Dengan semangat perangkat desa serta masyarakat setempat, pembangunan Taman Wisata Embung Bembem berhasil terealisasikan di tahun 2020 melalui program Pengabdian Masyarakat Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII. Embung Bembem sementara ini akan menjadi entry point untuk dapat mengembangkan potensi-potensi wisata di Desa Giriasih.

“Embung Bembem harus menjadi entry point karena menarik,” ungkap Usmar Ismail, S.E., Pendamping Mahasiswa KKN UII beberapa waktu yang lalu. Kedepannya Taman Wisata Embung Bembem akan terus dikembangkan dengan menggali kapasitas wisata setempat.

Ir. Agus Taufiq., M.Sc., Dosen Program Studi Rekayasa Tekstil FTI UII menyampaikan pengembangan berikutnya akan dimulai dengan pembangunan lahan parkir. Keterlibatan UII merencanakan objek wisata itu akan kita sentuh dengan jalur edukasi antara lain usaha pembuatan emping, kerajinan bambu, potensi seni, dimana kita akan memanjakan pengunjung dengan secara langsung mencoba bagaimana bikin emping, menganyam, sampai bagaimana cara memberi ternak. Hal ini tentu akan menumbuhkan keasikan tersendiri bagi wisatawan.

“Selain itu kami juga akan merancang media atau tempat yang instagramable untuk swafoto. Potensi seni akan diarahkan untuk menampilkan kesenian sebagai peringatan hari penting seperti ulang tahun desa”, jelasnya.

Kilas balik pembangunan Taman Wisata Embung Bembem diprakarsai sejak penerjunan KKN mahasiswa UII tahun 2017 di Desa Giriasih. Pada saat itu, salah satu output yang dihasilkan adalah masterplan pembangunan Taman Wisata Embung Bembem. Hal ini berlanjut pada KKN mahasiswa UII 2018 yang berupaya dalam menggali segala potensi di sekitar calon tempat wisata.

Melalui komunikasi yang efektif serta intensif, Suwitono selaku Lurah Giriasih dengan DPPM UII pada akhir 2019 menyetujui program Pengabdian Masyarakat Wisata Air Embung Bembem. Program Pengabdian Masyarakat Pengembangan Wisata Air Embung Bembem dengan Ketua Dosen Pengabdi Ir. Agus Taufiq M.Sc dan Ir. Pratikno Hidayat M.Sc.

Selaku Anggota Dosen Pengabdi mulai merancang Kegiatan bersama Tim yang terdiri dari Usmar Ismail, S.E. sebagai Koordinator dibantu oleh Beny Wibowo, S.T., Yudi Wiratno, St dan Azjar, S.T. serta beberapa mahasiswa UII memulai Pengabdian nya pada tahun 2020. Program Pengabdian Masyarakat ini dimulai dengan Kegiatan Rembug Warga, Penggalian Potensi Desa, Pelatihan POKDARWIS serta Pemasaran Wisata.

Taman Wisata Embung Bembem telah dilakukan uji coba pembukaan untuk masyarakat umum pada November 2020. Pihak UII berkontribusi dalam menyumbangkan dua perahu karet sebagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai wahana di Embung Bembem. “Launching kemarin melibatkan berbagai pihak salah satunya adalah dinas-dinas di wilayah setempat. Hal ini menunjukkan support yang kuat bagi pemerintah desa dan kami sendiri semakin yakin bahwa Embung Bembem nantinya akan semakin memikat,” ujar Agus Taufiq.

Pihak UII semakin yakin akan potensi wisata Embung Bembem mengingat beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh alamnya. Salah satunya adalah lokasi yang tidak jauh dari Pantai Parangtritis sehingga mudah diakses oleh para wisatawan. Selain itu juga saat ini di Kapanewon Purwosari mempunyai Lokasi Wisata yang sedang naik kunjungan wisatanya yaitu Bukit Watugupit sehingga bisa menjadi pendamping dan melengkapi para wisatawan yang berkunjung ke Watugupit.

Meski sudah resmi dibuka, peran DPPM UII nantinya akan tetap berlanjut. Peran ini akan direalisasikan dengan penataan kawasan yang masih belum tertata rapi, penguatan lembaga pengelola, serta rencana pembuatan paket wisata edukatif. Sementara itu, hingga saat ini kapasitas warga telah disalurkan dengan membuka pusat-pusat kuliner di sepanjang Taman Wisata Embung Bembem. (VTR/RS)