Universitas Islam Indonesia (UII) menerima penghargaan Industry Marketing Champion Jogja 2019 untuk sektor jasa pendidikan, dalam acara The 7th Annual Indonesia Marketeers Festival 2019. Penganugrahan yang digagas oleh MarkPlus, Inc. ini berlangsung di Ballroom Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta.

Rektor UII, Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menuturkan bahwa penghargaan dari MarkPlus, Inc., Indonesia Marketeers Festival 2019 ini merupakan bukti bahwa apa yang dilakukan UII selama ini dalam hal pemasaran, terutama di bidang pendidikan diapresiasi oleh media luar.

“Nampaknya selama ini, dunia pendidikan terutama perguruan tinggi dianggap tidak perlu dipasarkan secara profesional. Jadi kita berharap apa yang kita lakukan ini sudah di jalan yang benar, dan penghargaan ini menjadi salah satu bukti,” ujar Fathul Wahid yang hadir dalam acara bersama Direktur Pemasaran UII, Sigit Pamungkas, S.E., M.Com.

Hermawan Kartajaya selaku pendiri dan CEO MarkPlus, Inc. menyampaikan bahwa setiap tahunnya MarkPlus, Inc. melakukan syiar mengenai marketing, baik internasional maupun dalam negeri. Selain itu, Hermawan juga membahas tentang pengaruh teknologi yang tidak selamanya berdampak positif.

“Saat ini sedang dikembangkan teknologi 5.0, yang mana teknologi secanggih apapun digunakan untuk kemaslahatan bersama, dan hal tersebut akan berkaitan dengan marketing 5.0,” jelassnya.

Membacakan naskah sambutan Gubernur D.I. Yogyakarta, Bupati Kulonprogo, dr. Hasto Wardoyo, SP.OG. (K) menuturkan beberapa hal mengenai dunia marketing, salah satunya adalah pentingnya promosi produk. Selain itu, juga disampaikan bahwa setiap pemasar yang baik bukan hanya yang mampu menjual produk perusahaan yang ditawarkannya, tetapi juga harus bisa melahirkan pemasar-pemasar baru dan menaikkan image positif perusahaan.

“Konsep dasar yang diharapkan adalah bukan hanya menjadi pemasar musiman, tetapi menjadi pemasar yang produktif tiada henti. Kehebatan sebuah produk tidak bisa menjadi tolak ukur untuk dapat menguasai pasar dan diterima masyarakat, tetapi kunci utamanya terletak pada pemasar yang mampu menjual dengan segala kelebihan dan kekurangan produknya,” ujar Hasto.

Dalam acara ini turut hadir Wakapolda DIY, Brigjen. Pol. Drs. Bimo Anggoro Seno, M.H., serta perwakilan dari berbagai instasi yang menerima penghargaan, baik dari pemerintahan maupun industri.