• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Strategi Pembelajaran Daring Selama Pandemi
Berita Kegiatan

Strategi Pembelajaran Daring Selama Pandemi

Banyak aspek kehidupan yang mulai ditata ulang dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sekolah sebagai tempat belajar harus dilakukan di rumah. Hal ini yang terkadang dapat membuat stress para orangtua dalam mendampingi belajar daring anak-anaknya. Ikatan Keluarga Alumni Teknik Indutri Universitas Islam Indonesia (UII) pada Minggu (26/7) mengadakan webinar bertema strategi pembelajaran daring untuk orangtua selama pandemi. Webinar ini merupakan salah satu bentuk kolaboraksi satu visi menuju 40 tahun Teknik Industri UII pada 2022.

Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd., lulusan Teknik Industri UII tahun 1994 yang sekarang menjadi Dosen PGSD Universitas Djuanda dan Founder Rumah Inklusif, berkesempatan mengisi kegiatan webinar. Menurutnya, pendidikan menjadi hal yang tidak akan pernah mati. Point besar pendidikan tidak hanya mengajar, namun juga mendidik.

Menurut data UNICEF pandemi membuat adanya penutupan sekolah di 188 negara dengan total 91% atau 1,6 siswa. Sedangkan di Indonesia tercatat 60 juta siswa terdampak. Rasmitadila mengaku mendapatkan keluhan dari banyak orangtua melalui chat maupun telepon. Menurutnya keluhan tersebut disebabkan tidak siapnya mereka dalam menghadapi fenomena baru harus mendampingi anaknya belajar, padahal banyak ibu yang juga bekerja di luar rumah.

Tidak hanya Indonesia, negara lain juag dinilai tidak siap 100% dalam mengontrol pendidikan di negaranya. Segala aspek pendidikan harus dirubah termasuk sistem pembelajarannya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rasmitadila dengan sampel 451 siswa Sekolah Dasar beberapa provinsi di Indonesia ditemukan bahwa 94,5% siswa lebih mudah diajar oleh guru secara langsung.

Selain di sekolah belajar, murid-murid juga dapat bermain dengan teman-temannya sehingga tidak bosan dibandingkan dengan belajar di rumah saja yang mudah membuat jenuh. Sedangkan orangtua ditemukan lebih sering stress karena mendampingi anak-anaknya belajar setiap hari di samping pekerjaannya dan juga pusing harus sering membeli paketan. Dari sisi guru, ditemukan bahwa pembelajar daring harus memperhatikan aspek siswa, orangtua, dan guru.

Menurut Rasmitadila, sistem pembelajaran tidak dapat hanya melihat dari satu sisi, melainkan dari setiap sisi guru, siswa, dan orangtua. Dengan hal ini maka harus duduk bersama tanpa saling menyalahkan. Bagi guru terdapat beberapa strategi pembelajaran daring seperti membuat video. “Ini akan sulit bagi yang gaptek, maka guru juga harus meningkatkan kemampuannya,” jelasnya.

Selain trategi pembelajaran, guru juga dapat membuat strategi lain yang mempermudah siswa dan orangtua yang mendampinginya. Rasmitadila menyebutkan terdapat dua pembelajaran jarak jauh, yakni dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Pemerintah juga memberikan relaksasi kurikulum bagi setiap guru dengan dibolehkan tidak mencapai target yang dibuat sebelumnya, misal C1-C6 maka boleh diturunkan menjadi C1-C3. “Buat konsep yang disesuaikan dengan kebutuhan. Konsep merdeka belajar juga bisa dipakai. Guru itu boleh mengganti merubah proses belajarnya yang tidak menyusahkan guru, siswa, dan orangtuanya,” jelasnya.

Dalam sekolah biasa terdapat tiga aspek penilaian, berupa afektif (sikat), kognitif (pengetahuan), dan psikomotorik (keterampilan). Hasil survei Rasmitadila, ditemukan bahwa lebih dari 50% nilai kognitif siswa dinilai palsu sebab pekerjaan dikerjakan oleh orangtuanya. Yang dapat dipastikan adalah hanya nilai keterampilan, karena hanya dapat dilakukan oleh siswa yang bersangkutan. Keterampilan ini seperti membaca puisi dan menggambar. Meskipun begitu, Rasmitadila menganggap bahwa ini bukan soal besar sebab penilaian dapat dimodifikasi dengan komunikasi yang baik dengan orang tua. “Pembelajaran daring ini komunikasi efektif dari guru dan orangtua maka harus diterapkan sehingga tidak ada miscom,” tambahnya.

Apapun model pembelajaran akan tetap dilaksanakan jika dikomunikasikan dengan baik antar semua pihak yang terlibat. Sedangkan pembelajaran luring misal bagi orangtua yang tidak memiliki laptop atau telepon genggam, maka dapat difleksibelkan dengan mendownload buku pembelajaran yang telah disediakan oleh kemendikbud lalu dicetak untuk proses belajar mandiri. “Guru dapat memetakan orangtua itu butuhnya daring apa luring misal anaknya berapa punya laptop atau gadget tidak?” sebutnya.

Di akhir sesinya, Rasmitadila mengingatkan kembali bahwa kemendikbud sudah memberikan kemudahan dengan target yang dapat ditambah atau dikurangi. “Yang penting ada prosesnya ada progresnya. Pencapaian anak tidak harus kognitif, yang penting semua harus seimbang,” tutupnya. (SF/RS)

28 Juli 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Kampus_UII-2.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-07-28 22:21:382020-07-28 22:21:38Strategi Pembelajaran Daring Selama Pandemi

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menjadi Generasi Qurani di Tengah Pandemi Link to: Menjadi Generasi Qurani di Tengah Pandemi Menjadi Generasi Qurani di Tengah Pandemi Link to: Menata Ulang Tujuan di Era New Normal Link to: Menata Ulang Tujuan di Era New Normal Pernyataan Sikap UIIMenata Ulang Tujuan di Era New Normal Scroll to top Scroll to top Scroll to top