• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Pojok Rektor2 / Ramadan, Bulan Membaca
Pojok Rektor

Ramadan, Bulan Membaca

Ramadan merupakan bulan dengan berjuta kebaikan. Pembukanya adalah rahmat, tengahnya ampunan, dan penutupnya pembebasan dari api neraka. Ketika Ramadan pula, pedoman hidup muslim, Al-Qur’an, diturunkan.

Wahyu pertama (QS 96:1-5) yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad adalah tentang membaca (iqra). Ini mengindikasikan bahwa budaya membaca sangat penting dalam Islam.

Bagaimana caranya? Perintah membaca tersebut muncul sebanyak dua kali dalam wahyu awal tersebut. Membaca tidak cukup dengan sekali, tetapi harus berkali-kali.

Iqra juga bisa berarti menghimpun. Secara spesifik, membaca adalah menghimpun setiap huruf penyusun kata. Otak kita memprosesnya menjadi sebuah bacaan dengan cepat. Rentetan kata akan menjadi kalimat penyampai pesan. Kumpulan kalimat akan menghadirkan pemahaman.

Secara luas, membaca dapat juga dimaknai sebagai proses menghimpun fakta yang terserak. Membaca yang ditujukan untuk memahami sesuatu ibarat menghubungkan antartitik atau antarkonsep yang bisa jadi tidak terdeteksi pada pembacaan pertama. Pembacaan lanjutan sangat mungkin menghadirkan tilikan baru dan pemahaman yang lebih mendalam.

Ketika kapasitas personal tidak memungkinkan, membaca secara kolektif menjadi pilihan. Merujuk kita-kitab tafsir lampau yang muktabar, untuk memahami Al-Qur’an, termasuk dalam strategi ini. Keragaman tafsir akan memperkaya pemahaman.

Membaca harus diikuti dengan motivasi yang suci: dengan nama Tuhan, bismi rabbika. Di sinilah pentingnya meluruskan niat dalam membaca. Pemahaman yang kita dapatkan ketika membaca, tidak lantas menjadikan kita jumawa. Justru sebaliknya, kita merasa semakin kecil, karena paham bahwa hanya sedikit yang diketahui. Pemahaman dari membaca juga seharusnya diniatkan untuk kebaikan: meningkatkan kualitas diri, memperbaiki kualitas amal, dan menginspirasi orang lain.

Apa yang kita baca? Yang paling jelas adalah Al-Qur’an, sebagai ayat qauliyah (tanda terfirmankan) dari Allah. Membaca Al-Qur’an adalah salah satu perintah penting untuk mengisi Ramadan. Banyak muslim berniat mengkhatamkannya selama sebulan penuh. Meski, membaca Al-Qur’an sudah semestinya tidak dikhususkan hanya ketika Ramadan. Membaca Al-Qur’an dapat menghadirkan beragam manfaat.

Pertama, adalah manfaat spiritual yang bersifat transendental untuk meningkatkan keimanan (QS 22:35). Bagi muslim, tidak ada keraguan terhadap Al-Qur’an. Tadabur terhadap ayat-ayat di dalamnya akan mendekatkan kita kepada Allah dan memahamkan terhadap banyak hal untuk menebalkan imam.

Dalam Al-Qur’an, misalnya terdapat banyak ajaran indah bisa menjadi rujukan bertindak dengan kontekstualisasi kekinian. Misalnya, berdasar Al-Qur’an, yang diperjelas dengan beragam hadis, ajaran Islam melarang praktik ekonomi monopolistik (QS 22:25) dan curang (QS 83:2-3). Praktik ini terbukti, berdasar bukti empiris, telah menghadirkan banyak mudarat. Kesadaran akan indahnya ajaran Islam seperti ini seharusnya meningkatkan keimanan.

Kedua, membaca Al-Qur’an juga mempunyai manfaat rekreasional, dalam arti luas, termasuk memberikan ketenangan hati (QS 13:28). Bukti empiris ilmiah mendukung hal ini. Riset Mahjoob et al. (2016) yang dimuat di Journal of Religion and Health menemukan bahkan mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang tartil meningkatkan kesehatan mental dan ketenangan. Riset lain oleh Magomaeva et al. (2019) yang diterbitkan di Journal of the Neurological Sciences melaporkan bahwa membaca Al-Qur’an meningkatkan tingkat relaksasi dan optimisasi status sistem syaraf pusat.

Ketiga, membaca Al-Qur’an juga menghadirkan manfaat intelektual (QS 3:190). Banyak ayat dalam Al-Qur’an yang mengajak kita untuk tafakur dan melakukan refleksi atas banyak fenomena empiris. Inilah yang menunjukkan pentingnya membaca ayat kauniyah (tanda kosmos) yang terserak di semesta alam.

Al-Qur’an mengajak kita bertafakur tentang langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan, gunung yang ditegakkan, air hujan yang diturunkan, tumbuhan yang dihidupkan. Al-Qur’an juga memberitahu kita tentang penciptaan semesta (makrokosmos) dan penciptaan manusia (mikrokosmos). Melakukan tadabur alam dan riset serta membaca literatur merupakan bagian dari membaca tanda kosmos ini.

Tulisan ini telah dimuat dalam rubrik Hikmah Ramadan SKH Kedaulatan Rakyat, 18 April 2021.

18 April 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/04/Alquran-v2.jpg 1333 2000 985230102 https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png 9852301022021-04-18 16:00:562021-04-18 16:00:56Ramadan, Bulan Membaca

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Puncak Milad ke-26, FPSB UII Gelar Studium Generale dan Berikan Penghargaan Link to: Puncak Milad ke-26, FPSB UII Gelar Studium Generale dan Berikan Penghargaan Puncak Milad ke-26, FPSB UII Gelar Studium Generale dan Berikan Penghargaan Link to: Milenial dan Tiga Keutamaan Bulan Ramadan Link to: Milenial dan Tiga Keutamaan Bulan Ramadan Milenial dan Tiga Keutamaan Bulan Ramadan Scroll to top Scroll to top Scroll to top