• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Menggapai Kemenangan dengan Menuntut Ilmu
Berita Kegiatan

Menggapai Kemenangan dengan Menuntut Ilmu

Metode dan Tahapan Belajar, itulah tema yang diangkat dalam kajian Lembaga Dakwah Kampus, Korps Dakwah Universitas Islam Indonesia (LDK Kodisia) yang didukung oleh Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam UII. Tema diangkat berdasarkan HR. Ibnu Majah no. 224, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim”. Kajian ini dilaksanakan dalam satu sesi tiap pekan oleh Ustadz Muhammad Rezki Hr. Ph.D., Alumnus Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta, yakni pada Sabtu (15/8) dan Sabtu (22/8).

Ustadz Rezki berdakwah berdasarkan referensi Kitab Hilyah Tholibil ‘Ilmi Karya Syaikh Bakr bin Abdullah. Dalam kitab tersebut, dikatakan terdapat enam metode dan tahapan menuntut ilmu. Di antaranya mempelajari kitab ringkas, menghafal, tidak langsung belajar kitab besar, tidak berpindah kitab lain sebelum selesai mempelajarinya, mencari kaidah di dalamnya, dan fokus meningkatkan keilmuan.

Ustadz Rezki menyatakan terdapat lima sifat yang harus dimiliki penuntut ilmu, jika hilang salah satunya maka akan cacat atau kurang. Kelima sifat tersebut terdiri atas akal baik, agama baik, ketelitian, memiliki kecerdasan atau kecakapan dalam berkarya, dan dikenal memiliki amanah.

Dalam kitabnya Syaikh Bakr kata Ustadz Rezki, awal seseorang menuntut ilmu seharusnya dengan mempelajari, menghafal, dan mencari faedah-faedah dari kitab kecil atau ilmu dasar. Seperti sebelum kuliah, maka harus melalui fase Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. “Tidak boleh seseorang sibuk dengan kitab-kitab yang panjang atau tebal, semua berawal dari yang kecil dan dasar,” ungkap Ustadz Rezki.

Lebih lanjut, Ustadz Rezki menuturkan upaya menghafal dapat dilakukan dengan bantuan orang lain, seperti setoran hafalan. “Mungkin kalau hafal sendiri lancar-lancar saja padahal ada salah atau kurang satu huruf. Jika ada orang lain maka ia akan membetulkan atau menambah biar betul,” tambahnya.

Hafalan dan pemahaman menurut Ustadz Rezki sangatlah penting untuk dipadukan. Sebab jika hanya paham namun tidak hafal maka ia suatu saat dapat tidak ingat faedah dari suatu ilmu. Begitu pula sebaliknya jika hanya hafal namun tidak paham, maka ia seperti cacat. “Misal ada yang hafal tapi tidak paham, banyaknya para penghafal Al-Qur’an namun ia melakukan zina atau maksiat lainnya,” ucap Ustadz Rezki.

Ustadz Rezki menjelaskan seseorang juga dilarang untuk menghabiskan waktunya mempelajari dan menghafal kitab yang panjang atau tebal sebelum ia mantap dan hafal isi dari kitab yang kecil atau dasar. Tidak boleh pula berpindah secara sembarangan ke kitab lain sebelum menguasainya, karena hal ini menjadi salah satu bentuk keliruan dan ketidaksabaran. Jika ingin menulis faedah kitab secara ringkas dapat dilakukan dengan menulisnya di samping bab yang dimaksud.

“Nulis disampingnya dengan pulpen jangan pensil biar tidak hilang. Tulis dikitabnya sehingga tidak bercecer kaidah-kaidah tersebut. Ini anjuran para ulama,” ucap Ustadz Rezki.

Ustadz Rezki berpesan agar setiap orang yang menuntut ilmu dilakukan dengan totalitas dan tekun hingga mendapatkan level tinggi dan dapat beralih ke kitab yang lebih tebal. Sebab seorang penuntut ilmu tidak dapat mencampurkan dua cabang ilmu dalam satu waktu.

Namun, lebih jauh Ustadz Rezki menjelaskan jika ada orang yang ingin mempelajari dua atau lebih cabang ilmu sekaligus, maka ia harus memastikan bahwa dirinya memiliki tingkat penguasaan yang baik. Penguasaan itu antara lain kecerdasan dan pemahamannya yang tinggi. (SF/RS)

25 Agustus 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/Masjid-Ulil-Albab_UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-08-25 10:31:422020-08-25 10:31:42Menggapai Kemenangan dengan Menuntut Ilmu

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menengok Bagaimana Indonesia dan Malaysia Kelola Kota Bersejarah Link to: Menengok Bagaimana Indonesia dan Malaysia Kelola Kota Bersejarah Menengok Bagaimana Indonesia dan Malaysia Kelola Kota Bersejarah Link to: Hak dan Kewajiban Suami Istri Link to: Hak dan Kewajiban Suami Istri Hak dan Kewajiban Suami Istri Scroll to top Scroll to top Scroll to top