Universitas Islam Indonesia (UII) terus memberikan pendidikan terbaiknya tidak hanya bagi penerus bangsa Indonesia namun juga bagi masyarakat dari luar negeri. Hal tersebut jelas terlihat dengan adanya penerimaan mahasiswa dari luar Indonesia setiap tahunnya untuk melanjutkan studi pendidikan di perguruan tinggi di UII baik di jenjang strata satu maupun dua.

Sebanyak 33 Mahasiswa Internasional diterima oleh UII untuk tahun ajaran 2019/2020 yang tersebar di berbagai fakultas yang ada seperti FIAI, FTI, FE, FPSB dan FK. Mahasiswa Internasional tersebut datang dari berbagai negara seperti Libya, Yaman, Thailand, Somalia, dan Malaysia.

Acara penyambutan terhadap mahasiswa internasional tersebut terbingkai dalam UII International Welcome Days 2019 yang berlangsung pada Jumat (11/10) di Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito, kampus terpadu UII. Tak hanya mahasiswa baru, mahasiswa internasional yang sudah menimba ilmu di UII dari tahun sebelumnya juga turut hadir memeriahkan suasana sembari berkenalan dengan mahasiswa satu negaranya atau dari negara lainnya.

Hangga Fathana, S.IP., B.Int.St., M.A. selaku Direktur Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (KUI) yang hadir sebagai pembuka dalam acara penyambutan tersebut memperkenalkan UII dan Jogja kepada mahasiswa baru internasional. Ia menjelaskan layanan apa saja di UII yang dapat membantu mahasiswa dalam menunjang kegiatan akademiknya di UII.

“Perpustakaan Pusat UII merupakan salah satu perpustakaan terbesar di Jogja. Perpustakaan Pusat UII buka hingga jam 10 malam supaya mahasiswa yang ingin belajar hingga larut malam dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan kampus.” Jelasnya.

Di samping itu, UII juga menyediakan layanan pengembangan karir bagi alumninya. “Terdapat Direktorat Karir dan Alumni yang selalu up-to-date dalam memiliki info lowongan pekerjaan. Jadi, jika saudara sekalian sudah lulus dan ingin mencari lowongan pekerjaan baik di Indonesia maupun di luar negeri, tidak perlu khawatir.” Lanjutnya. Hangga mengharapkan mahasiswa internasional di UII dapat menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin untuk belajar di Indonesia.

“UII sebagai universitas dengan Peringkat ke-17 dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia dan masuk ke dalam 500 perguruan tinggi terbaik se-Asia. Dari prestasi tersebut sangat diharapkan semua mahasiswa yang sudah jauh-jauh datang dari negaranya dapat memanfaatkan waktu untuk belajar di UII dengan sangat baik dengan berbagai fasilitas penunjang yang lengkap.” Tutupnya.

Acara tersebut juga mendatangkan pembicara dari luar UII diantara Aipda Heru Permadi yang hadir dari Lantas Polres Sleman untuk menjelaskan tentang tata cara berkendara dan lalu lintas di Indonesia khususnya di Jogja. Selain itu, Rini Hartati Pudji Handayani yang merupakan perwakilan dari Imigrasi Kelas I Yogyakarta hadir untuk menyampaikan hal-hal terkait keimigrasian mahasiswa yang akan menimba ilmu di UII dalam kurung waktu kurang lebih 4 tahun.

Turut hadir Nihlah Ilhami, S.Pd. selaku Kepala Divisi Mobilitas Internasional, Dr. Tatang Shabur selaku Direktur Layanan Akademik, Beni Suranto, S.T., M.Soft.Eng. selaku Direktur Pembinaan Kemahasiswaan, Abdurrahman Al-Faqih selaku Direktur Pengembangan Karir dan Alumni. Mereka turut menjelaskan layanan apa saja yang dapat diterima oleh mahasiswa baik dari dalam maupun luar Indonesia. (NIQ/ESP)