Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan kreatifitasnya untuk terlibat secara langsung dalam perlombaan tingkat dunia. Di pertengahan bulan Agustus ini, tercatat ada 1 mahasiswa Program studi Arsitektur UII angkatan 2018 berangkat ke Rusia untuk mengikuti lomba. Ia akan berkompetisi dalam ajang World Skill Competition yang diadakan oleh Asosiation World Skill Standard Spesifications (WSSS) di Kazan, Rusia pada 23-27 Agustus 2019. Adalah Febri Afiantoro, Mahasiswa Arsitektur 2018 yang akan terjun dalam ajang bergengsi tersebut. Pada Rabu (14/8), para delegasi Indonesia yang akan terjun di kompetisi itu, termasuk Febri, mendapat pengarahan serta dilepas secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.

Di samping itu, terdapat kegiatan pertukaran budaya di Universitas terbaik di Rusia. Lomba ini diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai Negara di dunia. Dalam perlombaan ini terdapat 53 bidang lomba dan 4 di antaranya lomba kelompok.

Hal itu dikonfirmasi oleh Ketua Program Studi Arsitektur UII, Dr. Yulianto Purwono Prihatmaji, S.T., M.T. “Pada minggu ke-3 ini, mahasiswa kami meminta izin dan doa restu untuk berpartisipasi dalam lomba sekaligus mengikuti camp bagi peserta yang lolos seleksi”, tuturnya. Ia turut memberikan dorongan kepada mahasiswa asal Jambi tersebut agar fokus pada lomba dan menjadi yang terbaik.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., saat acara pelepasan di Ruang Sidang VIP Rektorat lt. 3, Kampus Terpadu UII, Jum’at (9/8) juga memberikan dukungan. “UII selalu mendukung pengembangan skill dan bakat mahasiswa, sekalipun kali ini Febri tanpa pendampingan dari UII. Harapannya kompetisi internasional ini berlanjut,” ucapnya. Acara juga dihadiri Kepala Divisi Pembinaan Prestasi Kemahasiswaan UII, Arif Fajar Wibisono, S.E., M.Sc.

Ia juga mendoakan kelancaran selama mengikuti perlombaan. “Tidak hanya pengalaman lomba akan tetapi juga budaya dan jangan lupa untuk menulis pengalaman di sana untuk berbagi pada mahasiswa UII yang lain,” pesannya.

Sedangkan Febri Afiantoro menjelaskan ada beberapa tahapan yang wajib dilalui peserta sebelum terjun dalam lomba. Tahapan tersebut meliputi training dan camp. “Dalam training pertama, peserta diseleksi kembali dengan melihat keahlian dari setiap peserta yang kemudian disaring hanya terdapat 2 orang yang terpilih dari seluruh Indonesia, termasuk saya. Kemudian terdapat training ke dua yang mengasah kedisiplinan dan fisik para peserta lomba dunia tersebut, yakni dengan pelatihan mariner selama kurang lebih 2 minggu,” tangkasnya. (DU/ESP)