Dengan semakin terhubungnya dunia, orientasi kualitas pendidikan tidak lagi berkutat di level nasional. Kini perguruan tinggi (PT) telah memperluas jangkauannya agar sivitas akademikanya mendapatkan pendidikan berkelas internasional. Salah satunya tercermin dalam upaya PT mendirikan program internasional yang kian jamak ditemukan. Program internasional menawarkan nuansa pendidikan berkelas global dengan pengantar bahasa Inggris. Lantas bagaimana mengelola agar program internasional dapat menjaring minat masyarakat sekaligus membuktikan kualitas yang ia tawarkan?.

Inilah topik yang tercermin dalam kegiatan Studi Banding Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta ke Universitas Islam Indonesia (UII) pada Senin (13/7). Kegiatan ini terselenggara secara daring melalui aplikasi Zoom.

Direktur Kemitraan/Kantor Urusan Internasional UII, Dr.rer.nat. Dian Sari Utami, M.A. membuka kegiatan dengan menyapa seluruh hadirin. Selanjutnya, ia mempersilahkan agar forum berlangsung cair dan masing-masing peserta dapat saling berdiskusi tentang program internasional di PT.

Pada kesempatan ini, Wiryono Raharjo, Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan sedikit menceritakan bagaimana UII pertama kali mendirikan program internasional dan mengelolanya secara kontinyu hingga saat ini.

Menurutnya, program internasional mulai dibuka di Fakultas Ekonomi UII pada tahun 1996. Seiring berjalannya waktu, program internasional yang disebut IP ini terus berkembang hingga ke fakultas lain. Kini, terdapat 10 program studi S1 yang menawarkan IP di UII.

Kesepuluh prodi ini yaitu Manajemen, Akuntansi, Ilmu Ekonomi, Ilmu Hukum, Teknik Industri, Teknik Sipil, Arsitektur, Ahwal Al Syakhshiyah, Ilmu Komunikasi, dan Hubungan Internasional.

Wiryono menambahkan keberadaan IP memberi manfaat besar tidak hanya bagi universitas namun juga sivitas akademika UII. Salah satu manfaatnya yakni IP memberikan sumbangsih signifikan bagi peningkatan student mobility universitas. IP UII cukup aktif mendorong mahasiswanya agar berani mengikuti kegiatan akademik internasional. Tentunya mereka telah dibekali dengan sederet skill dan kompetensi agar lebih percaya diri bergaul dengan komunitas mahasiswa global.

Di samping itu, IP juga banyak mengorganisasi mahasiswa asing maupun lembaga internasional yang ingin bekerjasama dengan UII. Mereka mendapatkan kesempatan mengikuti kuliah singkat untuk beberapa topik yang dinilai menarik.

Sementara itu, Dr. Yuli Harwani, M.M. selaku Wakil Rektor Pembelajaran, Ristek & Kemahasiswaan mengaku tertarik mempelajari bagaimana UII membangun dan mengelola program internasionalnya hingga bisa eksis seperti sekarang.

“Saya dibesarkan di Jogja dan semasa kecil sudah sering mendengar UII sebagai kampus yang favorit bersanding dengan PTN ternama yang ada di kota ini”, ungkapnya.

UMB Jakarta saat ini juga memiliki program internasional yakni di prodi S1 Manajemen dan Teknik Informatika. Cikal bakal program itu telah dimulai sejak 5 tahun silam dengan nama kelas berpengantar Bahasa Inggris. Dengan 35.000 mahasiswa aktif, ia telah memiliki master plan agar program tersebut terus diperluas hingga ke prodi-prodi lainnya.

Selanjutnya, kedua pihak terlibat diskusi teknis yang membahas secara rinci tentang kiat-kiat mengelola program internasional yang berkesinambungan.