• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Innovation2 / 20213 / Mei
humas
Berita Kegiatan

Kisah Alumni UII Lewati Dua Ramadan di Turki Ketika Pandemi

Balya Ibnu Maldan, seorang mahasiswa Istanbul Sabahattin Zaim University, Turki sekaligus alumni Universitas Islam Indonesia 2019 berbagi cerita mengenai pengalamannya melewati bulan Ramadan di negeri ataturk itu.

Kasus virus Covid-19 di Turki saat ini mengalami lonjakan yang sangat tinggi dengan menyentuh angka 30.000 kasus per hari. Presiden Erdogan membuat kebijakan untuk kembali melakukan lockdown. Meskipun roda pariwisata yang merupakan sumber kekayaan terbesar negara masih tetap berjalan.

Read more

3 Mei 2021
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/pexels-khairul-onggon-908055.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-05-03 11:03:192021-08-12 15:09:05Kisah Alumni UII Lewati Dua Ramadan di Turki Ketika Pandemi
985230102
Pojok Rektor

Akhlak Mulia, Cerminan Takwa

Banyak hal tidak masuk akal sehat terjadi di sekitar kita. Tidak hanya sekali, tetapi sering kali berulang. Nurani kita ditantang untuk menjelaskan.

Berikut contohnya. Pertama, pejabat publik yang pendapatannya sangat tinggi masih terlibat korupsi. Tidak jarang, tindakan itu dijalankan secara berjemaah. Kedua, untuk mempercayai bahwa eksploitasi hutan tanpa kendali bisa memicu bencana, tidak memerlukan kecerdasan yang tinggi. Tetapi, banyak perusahaan yang mengabaikan keselamatan orang lain. Banjir di beragam tempat terjadi karena ini.

Ketiga, kasus pekan ini di Bandara Kualanamu membuat nurani kehabisan kata-kata. Tes usap antigen yang seharusnya mengamankan perjalanan dari penularan Covid-19, berubah menjadi bencana. Pengawal tes justru menggunakan alat pengambil sampel bekas. Perkiraan keuntungan yang diraup karena praktik di luar nalar ini mencapai miliaran.

Motivasi finansial, sebagai eufemisme dari dari keserakahan, seringkali mengemuka sebagai alasan tindakan koruptif. Sederet alasan lain tentu bisa muncul. Namun, ada satu penjelas asasi untuk semua tindakan tuna nurani tersebut, yaitu akhlak mulia (al-akhlaq al-karimah) yang dilupakan.

Akhlak mempunyai akar kata sama dengan khalik (pencipta) dan makhluk (yang diciptakan). Karenanya, akhlak tidak hanya mempunyai dimensi horisontal dengan sesama makhluk (termasuk diri sendiri dan alam), tetapi juga dimensi vertikal dengan Allah. Karena inilah, konsep akhlak menjadi menyeluruh.

Akhlak mulia menjadi penciri kesempurnaan iman. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR Tirmidzi, Riyadlu Al-Shalihin:278). Hadis lain menegaskan jika misi utama Rasulullah diutus adalah menyempurnakan akhlak yang mulia.

Menurut Al-Ghazali, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang tercermin dalam tindakan tanpa pemikiran dan pertimbangan. Tindakan yang muncul bersifat otomatis karena sudah terbiasakan, baik itu akhlak mulia atau tercela (al-akhlaq al-madzmumah). Pembiasaan inilah yang memerlukan konsistensi.

Tindakan koruptif jelas masuk ke dalam akhlak tercela. Agak sulit membayangkan muncul “keberanian” melakukan korupsi besar, jika belum terbiasa dengan yang tindakan koruptif kecil atau yang berulang. Atau, paling tidak, nilai-nilai yang dianut pun longgar dan cenderung permisif terhadap tindakan koruptif. Nurani pelaku sudah tidak sensitif menangkap sinyal kebaikan.

