Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia merasakan berbagai dampak dari pandemi Covid-19. Penjualan pulsa misalnya, semenjak pandemi keuntungannya mengalami peningkatan hingga 1000%. Perubahan berbagai sistem ke metode online, membuat kebutuhan masyarakat akan pulsa internet meningkat. Tak hanya itu, keuntungan penjualan jasa logistik pun meningkat hingga 400% akibat naiknya aktivitas belanja online masyarakat.

Namun sayangnya, peningkatan keuntungan ini hanya dirasakan oleh beberapa bidang usaha saja. Disampaikan Dosen Program Studi Ekonomi Islam UII, Muhammad Iqbal, SEI., MSI. dalam Webinar Manajemen Pengembangan UMKM pada Sabtu (22/8), nyatanya masih banyak UMKM yang terpuruk sebagai dampak dari pandemi. Diantara masalah-masalah dasar yang dirasakan UMKM adalah akses bahan baku, terlebih masalah bahan baku ini menjadi serius ketika bahan baku yang digunakan oleh UMKM berasal dari luar negeri yang terkendala oleh sistem lockdown, serta masalah rendahnya permintaan.

“Masalah ini adalah masalah yang sebenarnya susah untuk dihindari di tengah krisis yang terjadi akibat pandemi, solusinya bisa dengan meminta bantuan dari pemerintah untuk memberikan rangsangan ke masyarakat,” jelas Muhammad Iqbal. Masalah mendasar lainnya hadir dari masalah pemasaran dan rendahnya SDM. Masalah ini lah yang masih bisa dimaksimalkan penanganannya.

Dalam kesempatannya, Muhammad Iqbal menyampaikan sikap-sikap yang harus dipersiapkan untuk menyongsong era new normal bagi para pelaku UMKM. Yang pertama adalah mengkondisikan hati, hal ini perlu dilakukan untuk menghindari pengambilan keputusan yang semata-mata karena emosi. “Ketika hati kita baik, maka insyaAllah tindakan yang diambil pun akan baik. Kita jadi lebih bijak dalam mengambil keputusan karena suasana hati yang tenang,” ungkapnya. Menurutnya, masalah harus dilihat sebagai tantangan yang dapat mengembangkan potensi diri dan bukan hanya sekedar bencana.

Sikap yang kedua adalah jangan lengah, segala waktu yang ada perlu dimanfaatkan sebaik mungkin, misalnya dengan mengadakan training singkat bagi para karyawan untuk meningkatkan kualitas dan layanan perusahaan. Sikap ketiga adalah belajar, belajar bisa dengan mengamati bisnis kita dan mencari setiap peluang yang ada. Hasil dari belajar inilah yang dapat dijadikan sebagai rencana kita kedepannya demi meningkatkan keberhasilan usaha. Serta sikap terakhir yang harus diambil adalah menjaga komunikasi untuk menjembatani antara usaha dengan konsumen.

Suatu bisnis, baik skala kecil maupun besar sangat erat kaitannya dengan pemasaran. Keberhasilan suatu bisnis salah satunya dari faktor pemasaran. Muhammad Iqbal menyampaikan, setelah pandemi berakhir atau masuk ke era new normal, strategi pemasaran yang dilakukan sebaiknya diubah. Sebelum menjalankan strategi marketing yang baru, Muhammad Iqbal menyarankan untuk melakukan persiapan dengan meyakinkan diri kita bahwa setelah pandemi berakhir, mindset konsumen kita akan berubah. Dengan begitu, kita akan sadar bahwa kita perlu melakukan perubahan terhadap marketing yang akan dilakukan. Selanjutnya, perlu adanya peningkatan kualitas.

“Peningkatan kualitas hukumnya wajib”, lanjut Muhammad Iqbal. Peningkatan ini bisa dimulai dengan mengamati kompetitor dan melakukan modifikasi. Yang terakhir adalah meningkatkan layanan teknologi. “Perlu adanya peningkatan teknologi, pasalnya kita akan terpuruk apabila tidak mengikuti perkembangan teknologi,” imbuhnya.

Peningkatan teknologi ini bisa diterapkan pada strategi pemasaran digital, terlebih di era serba online seperti saat ini. Komisi PT. Yogyakarta Mitra Garfika, Imam Muttaqin, S.H. menyampaikan, tingginya angka pengguna internet di era pandemi memberikan peluang bagi kesuksesan pemasaran digital. Dalam melakukan pemasaran digital, ada banyak sarana yang dapat dimanfaatkan, di antaranya adalah website, media sosial dengan berbagai platform, citizen journalism, marketplace, hingga pemasaran langsung melalui e-mail.

Dalam pemasaran melalui media sosial, Imam Muttaqin mengakui pentingnya penggunaan keyword untuk memudahkan pencarian produk. Selain itu, jam mengunggah juga menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemasaran di media sosial. “Sebaiknya upload itu sebelum jam 8, karena orang setelah sampai di tempat kerja biasanya akan lihat medsos, terus juga bisa pas jam makan siang 12.00-13.00, atau sebelum waktu maghrib yang biasanya jadi jam pulang kantor”, jelas Imam Muttaqin. (VTR/RS)