• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Tantangan Mengintegrasikan Energi Terbarukan
Berita Kegiatan

Tantangan Mengintegrasikan Energi Terbarukan

Semakin menipisnya cadangan sumber daya alam dan energi konvensional menjadi isu menarik untuk diperbincangkan Topik ini mengemuka dalam penyelenggaran Webinar Energy’s Series yang digagas oleh Pusat Training Managemen Energi, Program Studi Teknik Elektro Universitas Islam Indonesia (UII). Webinar mengangkat tema Towards: Indonesia’s Renewable Energy Challenge 2020.

Membuka webinar, dosen Teknik Elektro UII Setyawan Wahyu Pratomo, S.T., M.T. selaku moderator mengatakan bahwa dalam dasawarsa mendatang potensi terbesar bidang teknologi adalah tentang energi terbarukan. Seperti energi matahari, energi angin, energi hidro, energi biomasa, energi laut, energi hidrogen, dan energi bionabati. Karenanya para akademisi di hadapkan pada tantangan dan peluang untuk mengintegrasikan energi terbarukan di Indonesia.

Narasumber webinar, Direktur Riset Energi Terbarukan TREC-FTUI, Dr.Ing Eko Adhi Setiawan, S.T., M.T. dalam paparannya menyinggung kisah Thomas Alfa Edision yang berhasil menemukan sistem kelistrikan, dan dikenal sebagai penemu bohlam lampu pertama kali.

Eko Adhi Setiawan yang juga merupakan Ketua Program Studi Magister Teknik Sistem Energi FTUI mengatakan struktur aliran listrik AC ditemukan kali pertama pada tahun 1886. Pengertian arus listrik ini adalah listrik yang besar dan arah arusnya selalu berubah-ubah atau bolak-balik. Listrik arus AC akan membentuk gelombang yang biasa disebut dengan gelombang sinusoidal.

Eko Adhi Setiawan mengaku di rumahnya saat ini sudah tidak lagi ketergantungan dengan listrik dari PLN. Ia menggunakan listrik energi matahari untuk peralatan-peralatan listrik yang ada di rumahnya seperti dispenser, rice cooker, dan alat elektronik lainnya. Hal ini dilakukannya dalam rangka menciptakan energi listrik secara mandiri dan tidak ketergantungan dengan PLN, terlebih apabila aliran dari PLN mati secara tiba-tiba.

Ia menambahkan, karantina di rumah juga bisa menjadi faktor pendukung, jangan sampai sedang ada rapat penting atau belajar mengajar kemudian terputus tiba-tiba hanya karana kendala sistem yang tidak stabil. Eko Adhi Setiawan mempunyai motto 5RIPPLES yakni recycle, reuse, renewable, reliable, reduce, independent, people, peace, local, efficient, dan sustainable.

Sebagaimana pada visi jaringan listrik masa depan yang digulirkan oleh Advisory Council Eropa, sebuah platform teknologi ‘smartgrids’ yang mengarah pada produk baru, proses, dan layanan, dengan meningkatkan efesiensi industri dan penggunaan sumber daya energi bersih. Hal ini telah memberikan keunggulan kompetitif bagi Eropa di pasar global. Plartform ini menjamin keamanan infrastruktur, membantu meningkatkan kehidupan masyarakat untuk mencapai ekonomi berbasis pengetaahuan terbesar di dunia.

The European Tecjnology Platform (ETP) SmartGrids juga menyampaikan new architecture smartgrid meliputi fungsi pemenuhan permintaan listrik yang terus meningkat, memungkinkan terciptanya pasar listrik trans-Eropa dan membuat model bisnis baru kelistrikan, serta menginterasikan sumber daya yang berkelanjutan (termasuk sumber terbarukan). (HN/RS)

14 Juli 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus_UII-2.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-07-14 19:48:012020-07-14 23:16:06Tantangan Mengintegrasikan Energi Terbarukan

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UMB Jakarta Tertarik Pengelolaan Program Internasional UII Link to: UMB Jakarta Tertarik Pengelolaan Program Internasional UII UMB Jakarta Tertarik Pengelolaan Program Internasional UII Link to: Dinamika Hubungan Indonesia-Australia Saat Pandemi Link to: Dinamika Hubungan Indonesia-Australia Saat Pandemi Dinamika Hubungan Indonesia-Australia Saat Pandemi Scroll to top Scroll to top Scroll to top