UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tilawatil Qur’an wal Funun Islamiyah (TQFI) Universitas Islam Indonesia (UII) resmi membuka babak grand final International Qur’anic Festival (IQAF) 2026 di Auditorium Fakultas Agama Islam (FIAI) UII, Sabtu (11/07). Kompetisi perdana berskala internasional ini menjadi wadah strategis untuk mensyiarkan Al-Qur’an sekaligus mempererat tali silaturahmi antar ahli Qur’an dalam maupun luar negeri.
Meskipun UKM TQFI baru berusia 2 tahun di lingkungan UII dan kompetisi IQAF ini baru pertama kali diadakan, ajang tersebut sukses menarik minat yang luar biasa. Lebih dari 200 peserta dari 85 perguruan tinggi ikut berkompetisi pada babak penyisihan, hingga akhirnya menyisakan para finalis dari 34 universitas yang berhasil lolos ke babak grand final di Yogyakarta.
Universitas Islam Indonesia berharap ajang ini tidak sekadar menjadi ruang kompetisi, melainkan ajang pengenalan Al-Qur’an secara luas. Selain untuk membentuk generasi muda yang unggul dan mampu mengamalkan nilai-nilai suci, festival ini juga difokuskan untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat semangat moderasi di kalangan mahasiswa.
“Di tengah dunia yang semakin kompleks, maka kegiatan seperti ini mengingatkan kita bahwa Al-Qur’an adalah pemersatu umat, sumber kedamaian, sekaligus pedoman untuk membangun peradaban yang berkeadilan,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan, dan Kealumnian UII, Dr. Nurjihad, S.H., M.H., saat membacakan amanat dari Rektor UII. Ia juga berpesan agar para finalis dapat tampil secara penuh keikhlasan, sportivitas, dan semangat belajar.
Sementara itu, Pembina TQFI UII, Tajul Muluk, S.Ud., M.Ag., menjelaskan bahwa pendekatan seni seperti cabang tilawah, tartil, khat, syarhil, hingga tahfidz merupakan metode yang paling efektif bagi masyarakat untuk menangkap keindahan Al-Qur’an. Festival ini menjadi momentum penting untuk menikmati nilai-nilai suci tersebut melalui keindahan karya seni.
Apresiasi terhadap antusiasme peserta juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana IQAF 2026, Muhammad Muhadir Asnawi. Ia menilai kehadiran para finalis dari berbagai penjuru daerah, termasuk dari luar pulau seperti Kalimantan, merupakan kebanggaan besar bagi pihak panitia.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang telah menempuh perjalanan jauh. Kami berharap ajang grand final ini tidak hanya menjadi tempat lomba, tetapi juga memberikan ruang yang menyegarkan (refreshing) bagi teman-teman semua di Yogyakarta,” ungkap Muhadir.
Sebagai puncak acara, pembukaan festival ini ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Wakil Rektor bersama Direktur Pembinaan Kemahasiswaan dan Pembina TQFI UII di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan yang hadir. Rangkaian acara pembukaan tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama secara khidmat. (KS/AHR/RS)





