• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Prof. Yandi Syukri Ingin Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi Farmasi di Ind...
Berita Kegiatan, Pilihan

Prof. Yandi Syukri Ingin Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi Farmasi di Indonesia

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan kesungguhannya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia bidang kesehatan. Kali ini, seorang Profesor sekaligus Ketua Jurusan Farmasi UII, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si, resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) Periode 2023-2027. Pemilihan ketua APTFI tersebut merupakan hasil dari musyawarah anggota APTFI di dalam kongres dan disetujui oleh peserta sidang. Program Studi Farmasi UII sendiri telah menjadi bagian dari APTFI selama 23 tahun sejak tahun 2000.

Dikatakan Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, APTFI merupakan sebuah wadah bagi pengembangan farmasi di Indonesia dan beranggotakan pimpinan dari masing-masing Perguruan Tinggi. ”Ini adalah asosiasi yang anggotanya adalah pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia,” ungkap Prof. Dr. apt. Yandi Syukri.

Prof. Dr. apt. Yandi Syukri menyebut bahwa saat ini permasalahan kebutuhan tenaga apoteker di Indonesia masih belum terpenuhi. “Permasalahan utama di pendidikan farmasi Indonesia yang pertama itu kalau kita lihat kebutuhan berapa apoteker yang dibutuhkan saat ini dan berapa produksi apoteker dari Pendidikan Tinggi Farmasi itu gap-nya sangat tinggi, dalam artian produksi apotekernya sedikit tapi kebutuhannya itu tinggi. Apalagi untuk di daerah-daerah Timur, atau daerah-daerah yang masih butuh pengembangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri menambahkan terkait upaya meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi Farmasi di Indonesia. Salah satu tugas terberat adalah meningkatkan jumlah Prodi Farmasi tingkat sarjana yang terakreditasi unggul. Menurutnya, masih terdapat lebih dari 50 persen Pendidikan Tinggi Farmasi, terutama S1-nya yang terakreditasi C.

Penguatan mutu merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan Farmasi Indonesia. “Penting untuk upaya-upaya penguatan pendampingan, untuk penguatan mutu supaya Pendidikan Tinggi Farmasi yang masih belum bagus ya akreditasinya itu harus ditingkatkan. Nah apa artinya? Kalau akreditasinya itu meningkat, kalau dia sudah bisa B S1-nya, mereka bisa mendirikan Program Studi Profesi Apoteker. Karena syaratnya itu untuk PSPA itu harus akreditasinya minimal Baik Sekali ya, atau B, sekarang Baik Sekali,” paparnya.

Kemudian Prof. Dr. apt. Yandi Syukri juga mengatakan bahwa pentingnya peran mitra strategis dalam penguatan mutu pendidikan farmasi. “Yang paling pertama itu adalah bagaimana penguatan mutu ya, mutu dan kualitas dari Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia, dan juga ya termasuk bagaimana memfasilitasi supaya ada akselerasi (percepatan) untuk pembukaan Program Profesi Apoteker. Nah sehingga ya Sarjana Farmasi terserap ke sana, kan begitu kan?. Nah ini, karena APTFI itu yang paling berperan di sana, karena untuk membuka Profesi Apoteker itu kan ada rekomendasi juga dari asosiasi, dan juga dari Ikatan Apoteker Indonesia,” pungkasnya. (JR/ESP)

16 Mei 2023
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/05/farmasi-UII.jpg 450 688 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2023-05-16 08:00:212023-05-19 20:34:03Prof. Yandi Syukri Ingin Perkuat Mutu Pendidikan Tinggi Farmasi di Indonesia

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • BP Inauguration 2026: Momen Selebrasi dan Transformasi Mahasiswa Bridging Program UII

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mahasiswa FMIPA UII Berjaya di Pilmapres Wilayah V DIY Link to: Mahasiswa FMIPA UII Berjaya di Pilmapres Wilayah V DIY Mahasiswa FMIPA UII Berjaya di Pilmapres Wilayah V DIY Link to: Bekerja Berlandaskan Ibadah, Manifestasi Keberhasilan di Akhirat Link to: Bekerja Berlandaskan Ibadah, Manifestasi Keberhasilan di Akhirat Bekerja Berlandaskan Ibadah, Manifestasi Keberhasilan di Akhirat Scroll to top Scroll to top Scroll to top