Puasa Ramadan diharapkan dapat mengasah sensitivitas nurani, menjadikannya lebih peduli dengan sesama makhluk dan makin dekat dengan Sang Pencipta. Puasa oleh Ibnu Arabi dalam Kitab Al-Futuhat Al-Makkiyyah disebut sebagai persaksian (musyahadah) terhadap Allah, karena ditunaikan hanya untukNya dan di dalamnya ada keterpanaan hamba terhadap Tuhannya berupa ketaatan menjalankan perintah yang berlawanan dengan kodratnya. Tujuan ultima dari puasa adalah derajat takwa, yang diibaratkan sebagai kehati-hatian dalam melangkah di jalan yang penuh duri.

Oleh Nabi Muhammad saw., akhlak mulia disandingkan dengan takwa. “Bertakwalah kamu di manapun kamu berada, dan iringilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah orang lain dengan akhlak mulia” (HR Tirmidzi, Al-Arba’un Al-Nawawiyyah:18). Inilah dimensi spasial takwa yang tidak mengenal tempat, alias di mana pun. Takwa juga berdimensi temporal yang hanya dibatasi ketika maut menjemput, alias sepanjang hayat (QS Ali Imran:102).

Dari kacamata manusia, takwa akan terpancarkan menjadi akhlak mulia ketika berinteraksi dengan sesama. Karenanya, sangat sulit memahami ketika seorang muslim yang rajin beribadah, dengan ringan menghinakan orang lain atau tidak peduli dengan keselamatan sesama. Kemuliaan manusia di sisi Allah Swt. ditentukan oleh konsistensinya dalam bertakwa (QS Al-Hujurat:13).

Takwa bukan status setempat atau sesaat, tetapi melintasi ruang dan waktu, karena ada aspek konsistensi di dalamnya. Demikian juga halnya dengan berakhlak mulia sebagai cerminan takwa. Bertakwa dan berakhlak mulia tidak kadang kala atau jika sempat saja.

Semoga Allah selalu memudahkan kita.

Tulisan ini telah dimuat dalam rubrik Hikmah Ramadan SKH Kedaulatan Rakyat, 3 Mai 2021.

3 Mei 2021
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/05/akhlakmulia.jpg 1333 2000 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022021-05-03 06:00:152021-05-02 00:55:39Akhlak Mulia, Cerminan Takwa
humas
Berita Kegiatan

Refleksi UU Cipta Kerja Pada May Day

Pusat Studi Hukum FH UII mengadakan Diskusi Aktual dalam rangka Refleksi Hari Buruh 2021 dengan bertemakan “Masa Depan Perlindungan Hak Butuh Pasca UU Cipta Kerja dan Turunannya” pada Sabtu (01/05). Narasumber yang dihadirkan Prof. Dr. Ari. Hernawan, S.H., M.Hum. (Guru Besar Hukum Ketenagakerjaan FH UGM) dan Masykur Isnan, S.H. (Labour Law Specialist Advocates & Legal Consultants).

Read more

2 Mei 2021
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/05/Refleksi-UU-Cipta-Kerja-Pada-May-Day.png 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-05-02 14:58:502021-05-05 15:01:33Refleksi UU Cipta Kerja Pada May Day
humas
Berita Kegiatan

Kriteria Pemuda Milenial Sesuai Tuntunan Al-Qur’an

Eksistensi pemuda atau generasi milenial diyakini akan berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa. Bagaimana potret pemuda muslim milenial ideal menurut Al-Qur’an?. Ustadz Zaky Ahmad Rivai selaku penyaji acara spesial senja menyatakan bahwa salah satu kriteria pemuda yang baik adalah pemuda yang merasa cukup dengan segala sesuatu yang diberikan oleh Allah.

“Pemuda yang baik itu adalah mereka yang mampu mengetahui bahwa segala yang Allah berikan itu cukup. Apapun yang Allah berikan maupun putuskan kepada kita maka kita harus kita syukuri. Karena bisa saja apa yang kita anggap baik ternyata itu buruk bagi kita,” ungkapnya dalam acara yang bertemakan “Pemuda dalam Al-Qur’an” yang diadakan di UII secara daring.

Read more

1 Mei 2021
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/05/Kriteria-Pemuda-Milenial-Sesuai-Tuntunan-Al-Quran.jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-05-01 01:53:562021-08-12 15:12:26Kriteria Pemuda Milenial Sesuai Tuntunan Al-Qur’an
Page 4 of 41234

Berita Terakhir

  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Scroll to top Scroll to top Scroll to top