• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Mengubah Sampah Jadi Bernilai Sebagai Sumber Daya
Berita Kegiatan, Pilihan

Mengubah Sampah Jadi Bernilai Sebagai Sumber Daya

Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Yogyakarta menggelar webinar bertema circular economy pengelolaan sampah di Indonesia pada Sabtu (29/10). Pengelolaan sampah yang tepat merupakan salah satu cara untuk mensejahterakan rakyat. 

“Bidang lingkungan hidup terus berkelanjutan, yang penting bisa mengelola ekonomi, memanfaatkan apa yang ada di lingkungan agar nantinya sampah bisa menjadi uang yang berkah dan melimpah,” ucap Prof. Mahfud Sholihin, SE, M.Acc., Phd., Ak. CA. selaku ketua ICMI Organisasi Wilayah Yogyakarta.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kaprodi Teknik Lingkungan UII, Dr. Eng. Awaluddin Nurmiyanto, S.T., M.Eng. bahwa semua orang bertanggung jawab untuk mengelola sampah. Jika ditinjau dari sirkuler ekonomi, banyak hal terkait pengelolaan sampah. “Untuk mengatakan sampah itu sumber daya, perlu perubahan cara pandang,” tuturnya. 

Keberadaan sampah yang sebenarnya sumber daya, perlu diaktualisasikan dengan usaha-usaha masyarakat untuk mengelolanya. Dengan seperti itu, maka dapat mendukung aktivitas ekonomi serta efisiensi sumber daya.

Salah satu contoh nyata, dengan mengkampanyekan pengelolaan sampah berkelanjutan dari sumber sampah bersama aplikasi Rapel (Rakyat Peduli Lingkungan). Rapel merupakan aplikasi untuk menjual sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual dan telah dipilah menurut jenisnya oleh pemilik sampah yang menjadi user atau pengguna aplikasi. 

“Rapel, mengkampanyekan gerakan pengelolaan sampah dari sumber sampah dengan menyediakan sistem pembelian sampah (recyclable) terpilih secara online,” ujar Marta Yenni, S.P. selaku Perwakilan Rapel.

Menurutnya, ada beberapa hal yang melatarbelakangi adanya Rapel; seperti rendahnya masyarakat tentang pengelolaan sampah berkelanjutan, belum banyak masyarakat yang melakukan pemilahan sampah, dan lain sebagainya.

Berdasarkan survey yang dilakukan pada tahun 2015 dan 2018, sebagian masyarakat yang telah melakukan pemilahan sampah kecewa karena setelah dipindah kemudian dicampur lagi saat diambil oleh petugas. “Maka dari itu, Rapel hadir untuk Indonesia,” pungkasnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Biomagg, perusahaan pengelolaan sampah. Aminudin SP. sebagai CEO Biomagg, menuturkan bahwa berdasarkan survey, 81 % masyarakat Indonesia tidak memilah sampah. Indonesia sebagai negara kedua penghasil limbah makanan terbesar di dunia, perlu segera mengatasi problematika sampah yang ada. “Biomag hadir untuk mengolah sampah organik, khususnya limbah makanan agar nantinya ke depan Biomags mampu menghasilkan sumber pangan baru,” ungkapnya.

Di sisi lain, Martius D. Adrian, M.B.A. selaku Head of Business PT. Waste4change Alam Indonesia turut menegaskan bahwa sampah jadi tanggung jawab semua masyarakat. “PT. Wasteforchange hadir untuk mengelola sampah yang bertanggung jawab dari hulu hingga hilir,” ujarnya. 

Menurutnya, ada 2 solusi Waste4change untuk mengelola sampah organik, (1) pengangkutan sampah organik dan sampah anorganik via pelayanan pengangkutan sampah responsible waste management dan zero waste to landfill waste4change, (2) proses sampah organik di rumah menggunakan composing bag waste4change yang terjangkau dan mudah digunakan.

Pihaknya mengumpulkan dan mengolah sampah secara bertanggung jawab dengan menciptakan kesadaran dan edukasi tentang pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. “Kumpul-angkut-buang tidak menyelesaikan masalah, tetapi hanya memindahkan masalah dan menciptakan masalah baru,” pungkasnya. (LMF/ESP)

31 Oktober 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/09/bank-sampah-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-10-31 15:41:122022-11-01 15:46:01Mengubah Sampah Jadi Bernilai Sebagai Sumber Daya

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Semua Profesi Punya Peran Yang Penting Dalam Dakwah Link to: Semua Profesi Punya Peran Yang Penting Dalam Dakwah Semua Profesi Punya Peran Yang Penting Dalam Dakwah Link to: Alumni UII Turut Majukan BPJS Kesehatan Link to: Alumni UII Turut Majukan BPJS Kesehatan Alumni UII Turut Majukan BPJS Kesehatan Scroll to top Scroll to top Scroll to top