Data matematika sains kerap kali dianggap jauh dari aktivitas sehari-hari serta tidak begitu aplikatif. Padahal, jika diperhatikan secara seksama, implementasi dari data sains sangat erat dan lekat kaitannya dengan berbagai sendi kehidupan manusia, termasuk dalam menghadapi fenomena global. Hal inilah yang berusaha diangkat oleh Center of Data Science Universitas Islam Indonesia (CDS UII) dengan menyelenggarakan Data Science Talk & Workshop Series (DTWS) pada Jumat (13/3) sampai Ahad (15/3).

Bertempat di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito UII, acara yang dikemas dalam bentuk talkshow dan workshop ini mengusung tema “Data Science Applications for Anticipating Global Phenomena”. Empat belas ahli di bidangnya, termasuk Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., menjadi pengisi dalam 8 talk dan 4 workshop yang ada.

Delapan talks tersebut membicarakan empat topik besar, yakni Moral Decline, AI-Based Weaponry, Economic Gap, serta Global Warming. Sedangkan, pada empat workshop yang diselenggarakan dua kali secara bersamaan, diberikan pelatihan Deep Learning, Text Analytics, Data Exploration & Visualization, dan Writing a Successful Start-up Proposal.

Terdapat beberapa kegiatan yang merupakan hasil kerjasama CDS UII dengan Inkubator Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) UII, yaitu workshop Writing a Successful Start-up Proposal serta IBISMA Talk yang membahas Commercialisation and Incubator Program.

Saat ditemui di sela acara, Ahmad Fathan Hidayatullah, ST., M.Cs. selaku ketua panitia menjelaskan tujuan diselenggarakannya DTWS.

“Secara spesifik tujuan kita adalah membangun koneksi komunitas antara peneliti, mahasiswa, dan praktisi. Lalu yang kedua, kita mencoba menjadi penggerak dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di data sains. Jadi karena sekarang itu eranya sudah era data, apa-apa itu sudah data yang dibutuhkan, kita coba menjadi penggerak untuk bagaimana memanfaatkan data, mengaplikasikan data dengan harapan tujuan akhirnya adalah memberikan kontribusi kepada bangsa maupun dunia.”, jelasnya.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan dengan daerah asal yang beragam. Mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta, masyarakat umum dari dalam dan luar provinsi, bahkan peserta dari Pulau Sumatera pun turut hadir di acara yang menjadi edisi kedua setelah kehadiran perdananya di 2018 lalu ini.

Ahmad Fathan juga menyebut, pihak yang menjadi target dalam acara yang diikuti oleh 230 peserta ini adalah masyarakat secara umum, khususnya mahasiswa dan dosen, praktisi, serta peneliti. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data sains bagi semua kalangan.

“Kita sekarang sangat banyak data, data itu sangat banyak. Tetapi bagaimana data itu dimanfaatkan, bagaimana data itu memberikan pandangan kepada orang-orang itu masih belum banyak. Kita bisa menggali lebih dalam untuk mencari pengetahuan dari data.”, imbuhnya.

Di akhir kata ia menyebutkan kepedulian akan data perlu terus dibangun karena dengan data itu harapannya bisa memberikan manfaat buat orang banyak untuk mengambil keputusan dan sebagainya. (HR/ESP)