• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / UMKM Menyongsong Era Normal Baru
Berita Kegiatan

UMKM Menyongsong Era Normal Baru

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia merasakan berbagai dampak dari pandemi Covid-19. Penjualan pulsa misalnya, semenjak pandemi keuntungannya mengalami peningkatan hingga 1000%. Perubahan berbagai sistem ke metode online, membuat kebutuhan masyarakat akan pulsa internet meningkat. Tak hanya itu, keuntungan penjualan jasa logistik pun meningkat hingga 400% akibat naiknya aktivitas belanja online masyarakat.

Namun sayangnya, peningkatan keuntungan ini hanya dirasakan oleh beberapa bidang usaha saja. Disampaikan Dosen Program Studi Ekonomi Islam UII, Muhammad Iqbal, SEI., MSI. dalam Webinar Manajemen Pengembangan UMKM pada Sabtu (22/8), nyatanya masih banyak UMKM yang terpuruk sebagai dampak dari pandemi. Diantara masalah-masalah dasar yang dirasakan UMKM adalah akses bahan baku, terlebih masalah bahan baku ini menjadi serius ketika bahan baku yang digunakan oleh UMKM berasal dari luar negeri yang terkendala oleh sistem lockdown, serta masalah rendahnya permintaan.

“Masalah ini adalah masalah yang sebenarnya susah untuk dihindari di tengah krisis yang terjadi akibat pandemi, solusinya bisa dengan meminta bantuan dari pemerintah untuk memberikan rangsangan ke masyarakat,” jelas Muhammad Iqbal. Masalah mendasar lainnya hadir dari masalah pemasaran dan rendahnya SDM. Masalah ini lah yang masih bisa dimaksimalkan penanganannya.

Dalam kesempatannya, Muhammad Iqbal menyampaikan sikap-sikap yang harus dipersiapkan untuk menyongsong era new normal bagi para pelaku UMKM. Yang pertama adalah mengkondisikan hati, hal ini perlu dilakukan untuk menghindari pengambilan keputusan yang semata-mata karena emosi. “Ketika hati kita baik, maka insyaAllah tindakan yang diambil pun akan baik. Kita jadi lebih bijak dalam mengambil keputusan karena suasana hati yang tenang,” ungkapnya. Menurutnya, masalah harus dilihat sebagai tantangan yang dapat mengembangkan potensi diri dan bukan hanya sekedar bencana.

Sikap yang kedua adalah jangan lengah, segala waktu yang ada perlu dimanfaatkan sebaik mungkin, misalnya dengan mengadakan training singkat bagi para karyawan untuk meningkatkan kualitas dan layanan perusahaan. Sikap ketiga adalah belajar, belajar bisa dengan mengamati bisnis kita dan mencari setiap peluang yang ada. Hasil dari belajar inilah yang dapat dijadikan sebagai rencana kita kedepannya demi meningkatkan keberhasilan usaha. Serta sikap terakhir yang harus diambil adalah menjaga komunikasi untuk menjembatani antara usaha dengan konsumen.

Suatu bisnis, baik skala kecil maupun besar sangat erat kaitannya dengan pemasaran. Keberhasilan suatu bisnis salah satunya dari faktor pemasaran. Muhammad Iqbal menyampaikan, setelah pandemi berakhir atau masuk ke era new normal, strategi pemasaran yang dilakukan sebaiknya diubah. Sebelum menjalankan strategi marketing yang baru, Muhammad Iqbal menyarankan untuk melakukan persiapan dengan meyakinkan diri kita bahwa setelah pandemi berakhir, mindset konsumen kita akan berubah. Dengan begitu, kita akan sadar bahwa kita perlu melakukan perubahan terhadap marketing yang akan dilakukan. Selanjutnya, perlu adanya peningkatan kualitas.

“Peningkatan kualitas hukumnya wajib”, lanjut Muhammad Iqbal. Peningkatan ini bisa dimulai dengan mengamati kompetitor dan melakukan modifikasi. Yang terakhir adalah meningkatkan layanan teknologi. “Perlu adanya peningkatan teknologi, pasalnya kita akan terpuruk apabila tidak mengikuti perkembangan teknologi,” imbuhnya.

Peningkatan teknologi ini bisa diterapkan pada strategi pemasaran digital, terlebih di era serba online seperti saat ini. Komisi PT. Yogyakarta Mitra Garfika, Imam Muttaqin, S.H. menyampaikan, tingginya angka pengguna internet di era pandemi memberikan peluang bagi kesuksesan pemasaran digital. Dalam melakukan pemasaran digital, ada banyak sarana yang dapat dimanfaatkan, di antaranya adalah website, media sosial dengan berbagai platform, citizen journalism, marketplace, hingga pemasaran langsung melalui e-mail.

Dalam pemasaran melalui media sosial, Imam Muttaqin mengakui pentingnya penggunaan keyword untuk memudahkan pencarian produk. Selain itu, jam mengunggah juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemasaran di media sosial. “Sebaiknya upload itu sebelum jam 8, karena orang setelah sampai di tempat kerja biasanya akan lihat medsos, terus juga bisa pas jam makan siang 12.00-13.00, atau sebelum waktu maghrib yang biasanya jadi jam pulang kantor”, jelas Imam Muttaqin. (VTR/RS)

24 Agustus 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/06/FIAI-UII-1.jpg 450 651 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-08-24 10:57:262021-08-12 13:16:58UMKM Menyongsong Era Normal Baru

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Arsitektur UII Reuni Akbar ke-33 Link to: Arsitektur UII Reuni Akbar ke-33 Arsitektur UII Reuni Akbar ke-33 Link to: Mahar: Kewajiban Pertama Suami Link to: Mahar: Kewajiban Pertama Suami Mahar: Kewajiban Pertama Suami Scroll to top Scroll to top Scroll to top