,

UII Training Ground Resmi Dibuka

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menambah fasilitas baru di lingkungan kampus terpadu. Kali ini secara resmi dibuka UII Training Ground yang berlokasi di depan Gedung Muhammad Adnan Program Diploma III Fakultas Ekonomi UII, pada Selasa (2/7). UII Training Ground merupakan fasilitas lapangan latihan yang akan digunakan sebagai pusat latihan olahraga dengan rumput berkualitas dunia.

Dalam peresmian ini, turut hadir beberapa tamu undangan yakni dari Yayasan Badan Wakaf UII, perwakilan Asprov Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Yogyakarta (Asprov PSSI DIY), Staf Kepelatihan Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia yang dipimpin langsung oleh pelatih kepala Rully Nere serta segenap civitas akademika UII dosen, karyawan dan mahasiswa.

Disampaikan Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni dalam sambutannya UII Training Ground ini telah direncanakan sejak 5 tahun yang lalu setelah melihat kondisi lapangan pada waktu itu yang sudah cukup buruk.

“Alhamdulillah 5 tahun berlalu kami bisa menyelesaikan perbaikan lapangan UII meskipun masih banyak kurangnya. Nantinya akan ada penambahan lampu lapangan agar dapat digunakan latihan tiga sesi yakni pagi, sore dan malam hari,” ungkap Rohidin di saat peresmian UII Training Ground.

Sesuai dengan namanya, UII Training Ground ini ditujukan untuk pemusatan latihan dalam rangka meningkatkan kualitas pemain yang dicapai dengan berlatih disiplin bukan semata-mata event pertandingan saja. “Harapannya dari pusat latihan yang kami bangun ini dapat melahirkan atle-atlet yang berkualitas,” ujarnya.

Rohidin juga menambahkan Lapangan UII sendiri memiliki luas 68 meter x 105 meter yang telah masuk standar lapangan internasional. Gawang juga didesain dengan standar internasional yang telah terpasang dengan baik di lapangan tersebut. Ia berpesan kepada semua pihak jika dalam penggunaan lapangan cukup ketat karena lapangan akan dikelola secara professional.

“Kepada semua pihak yang hadir saat ini, saya harap dapat memaklumi jika dalam penggunaan nanti akan cukup ketat mengingat kualitas rumput yang digunakan juga perlu adanya perawatan,” katanya.

Sementara itu, Wahyudi Kurniawan selaku Wakil Ketua Umum Aprov PSSI DIY mengatakan dari 200 lapangan yang ada di wilayah Kabupaten Sleman tidak banyak yang representatif. Ia mengatakan dari salah satu percepatan peningkatan kualitas sepak bola Indonesia adalah infrastruktur seperti UII Training Ground ini. “Peningkatan SDM itu penting, tapi jika tidak diikuti dengan infrastuktur tentu tidak akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Wahyudi Kurniawan yang juga mewakili PSSI mengapresiasi dengan adanya UII Training Ground, ini bisa menjadi cara untuk meningkatkan kualitas pemain baik. Ia berharap kedepannya UII bisa bersinergi dengan PSSI dalam pengembangan kualitas pemain.

“Kedepannya semoga UII mau bersama membangun dunia olahraga terutama sepak bola, seperti dengan dibukanya fakultas ilmu keolahragaan yang jika disinergikan dengan jurusan lain misalnya kedokteran dan psikologi akan menghasilkan SDM yang mumpuni dan kompeten demi kemajuan dunia olahraga kita,” pungkasnya.

Peresmian ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis bola sepak oleh Dr. Siti Anisah., S.H., M.H., selaku Ketua Badan Pengembangan Pendidikan Badan Wakaf UII kepada Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni. Dan dilanjutkan pertandingan persahabatan antara UII All Star (dosen dan Karyawan UII) melawan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Wilayah Yogyakarta. Pada pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan 3-0 untuk kemenangan PWI.

Proses pengerjaan UII Training Ground sendiri tidak lepas dari peran Andi Purnomo, S.T., M.T. selaku kordinator pelaksanaan. Ia tidak sekedar bertugas memastikan pelaksanaan sudah sesuai dengan desain yang dirancang oleh Arsitek Achmad Irsan, tetapi juga melakukan evaluasi dengan sangat ketat terhadap kualitas lapangan. Sehingga lapangan beserta fasilitas penunjangnya dapat digunakan dalam keadaan yang cukup baik. (ENI/RS)