• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membincangkan Masa Depan Islam di Indonesia Melalui Pameran
Berita Kegiatan, Pilihan

Membincangkan Masa Depan Islam di Indonesia Melalui Pameran

Kajian tentang masa depan Islam di Indonesia saat ini sedang ramai diperbincangkan, terutama di ranah akademik. Beberapa pendapat menyatakan bahwa Indonesia akan bangkit sebagai negara yang menjadi model pertemuan Islam, kemajuan ekonomi dan perkembangan demokrasi yang positif. Sejak wacana ini digelontorkan, masyarakat sipil dan pemerintahan Indonesia ini dengan memperkenalkan beberapa konsep, semisal Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan.

Namun, dalam ranah kultural, tak banyak pameran yang membahas tentang masa depan Islam di Indonesia. Sebagai upaya untuk mengisi kekosongan tersebut, Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam lndonesia (UII) mengadakan pameran bertemakan masa depan Islam di Indonesia. Pameran ini bertujuan untuk menawarkan perbincangan baru yang realistis namun optimistis tentang Islam di Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada, Hadza Min Fadhli Robby, S.IP., M.Sc. dalam pembukaan Pameran Masa Depan Islam di Indonesia, Senin (15/7) di Gedung Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Selain itu, Hadza menambahkan pula bahwa pameran ini diharapkan bisa menjadi penyegar di tengah hiruk-pikuk yang tak usai tentang pemilu dan Islam politik. “Kami lngin mengajak khalayak umum, dari anak TK sampai paruh baya, untuk berbincang mengenai kemana Indonesia dan umat Islam Indonesia akan menuju,” ungkap Hadza.

Pameran yang berlangsung dari 15 Juli hingga 15 Agustus 2019 di Auditorium Gedung Yayasan Badan Wakaf UII ini dibuka oleh Prof. Dr. Mahfud MD, S.H., S.U. Pada pidato pembukaannya, Prof. Mahfud MD mengatakan Indonesia saat ini tengah berkembang menuju negara islami. “Berbeda antara negara Islam dengan negara Islami. Islami artinya lebih menunjuk pada sifat. Karena ada negara Islam yang tidak Islami dan ada negara bukan negara Islam tetapi Islami,” ujarnya.

Prof. Mahfud MD menambahkan negara yang Islami ini bercirikan antara lain masyarakat dan pemerintahnya yang jujur, taat hukum dan sebagainya. Ajaran Islam dari zaman sebelum kemerdekaan telah didakwahkan melalui dua jalur, yakni jalur struktural dan non-struktural. Struktural disini melalui kegiatan yang berhubungan dengan pemerintahan pada zaman itu yakni kerajaan seperti yang dilakukan Walisongo. Sedangkan non-struktural diluar lingkup kerajaan seperti melalui budaya yang dilakukan Sunan Kalijaga.

“Kita ketahui dulu Sunan Kalijaga dakwahkan Islam melalui wayang yang lebih mudah dipahami masyarakat saat itu, sehingga perkembangannya hingga saat ini banyak ajaran-ajaran Islam yang bisa menjadi gaya hidup,” ujarnya.

Sementara itu Dr. M. Najib Azca, Ph. D., mengatakan pentingnya melihat dan mempelajari perkembangan Islam dari masa lalu dan masa kini, dalam melihat bagaimana masa depan Islam di Indonesia. Melihat perjuangan cendekiawan muslim agar dijadikan fondasi dalam melihat perkembangan Islam ke depan. Ini dikarenakan perkembangan Islam hingga saat ini tidak lepas dari perjuangan cendekiawan muslim pada masa lalu.

“Bagaimana dalam membincang masa depan ini tidak bisa lepas dari masa lampau dan masa kini. Dengan fondasi yang kuat perkembangan Islam di Indonesia akan semakin baik,” ungkapnya. (ENI/RS)

15 Juli 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/07/Membincangkan-Masa-Depan-Islam-di-Indonesia-Melalui-Pameran.jpg 325 487 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-07-15 16:32:072019-07-16 09:31:58Membincangkan Masa Depan Islam di Indonesia Melalui Pameran

Berita Terakhir

  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Remediasi Limbah Laboratorium dengan Pakcoy Link to: Remediasi Limbah Laboratorium dengan Pakcoy Remediasi Limbah Laboratorium dengan Pakcoy Link to: MONEV PKM di UII Tampilkan Karya Inovasi Inspiratif Link to: MONEV PKM di UII Tampilkan Karya Inovasi Inspiratif MONEV PKM di UII Tampilkan Karya Inovasi Inspiratif Scroll to top Scroll to top Scroll to top