• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Upaya Universitas di Thailand Merespon Covid-19
Berita Kegiatan, Covid19, Pilihan

Upaya Universitas di Thailand Merespon Covid-19

covid-19

Persoalan yang muncul akibat Covid-19 diakui telah merangsek di berbagai sektor. Dunia pendidikan, tak terkecuali perguruan tinggi pun turut merasakan dampak dari mewabahnya virus Corona ini. Menanggapi hal tersebut, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Webinar Talk Series Measuring the Global Impact of Covid-19 session 3 dengan judul The Impact of Covid-19 on Thailand Higher Education.

Diskusi yang digelar secara daring ini mengundang Wakil Ketua Hubungan Internasional dan Komunikasi Korporasi di Mahidol University, Thailand, Assoc. Prof. Nopraenue S. Dhirathiti, Ph.D. Jalannya diskusi dipandu oleh Ketua Program Studi Hubungan Internasional UII, Hangga Fathana, S.IP., B.Int.St., M.A..

Disebutkan, di Thailand terdapat 52 univeritas yang telah mengurangi biaya kuliah untuk membantu mahasiswa pada situasi pandemi ini. Pengurangan biaya meliputi uang pendaftaran, pengurangan SPP ataupun pengembalian biaya layanan. Universitas juga membantu mahasiswa akibat biaya yang ditimbulkan pada masa pembelajaran online.

Dikatakan Dhirathiti terdapat dua kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan pembelajaran online ini, di antaranya adalah fasilitas IT (Information Technology). “Saya sangat berterimakasih kepada staff IT di Mahidol University, karena mereka sudah melaunching Webex dan Microsoft tepat seminggu sebelum adanya pengumuman e-learning. Kita bahkan melakukan tes dalam penggunannya,” jelasnya.

Persoalan lainnya pada dosen atau tim pengajar. “Kita bahkan tidak memiliki masalah sama sekali terhadap mahasiswa karena mereka merupakan ICT Literacy dan sangat ahli menggunakan teknologi. Tetapi berbeda dengan tim pengajar atau dosen dimana masih banyak dari mereka yang menggunakan metode lama dalam mengajar dan bahkan jarang dari mereka yang menggunakan komputer,” papar Dhirathiti.

Disampaikan Dhirathiti, kita hanya memiliki satu Minggu untuk memualai e-learning sehingga mau tidak mau harus melatih mereka bagaimana menggunakan Zoom, Webex maupun Microsoft secara online. “Ini merupakan hal yang sulit, sama seperti kita mengajarkan bagaimana menggunakan komputer kepada orangtua kita, tetapi pada akhirnya harus melakukannya,” ujarnya.

Dhirathiti juga mengungkapkan sudut pandang positif mengenai Covid-19. “Di Jepang kita menyebutnya dengan giatsu (external pressure) atau tekanan dari luar. Kita seakan sadar bahwa kita sudah harus memiliki keterampilan di abad ke-21 yang melibatkan teknologi, tetapi pada kenyataannya teaching skill kita masih berada di abad ke-19,” bebernya

“Pembelajaran yang saya dapatkan dari pandemi ini adalah bagaimana saya dan pihak univeritas meningkatkan sistem pembelajaran. Karena kuncinya adalah pembelajaran yang fleksibel. Bagaimana cara kita dalam menyampaikan materi dan melakukan pembelajaran dengan melibatkan teknologi di dalamnya,” pungkas Dhirathiti.

Merespon Covid-19 ini, Mahidol University juga telah menghimbau mahasiswanya untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Tetapi bagi mereka yang ingin tetap tinggal, Mahidol Univerisity juga menyediakan asrama yang dapat digunakan mahasiswa untuk tinggal sehingga lebih aman dan terpantau. (DRD/RS)

25 April 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/covid-19-UII-avigan-klorokuin.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-04-25 13:37:162020-04-28 23:33:29Upaya Universitas di Thailand Merespon Covid-19

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Kiat Universitas di Inggris dan Taiwan Menyiasati Pandemi Covid-19 Link to: Kiat Universitas di Inggris dan Taiwan Menyiasati Pandemi Covid-19 Kiat Universitas di Inggris dan Taiwan Menyiasati Pandemi Covid-19covid-19 Link to: Pengembangan Sains: Sayap Peradaban Islam yang Patah? Link to: Pengembangan Sains: Sayap Peradaban Islam yang Patah? Pengembangan Sains: Sayap Peradaban Islam yang Patah? Scroll to top Scroll to top Scroll to top