• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Membudayakan Baca Buku, Bukan Pajang Buku
Berita Kegiatan

Membudayakan Baca Buku, Bukan Pajang Buku

Budaya literasi di Indonesia masih terbilang rendah. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya minat dan kebiasaan membaca masyarakat. Keadaan ini seperti disampaikan Moch Awam Prakoso, penggerak literasi dan founder kampung dongeng Indonesia. Pria peraih KPAI Awards 2008 serta rekor MURI 2003 ini menjadi pembicara dalam workshop literasi Prodi Ilmu Komunikasi FPSB UII dengan tema Boost Your Reading Quality: Pandemi gini pengen ngasah skill ah! Pengen banyakin bacaan kok susah ya. Acara tersebut diadakan secara daring.

Awam Prakoso menyampaikan, mencintai buku hendaknya diawali dengan menjadikannya sebagai sahabat. “Untuk hal itu kita harus tanyakan pada diri sendiri, mengapa dia bisa menjadi sahabat?. Demikian pula dengan buku, dengan mencari buku yang kita suka agar dekat dengan buku”, ujarnya mengawali.

Ia mnegaku meski di rumahnya terdapat ribuan buku, namun yang benar-benar ia sukai hanya buku tertentu. Jika buku sudah menjadi sahabat maka ia akan menjadi teman perjalanan. Jadi baginya teman dan buku adalah sama.

Selanjutnya, ia membagikan tips bagaimana agar keluarga mencintai buku. “Strategi gemar membaca di keluarga saya bangun melalui budaya gerakan membaca di rumah. Misalnya dengan menjadwalkan membaca oleh saya kemudian besok istri saya, selanjutnya anak saya dan terus bergulir membacakan buku setiap harinya. Jadikan buku sebagai teman istirahat, sesuatu yang jarang dilakukan namun jika lelahnya digunakan untuk membaca artinya budaya literasi sudah melekat pada dirinya. Baca buku bukan pajang buku”, tuturnya.

Menurutnya, model pembelajaran literasi yang baik meliputi literasi budaya dan kewarganegaraan. Literasi baca tulis sebaiknya difokuskan pada bagaimana budaya baca dapat menjadi minat. Setiap manusia memiliki cara belajar yang berbeda-beda, ada visual atau lebih suka buku dengan gambar, auditori membaca dengan cara mendengar, serta kinestetik dan lainnya.

Adapun literasi sains yaitu keterampilan memahami fenomena alam, literasi finansial, serta literasi numerasi yaitu membaca dengan cara melihat simbol, angka, grafik, dan lainnya.

Ketika budaya literasi telah terbangun, maka membaca pertama kali adalah kebutuhan diri sendiri. Selanjutnya buku dibaca ulang sebagai kebutuhan berbagi pada orang lain. “Dengan mengulang-ulang membaca, kita tidak perlu membawa buku lagi ketika bercerita”, pungkasnya. (FNJ/ESP)

21 Desember 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/12/pexels-thought-catalog-904616.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-12-21 15:46:102020-12-21 15:47:21Membudayakan Baca Buku, Bukan Pajang Buku

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Menulis untuk Menjadi Abadi Link to: Menulis untuk Menjadi Abadi Menulis untuk Menjadi Abadi Link to: Refleksi Diri Melalui Sejarah dan Peradaban Link to: Refleksi Diri Melalui Sejarah dan Peradaban Refleksi Diri Melalui Sejarah dan Peradaban Scroll to top Scroll to top Scroll to top