Kelestarian lingkungan merupakan tanggjungjawab bersama. Siapa pun dapat berperan mengkampanyekan isu lingkungan, termasuk arsitek. Hal inilah yang tengah dijalankan oleh Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII). Arsitektur UII kerap mengadakan kegiatan pendidikan arsitektur berkelanjutan untuk ikut membangun peradaban madani sekaligus peduli terhadap permasalahan-permasalahan lingkungan dan sosial. Seperti tergambar dalam Seminar SAKAPARI 2019 yang mengusung tema “Sustainability in Architecture” pada Kamis (31/1) yang berlangsung di Gedung FTSP UII.

Salah seorang pembicara seminar, Dr. Jatmika Adi Suryabrata yang merupakan Dosen Universitas Gadjah Mada menjelaskan mengenai Green Building Design Application and Assessment. Menurutnya, industri bangunan menyebabkan pengeluaran gas rumah kaca yang paling besar dibandingkan dengan sektor yang lain.

“Banyak energi yang terbuang dalam penggunaan AC, lampu dan barang elektronik lainnya yang menyebabkan efek rumah kaca sehingga sebagai seorang arsitek harus berhati-hati dalam merancang bangunan dan diharapkan berpegang teguh pada konsep green building supaya dapat mengurangi konsumsi energi yang terbuang sia-sia.” Tutur Jatmika.

Sedangkan Jarwa Prasetya, IAI yang merupakan dosen Jurusan Arsitektur UII menjelaskan mengenai Penerapan Sektor Tanggap Iklim di Indonesia. “Ada beberapa keuntungan yang dimiliki oleh Indonesia dengan memiliki iklim tropis seperti sinar matahari, curah hujan dan angin yang melimpah berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber energi alternatif dan energi terbarukan bagi bangunan.” Jelas Jarwa.

“Selain itu, Indonesia memiliki iklim tropis lembab yang kondisi cuacanya berada pada tingkat kenyamanan manusia pengguna bangunan, sehingga implementasi Sektor Tanggap Iklim ini berpotensi lebih luas untuk dimanfaatkan oleh seorang arsitek terutama diterapkan untuk ventilasi alami dan pencahayaan alami dalam bangunan.” Lanjutnya.

Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D. selaku Rektor UII dalam sambutannya mengharapkan kegiatan SAKAPARI 2019 dapat menginspirasi masyarakat Indonesia, khususnya di bidang arsitektur berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Siti Anisah, S.H., M.H. yang merupakan Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan Badan Wakaf UII menyampaikan ucapan selamat kepada Jurusan Arsitektur dalam sambutannya.

“Selamat kepada Jurusan Arsitektur UII yang telah konsisten, ini sudah yang ketiga menyeleggarakan kegiatan Pendidikan Arsitektur Berkelanjutan sesuai dengan visi dan misinya.” Tutur Siti Anisah. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut di masa yang akan datang dengan kajian yang lebih interdisipliner. (NIQ/ESP)