Limbah cair laboratorium mengandung banyak senyawa berbahaya. Di samping mengandung logam berat, limbah cair laboratorium secara kolektif dan dalam kurun waktu yang lama dapat mencemari lingkungan. Di antaranya seperti merusak struktur tanah, mengancam kelangsungan hidup ekosistem air maupun darat, serta berdampak bagi kesehatan manusia. Diperlukan agen biologis yang dapat meremediasi limbah laboratorium tersebut.

Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan untuk meremediasi limbah adalah tanaman Pakcoy (Brassica rapa). Tanaman Pakcoy sering digunakan sebagai sayur mayur. Tanaman hortikultura ini mampu mengakumulasi logam pada bagian tubuhnya sehingga dapat digunakan sebagai indikator keberadaan logam berat pada lingkungan.

Hal inilah yang mendasari 3 orang mahasiswa UII yang terdiri dari Muhammad Sarkawi (Kimia, 2017), Aditya Deska Ramadhan (Kimia, 2017) dan Septianti Putri Shopiar (Kimia, 2017) untuk memanfaatkan Pakcoy sebagai agen remediasi limbah laboratorium. Di bawah bimbingan Rudy Syah Putra, M.Si., Ph.D, tim ini membuat metode remediasi baru. Metode itu dinamakan GREEN TECH LESI(ON)2 (Electro-Asissted Phytoremediation and Double Aeration) dengan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa) untuk Remediasi Limbah Laboratorium Kimia.

Diungkapkan Muhammad Sarkawi, metode LESI(ON)2 bekerja dengan bantuan DC (power supply) pada arus konstan dan penambahan oksigen kedalam limbah cair sehingga meningkatkan transportasi zat-zat hara dan air yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini juga dapat membantu tanaman hidup lebih lama karena penambahan dari oksigen yang ada di limbah tersebut.

“Penelitian ini diharapkan akan membuat proses pengolahan limbah cair menjadi lebih efektif dan dapat bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang”, ujarnya singkat.