menganggap visitasi ini sangat penting untuk berdiskusi secara langsung dengan pengelola UII.

Latar belakang para penerima beasiswa KNB selama ini cukup beragam. Sejak diinisiasi pada 2008, 952 mahasiswa dari 97 negara yang tersebar di kawasan Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa Timur telah menerima manfaatnya. Tahun depan jumlah pendaftar diproyeksikan mencapai 2.000 orang dengan kuota sebanyak 220 orang.