• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Berdiri di Tengah, Mainkan Orkestrasi Indah
Pojok Rektor

Berdiri di Tengah, Mainkan Orkestrasi Indah

Ketika polarisasi semakin akut, lunturnya kohesi sosial menjadi taruhan. Padahal, perdamaian tidak mungkin mewujud dalam ketiadaan sikap saling menghargai keberadaan secara jujur. Kata jujur di sini perlu ditekankan, karena di lapangan, tidak jarang, sikap saling menghargai sudah menjadi pemanis bibir di depan publik. Di arena privat, kebencian masih tumbuh subur, karena terus dipupuk dengan sinisme antarkelompok.

Kita bisa mengimajinasikan beragam kasus yang relevan, yang tumbuh di tengah-tengah bangsa Indonesia. Tidak hanya hari ini atau akhir-akhir ini, tetapi juga pada masa silam. Kritik Bung Karno berikut bisa memberi gambaran kasus masa lalu, yang ketika di bawa ke kondisi kini, seseorang akan berteriak: de javu. “Kritik ke kiri, ejek ke kanan, kecam ke depan, fitnah ke belakang, sanggah ke atas, cemooh ke bawah.”, tulis Bung Karno pada 1957 yang terekam dalam salah satu tulisan yang termuat dalam buku ‘Di Bawah Bendera Revolusi’.

Bahkan seorang analis yang penulis kenal, sambil berseloroh mengatakan, “Inilah salah satu sebab, mengapa Belanda bisa menguasai Indonesia dalam waktu yang lama”. Tentu, pembaca boleh setuju atau tidak setuju. Namun, fakta sosial mutakhir sulit dibantah, bahwa banyak dari kita yang mudah terlibat dalam konflik yang tidak produktif.

 

Irisan terbesar

Memang kita tidak mungkin merangkum semua logika dan argumen yang dihadirkan oleh setiap kelompok. Selalu saja ada perbedaan. Jika ini yang terjadi, kadang diperlukan keberanian ‘melompat pagar’ (passing over) untuk memahami logika kelompok lain dari kacamata mereka. Kebenaran hasil olah logika manusia tergantung dengan pilihan metode dan karenanya bersifat nisbi. Jika metode diubah, kebenaran lain mungkin hadir. Konteks ruang dan waktu pun bisa mempengaruhi pilihan metode.

Selama ini, kita sering terjebak dalam kecohan ini-atau-itu (either-or fallacy) yang menghadirkan dilema palsu, karena asumsi bahwa cacah pilihan selalu terbatas, dan harus memilih salah satu. Dua hal yang berbeda seringkali dianggap berdiri diametral, tanpa bisa dikompromikan. Labelisasi pun tidak jarang dimunculkan, sampai tingkat ekstrim, seperti setan versus malaikat. Fakta di lapangan menujukkan bahwa pilihan bisa beranak pinak dan mengisi spektrum yang berwarna.

Karenanya, dalam beragam berbedaan pendapat, mustahil jika tidak ada irisan atau persamaan. Dalam konteks ini, ikhtiar mencari irisan terbesar atau kalimatun sawa menjadi penting. Bisa jadi, niat mulia sama, hanya berbeda program intervensi. Sangat mungkin program intervensi serupa, tetapi dengan strategi eksekusi yang berbeda. Itulah indahnya otak manusia yang selalu menghasilkan keragaman pemikiran. 

 

Hadir bersama

Di sinilah semangat ko-eksistensi atau hadir bersama perlu dikembangkan. Kita berdiri di tengah dengan semangat moderasi. Namun, berdiri di tengah bukan berarti netral terhadap nilai. Keberpihakan pada nilai-nilai abadi, seperti keadilan dan kejujuran, mutlak dikedepankan. Karenanya, mengambil posisi berdiri di tengah tidak bebas nilai. Pengambil posisi ini tidak memberikan ruang kompromi atas pelanggaran nilai-nilai abadi.

Semangat ini hanya bisa mewujud ketika semua kelompok mencoba mengelola harga diri sehingga mencapai tangga nada yang sama, meski memainkan instrumen musik yang berbeda. Hasilnya adalah orkestrasi yang indah: merdu di telinga, sejuk di mata, dan tentram di hati. Inilah yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia yang beragam!

 Tulisan ini sudah dimuat di rubrik Berpikir Merdeka watyutink.com, dan dapat diakses di https://watyutink.com/topik/berpikir-merdeka/Berdiri-di-Tengah-Mainkan-Orkestrasi-Indah

 

 

15 Agustus 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/08/Berdiri-di-tengah.jpg 1667 2500 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022019-08-15 17:34:282019-08-15 17:35:45Berdiri di Tengah, Mainkan Orkestrasi Indah

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: BPM UII Adakan Pelatihan Auditor Internal Link to: BPM UII Adakan Pelatihan Auditor Internal BPM UII Adakan Pelatihan Auditor Internal Link to: UII Terima Penghargaan dari MarkPlus, Inc. Link to: UII Terima Penghargaan dari MarkPlus, Inc. UII Terima Penghargaan dari MarkPlus, Inc. Scroll to top Scroll to top Scroll to top