• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Menghadapi Pandemi Covid-19 dengan Kesabaran
Berita Kegiatan, Covid19

Menghadapi Pandemi Covid-19 dengan Kesabaran

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai telah memunculkan beragam wacana publik, salah satunya adalah dalam bentuk teori-teori konspirasi. Banyak orang yang bertanya apakah pandemi Covid-19 ini merupakan salah satu azab dari Allah, atau memang sebuah musibah. Pernyataan ini menjadi topik dalam Kajian Ulil Albab Ramadan 1441 H bertemakan Wabah Covid-19, Antara Ujian atau Azab dalam Perspektif Medis dan Agama.

Kajian yang digelar melalui aplikasi zoom dan kanal youtube Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) UII pada Senin (11/5) menhadirkan pembicara Dosen Fakultas Kedokteran UII, dr. Saifudin Ali Ahmad, M.Sc.

Saifudin Ali Ahmad mengemukakan tafsir Al Quran Surah Ar-Rum ayat 41, disebutkan perbedaan yang mendasar di antara bala atau azab, yaitu bala merupakan kebaikan yang datang dari Allah dengan tujuan untuk menguji manusia dan meninggikan derajatnya. Sedangkan musibah merupakan hal yang datang akibat ulah perbuatan manusia itu sendiri.

Saifudin Ali Ahmad melanjutkan, bahwa cara yang diajarkan oleh Al Quran untuk keluar dari wabah ini ialah kembali ke jalan yang benar. Apabila sebelumnya kita sering meninggalkan sholat, maka cara untuk keluar dari wabah ini ialah memperbaiki diri dengan mendirikan sholat.

Wacana publik yang menimbulkan pertanyaan “Apakah wabah covid-19 merupakan azab atau musibah?” Saifudin Ali Ahmad menjawab bahwa semuanya bergantung pada perspektif kita. “Sebaiknya kita senantiasa mengoreksi amal kita, apakah sudah baik semuanya? Apabila dirasa amalan kita masih kurang, pandemi ini seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki amalan kita. Hal ini dapat dilakukan dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan menjauhkan setiap larangannya. Semua kejadian yang ada di muka bumi, tidak terkecuali wabah covid-19 ini.

Oleh sebab itulah menurut Saifudin Ali Ahmad sebagai manusia yang beriman, kita dianjurkan untuk ikhlas dan sabar dalam menghadapi kondisi ini. Karena segala sesuatu yang datangnya dari Allah pasti membawa suatu pesan bagi kita, apabila kita dapat bersabar maka pesan itu akan sampai kepada kita.

Saifudin Ali Ahmad menambahkan, bahwa kesabaran juga dapat menjadikan tolak ukur keimanan kita karena sesungguhnya Allah sedang menguji kekuatan iman kita. Apabila kita sabar, bahkan di kondisi yang sulit sekalipun, maka insyaAllah itu merupakan salah satu ukuran kuatnya iman kita sebagai umat muslim.

Wabah covid-19 secara medis telah tergolong sebagai pandemi, karena telah menginfeksi ke hampir seluruh negara di dunia dan semua orang beresiko tertular. Apabila dilihat dari pola transmisinya, pencegahan yang paling krusial adalah dengan menerapkan penggunaan masker setiap keluar rumah dan berjaga jarak dengan orang lain.

Dijelaskan Saifudin Ali Ahmad, salah satu perkara yang harus kita amalkan dalam menghadapi pandemi telah tertulis dalam suatu hadist yang artinya, Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari).

“Hadist ini mengajarkan kita untuk senantiasa berdiam diri di rumah untuk menghindari terserang wabah. Hal ini pun juga sudah dianjurkan oleh pemerintah Indonesia,” tandasnya. (VTR/RS)

12 Mei 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/03/Masjid-Ulil-Albab-Kampus-Terpadu-UII-1.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png humas2020-05-12 23:53:032020-05-15 11:28:55Menghadapi Pandemi Covid-19 dengan Kesabaran

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: PMB UII Tawarkan Pola Seleksi Baru Link to: PMB UII Tawarkan Pola Seleksi Baru PMB UII Tawarkan Pola Seleksi BaruAkreditasi Unggul Prodi UII Link to: Memulai Bisnis Sedari Dini Link to: Memulai Bisnis Sedari Dini Pentingnya Menjaga Sport PerformanceMemulai Bisnis Sedari Dini Scroll to top Scroll to top Scroll to top