Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan khitanan massal, sebagai rangkaian dari kegiatan milad ke-76 dengan tema “Khidmat UII untuk Bangsa”. Khitanan massal yang bekerja sama dengan Bank CIMB Niaga Syariah dan IKI (Ikatan Keluarga Ibu-Ibu) UII dilaksanakan di gedung Soekiman Wirjosandjojo Kampus UII Terpadu, Jl. Kaliurang Km.14,5 pada Sabtu (6/7).

Sekretaris Umum Milad ke-76 UII, dr. Sani Rachman Soleman, M.Sc. dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak seratus anak mengikuti khitanan massal dari seratus lebih pendaftar.

“Tahun ini kurang lebih 150 peserta mendaftar, akan tetapi karena ada batasan jumlah maka kami hanya menerima 100. Sehingga 50 yang lainnya kami harap bisa mengikuti ditahun-tahun yang akan datang,” ujar dr. Sani.

Jalannya khitanan massal dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Alumni UII, Dr. Drs. Rohidin., S.H., M.Ag. Dalam sambutannya disampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Fakultas Kedokteran UII yang telah menyelenggarakan khitanan massal.

“Salah satu rencana strategis UII periode 2018-2022 adalah melebatkan manfaat, salah satunya melalui kegiatan ini. untuk itu, kami selaku pimpinan universitas memberikan apresiasi kepada Fakultas Kedokteran UII, dan juga terima kasih kepada seluruh bapak/ibu peserta khitanan massal atas partisipasinya,” terangnya.

Lebih lanjut dipaparkan dr. Sani, berbeda dengan penyelenggaraan khitanan pada umumnya, peserta yang ingin mengikuti kegiatan ini terlebih dahulu harus melalui beberapa tahap. Tahap pertama, peserta melakukan pendaftaran, selanjutnya tim skrining yang terdiri dari empat orang dokter akan melakukan pengecekan sebelum acara khitan, yakni sejak tanggal 2 Juli.

“Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan perdarahan, kista, fimosis (saluran kencing yang kecil), hipospadia (lubang saluran kencing terletak dibawah) dan penyakit pada peserta sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan khitan,” paparnya.

Dijelaskan dr. Sani, selain pengecekan, tim skrining dibantu oleh Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) HUMERUS UII, juga memberikan edukasi kepada calon peserta untuk menjaga pola makan sebelum dikhitan, serta dianjurkan untuk banyak istirahat agar tidak terjadi perdarahan saat dikhitan.

Setelah melalui proses skrining, menurut dr. Sani peserta yang dinyatakan layak akan mengikuti khitanan. Tim khitanan massal sendiri, terdiri dari 15 orang dokter, baik dosen maupun alumni Fakultas Kedokteran UII yang bertugas sebagai operator.

“Tim siaga terdiri dari 4 orang dokter yang bertugas sebagai penanggung jawab ketika terjadi perdarahan 6 jam pasca sunatan. Selain itu, tim juga terdiri dari 4 orang dokter sebagai tim kontrol yang akan melakukan monitor perkembangan luka setelah dikhitan,” pungkasnya.

Suraji salah satu orang tua peserta khitanan massal, Samuel (11 tahun), asal Kota baru, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UII selaku penyelenggara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada kampus UII yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat baik ini, sebagai wujud kepedulian UII kepada masyarakat. melihat antusias masyarakat yang dari tahun ke tahun terus bertambah, kami harap tahun-tahun berikutnya jumlah peserta bisa ditingkatkan lagi,” harapnya.

Sebagai peserta, Samuel yang saat ini duduk dibangku kelas empat SD Masjid Syuhada, juga mengungkapkan rasa senang bercampur takut dalam mengikuti khitanan massal.

Sebagai salah satu mitra, Bank CIMB Niaga Syariah juga turut andil dalam berjalannya kegiatan dengan baik. Endy Purwono selaku Branch Manager menyampaikan memilih kegiatan khitanan massal karena sesuai dengan tujuan lembaganya, yakni membantu masyarakat.

“Kami memilih milad UII karena acaranya tidak satu dua hari, tetapi rangkaian panjang. Selain itu, sesuai dengan visi-misi kami yaitu membantu masyarakat, sehingga banyak yang merasakan manfaatnya, ” tutur Endy Purwono.