• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Adaptasi Ergonomi dan K3 di Era Kerja Digital
Berita Kegiatan

Adaptasi Ergonomi dan K3 di Era Kerja Digital

Webinar Nasional FTI UII Bahas ergonomi dan K3

Jurusan Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar National Monthly Webinar edisi ketiga dengan mengangkat tema Adaptation of Ergonomics and Occupational Health and Safety (K3) in Modern Digital-Based Work Systems pada Jumat (13/6). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui kanal Zoom Meeting ini diikuti oleh puluhan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari berbagai kampus di Indonesia. Webinar ini menghadirkan Atyanti Dyah Prabaswari, S.T., M.Sc. sebagai narasumber utama yang membahas pentingnya peran ergonomi dan keselamatan kerja (K3) dalam menghadapi transformasi digital yang kini membentuk pola kerja masa depan.

Dalam pemaparannya, Atyanti mengangkat urgensi teknologi dalam pekerjaan-pekerjaan berisiko tinggi, seperti pemadam kebakaran, bongkar muat pelabuhan, serta sektor transportasi dan industri berat. Ia menyoroti data dari WHO yang mencatat 1,19 juta kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2023, yang menunjukkan bahwa keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama dalam desain sistem kerja modern. “Kita hidup di tengah kemajuan teknologi, tetapi nyawa manusia tetap harus menjadi prioritas utama. Teknologi harus menjadi alat bantu untuk mengurangi risiko, bukan hanya alat produksi,” jelasnya.

Atyanti juga menguraikan konsep Society 5.0 sebagai solusi masa depan yang seimbang antara teknologi dan kemanusiaan. Menurutnya, meskipun Industry 4.0 menekankan pada otomatisasi dan integrasi sistem cerdas, Society 5.0 justru menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. “Kita tidak sedang berlomba menggantikan manusia dengan mesin. Justru, teknologi harus digunakan untuk meningkatkan kualitas kerja dan kehidupan manusia. Bukan hanya soal efisiensi, tetapi tentang martabat manusia yang harus tetap dijaga di tengah digitalisasi,” ungkapnya dengan tegas.

Menyinggung kecemasan banyak pihak terhadap hilangnya lapangan pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI), Atyanti menegaskan bahwa ketakutan itu justru bisa menjadi penghambat utama kemajuan. Ia menyampaikan bahwa pekerjaan tidak akan hilang, melainkan akan mengalami transformasi bentuk dan tuntutan. “AI bukanlah ancaman yang akan mengambil semua pekerjaan kita. Yang sebenarnya berbahaya adalah jika kita menutup diri dan gagal beradaptasi. Dunia kerja sedang berubah, dan kita harus siap berubah bersamanya,” katanya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa AI kini menjadi katalisator global yang membuka jalan bagi 30 hingga 40 juta peluang kerja baru, khususnya dalam sektor yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kompleks, dan berbasis pengetahuan. Oleh karena itu, menurut Atyanti, sistem pelatihan dan pendidikan kerja pun harus berubah. “Kita tidak bisa lagi hanya melatih tenaga kerja untuk menjalankan tugas teknis. Pelatihan harus diarahkan pada pengembangan kapasitas manajerial, kepemimpinan, serta kemampuan berpikir strategis. Ini adalah investasi untuk keberlanjutan karier generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam konteks ergonomi, Atyanti menegaskan bahwa desain sistem kerja digital tidak boleh mengabaikan faktor manusia. Ia menekankan bahwa ergonomi hari ini tidak lagi hanya berbicara soal posisi duduk atau pencahayaan ruangan, tetapi bagaimana seluruh sistem kerja — termasuk interaksi dengan AI dan mesin otomatis — dirancang agar manusia tetap sehat, fokus, dan berdaya. “Ergonomi modern adalah tentang menjamin bahwa manusia tidak kehilangan perannya dalam sistem digital. Kita perlu memastikan bahwa teknologi bekerja untuk manusia, bukan sebaliknya,” pungkasnya.

Webinar ini menjadi bagian dari komitmen UII untuk terus berkontribusi dalam penyebaran pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui forum akademik semacam ini, diharapkan mahasiswa dan sivitas akademika mampu membekali diri dengan perspektif baru dalam menyongsong dunia kerja yang tidak hanya serba digital, tetapi juga menuntut kepekaan sosial, adaptasi kognitif, dan kepedulian terhadap keselamatan manusia. (IMK/AHR/RS)

15 Juni 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250613-WA0010.jpg 842 1596 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png Humas2025-06-15 14:11:402025-07-10 09:21:09Adaptasi Ergonomi dan K3 di Era Kerja Digital

Berita Terakhir

  • UII Perkuat Kemitraan dengan Pemkab Temanggung dan IKA UII Jawa Tengah
  • UII Umumkan Pemenang Sayembara Mural Nasional Milad ke-83
  • UII Perluas Kemitraan dengan Pemkab Temanggung
  • UII Wisuda 31 Peserta Sekolah Lansia EduSia Maharani
  • UII Gelar Bedah Buku Mahfud MD, Angkat Dinamika Hukum dan Politik Nasional

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Mengasah Kepedulian kepada Palestina Link to: Mengasah Kepedulian kepada Palestina Mengasah Kepedulian kepada PalestinaLembaga Dakwah FIAI UII Gelar Kajian Peduli kepada Palestina Link to: Kajian Spesial Idul Adha Bahas Filosofi Sate Qurban Link to: Kajian Spesial Idul Adha Bahas Filosofi Sate Qurban Masjid Ulil Albab UII gelar kajian Idul AdhaKajian Spesial Idul Adha Bahas Filosofi Sate Qurban Scroll to top Scroll to top Scroll to top