Universitas Islam Indoensia (UII) secara konsisten telah serius mengembangkan budaya mutu sebagai ciri khas yang menonjol. Budaya mutu ini telah dimulai sejak tahun 1999, bahkan jauh sebelum pemerintah menginisiasinya lewat peraturan perundang-undangan terhitung pada tahun 2003. Sebagai wujud komitmen mempertahankan budaya mutu, UII melalui Badan Penjaminan Mutu (BPM) mengadakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Auditor UII yang berlangsung di Gedung Prof. dr. Sardjito UII pada Rabu-Kamis (14-15/8).

Acara tersebut dihadiri 30 peserta yang merupakan auditor baru maupun auditor senior yang menjalankan Audit Mutu Internal (AMI) di UII. Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Drs. Imam Djati Widodo, M.Eng.Sc selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset. Kepala BPM UII, Kariyam, M.Si juga turut serta dalam pelatihan tersebut. Menurutnya kegiatan ini merupakan pembekalan bagi para auditor yang akan terjun di lapangan pada pelaksanaan AMI dalam waktu dekat.

Dalam menjaga prestasinya menjadi universitas swasta terbaik di Indonesia, UII memang selalu memperhatikan kualitas mutu pendidikan dan pelayanan di lingkungannya. Tujuan dari Sistem Penjamin Mutu (SPM) ini adalah untuk mewujudkan sistem manajemen universitas yang terstandar dan akuntabel. Auditor menjadi garda terdepan untuk turut mengawal dan mengimplementasikan SPM ini.

Sementara itu, salah seorang pembicara pelatihan, Suzandra, ST menyampaikan sistem manajemen adalah elemen-elemen yang saling berhubungan dari organisasi untuk menghasilkan kebijakan dan tujuan serta proses untuk mencapai tujuan tersebut. Elemen yang dimaksud adalah orang atau SDM organisasi, infrastruktur yang dimiliki, dan metode yang diimplementasikan organisasi. “Oleh karena itu, sistem manajemen yang baik harus berorientasi pada hasil atau sistem yang terdokumentasi bukan dokumen sistem”, katanya.