,

UII Wisuda 766 Lulusan: Tekankan Integritas, Empati, dan Semangat Bertumbuh

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar wisuda jenjang Doktor, Sarjana, dan Diploma Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu-Minggu (25-26/04) di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir. Pada periode kali ini, UII mewisuda sebanyak 766 lulusan terdiri dari 9 doktor, 116 magister, 632 sarjana, dan 2 ahli madya. Sehingga, sampai saat ini tercatat lebih dari 137.063 alumni yang berkiprah dalam berbagai peran baik dalam negeri maupun mancanegara.

Rektor UII, Fathul Wahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru di kehidupan nyata. “Wisuda sering dianggap sebagai garis akhir dari perjalanan panjang pendidikan. Namun sesungguhnya, wisuda lebih tepat disebut sebagai titik awal,” ujarnya.

Fathul Wahid juga menekankan pentingnya kepercayaan dan karakter dalam dunia profesional. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga integritas dan kemampuan untuk terus belajar. “Dalam jangka panjang, kepercayaan selalu lebih mahal daripada kepintaran,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Alumni UII, Rizky Wijaya, S.H., LL.M turut memberikan pesan kepada para wisudawan agar siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berubah. Ia menekankan pentingnya sikap adaptif dan menjaga integritas dalam berkarier. “Skill dan kompetensi kalian mungkin membuat kalian diterima kerja, tapi integritaslah yang akan membuat kalian bertahan,” ujar Vice President Corporate Banking PT Bank Mandiri (Persero).

Rizky juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring melalui ikatan alumni sebagai bentuk kolaborasi dan saling mendukung antarsesama lulusan. Ia menyebut bahwa silaturahmi menjadi kekuatan penting dalam membuka peluang dan memperluas manfaat.

Sementara itu, Wakil Alumni lainnya, dr. Dita Anggara Kusuma, Sp.OT, Subsp. Onk. Ort. (K) membagikan pengalaman pribadinya sebagai dokter yang menangani pasien kanker. Ia menekankan bahwa dunia kerja menuntut kontribusi nyata, bukan sekadar gelar akademik. “Dunia tidak terlalu peduli dengan gelar kalian. Dunia peduli pada apa yang bisa kalian lakukan,” ungkapnya.

Melalui kisahnya, dr. Dita juga menyoroti pentingnya empati dan makna dalam menjalani profesi. Ia mengajak para lulusan untuk tidak hanya mengejar kesuksesan, tetapi juga memberikan dampak bagi orang lain. “Jangan hanya mengejar sukses—kejarlah makna,” pesannya.

Wisuda ini menjadi momentum bagi para lulusan UII untuk melangkah ke dunia baru dengan bekal ilmu, nilai, dan karakter. Dengan semangat integritas, empati, serta kemauan untuk terus belajar, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak hanya sukses secara individu, tetapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat. (AHR/RS)