Meneladan Keluarga Nabi Ibrahim: Refleksi Idul Adha di UII untuk Menghadapi Ujian Zaman
Takmir Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada hari Rabu (27/5) dengan penuh kekhidmatan di pelataran Gedung Fakultas Hukum (FH) UII. Ribuan jamaah dari sivitas akademika dan masyarakat sekitar memadati saf yang telah disediakan.
Bertindak sebagai khatib Ir. Risdiyono S.T., M. Eng.,PhD., IPM dan imam sholat oleh Ustadz Tantan Qital Barozi, S.Ag. Pada kesempatan kali ini, di tengah situasi bangsa yang dinilai sedang menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari sektor ekonomi, politik, dan moralitas, momentum Idul Adha tahun ini dijadikan sebagai refleksi mendalam bagi seluruh jamaah untuk memperkuat ketaqwaan dan keteguhan mental.
Risdiyono menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi ketakwaan serta pentingnya membangun ketangguhan mental dengan meneladani keluarga Nabi Ibrahim AS. Ia menegaskan bahwa taqwa merupakan pondasi utama yang menentukan derajat kemuliaan seorang hamba di sisi Allah SWT. Menukil perkataan ulama tabi’in Thalaq bin Habib, khatib menjelaskan hakikat taqwa yang sesungguhnya,
“Yang namanya takwa adalah engkau beramal dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas cahaya, di atas petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala karena kita mengharapkan ganjaran pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita meninggalkan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas cahaya Allah, di atas petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala karena kita takut akan balasan siksa dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” imbuhnya.
Selain itu, Risdiyono menyampaikan tiga hal yang dapat dipelajari tentang mentalitas dari Nabi Ibrahim. Pertama, kuatnya iman, aqidah dan tauhid kita sebab hal ini telah langsung dicontohkan oleh Nabi Ibrahim saat berhadapan dengan api. Kedua, semangat ikhtiar yang maksimal yang telah dicontohkan oleh Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya. Ketiga, mudah untuk menerima takdir yang telah ditentukan oleh yang maha kuasa.
Melalui momentum Hari Raya Idul Adha ini, UII mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan kembali makna pengorbanan yang sesungguhnya. Dengan pondasi keimanan yang kokoh, semangat ikhtiar yang tinggi, serta keikhlasan terhadap takdir, setiap Muslim mempunyai harapan bangkit dari kegagalan dan menjadi pribadi yang lebih tangguh di masa depan.(RMD/AHR/RS)





