,

UII Sambut 33 Doktor Baru dari Beragam Bidang Keilmuan

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan kapasitas riset. Tahun 2025, UII resmi menyambut 33 doktor baru yang menuntaskan studi di berbagai perguruan tinggi bergengsi dalam dan luar negeri. Para lulusan tersebut menempuh pendidikan doktoral di sejumlah negara, termasuk Australia, Jepang, Korea, Inggris, Swedia, Turki, Malaysia, Brunei Darussalam, Estonia, dan Indonesia.

Momentum tahunan ini menjadi langkah strategis UII dalam memperkuat SDM akademik serta mendorong terbangunnya ekosistem penelitian dan pengabdian masyarakat yang semakin unggul. Acara penyambutan digelar di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Kamis (11/12/2025), dihadiri Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Rektor dan Wakil Rektor, para dekan, serta pejabat struktural UII.

Dari 33 doktor baru tersebut, 16 dosen menyelesaikan studi di dalam negeri, sementara 17 lainnya meraih gelar doktor dari kampus luar negeri. Keragaman latar belakang akademik ini diharapkan memperluas perspektif keilmuan dan menguatkan jejaring kolaborasi internasional UII.

Sejumlah capaian istimewa turut mewarnai penyambutan tahun ini yaitu Nur Ellyanawati Esty Rahayu, S.E., M.M. dari Program Studi Analisis Keuangan Program Sarjana Terapan dan dr. Linda Rosita, M.Kes., Sp.PK(K)  dari Program Studi Kedokteran keduanya berhasil menyelesaikan studi doktoral dalam waktu tercepat, yakni 2 tahun 9 bulan.

Prestasi akademik juga ditorehkan oleh Moh. Hasyim, S.H., S.U. dari Program Studi Hukum , Supriyanto, S.T., M.Eng., M.Sc., Ph.D. dari Program Studi Teknik Lingkungan, dan Dr. Drs. Suwarsono dari Program Studi Manajemen yang masing-masing meraih IPK sempurna 4,00.

Rektor UII, Fathul Wahid menyambut dengan bahagia kembalinya para doktor baru UII. Ia menegaskan bahwa keberagaman lintasan akademik para doktor baru ini mencerminkan keluasan orientasi intelektual UII serta keterbukaan kita terhadap kolaborasi dan pertumbuhan nasional dan global. “Keberagaman keilmuan, latar pendidikan, dan pengalaman internasional para doktor baru menjadikan universitas ini lebih resilien, lebih subur secara intelektual, dan lebih siap menghadapi tantangan zaman.

Lebih lanjut, Fathul Wahid meyakini ragam latar belakang tidak hanya memperkaya pandangan keilmuan di lingkungan UII, tetapi juga membuka jalan bagi jejaring kolaborasi internasional yang semakin luas dan strategis. “Dengan hadirnya para doktor baru ini, kita memperkuat posisi UII dalam ekosistem pendidikan tinggi—baik di tingkat nasional maupun global—melalui kontribusi akademik yang lebih bermakna, relevan, dan berguna bagi masyarakat luas,” harapnya.

Hingga akhir 2025, UII memiliki 254 dosen bergelar doktor (32,60%) dari total 779 dosen. Angka ini akan terus meningkat seiring 202 dosen yang kini masih menempuh studi doktoral. UII memproyeksikan jumlah dosen berpendidikan S3 akan mencapai 456 orang atau 58,54% dalam beberapa tahun mendatang.

Kehadiran doktor baru menjadi penanda penting dalam upaya UII menjadi kampus riset berdaya saing global. Para doktor diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan mutu akademik melalui penelitian relevan, publikasi ilmiah bereputasi, dan program pengabdian masyarakat yang berdampak.

UII terus mendorong penelitian lintas disiplin, kolaborasi internasional, publikasi bereputasi, dan inovasi pengabdian masyarakat. Bertambahnya jumlah doktor baru menjadi modal utama bagi UII dalam memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kompetitif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (IA/AHR/RS)