• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Belajar Tari Klasik Rangsang Keluwesan dan Rasa Percaya Diri Anak
Berita Kegiatan, Pilihan, Riset dan Inovasi

Belajar Tari Klasik Rangsang Keluwesan dan Rasa Percaya Diri Anak

Masa kanak-kanak merupakan masa pembentukan kepribadian seseorang menuju tahap remaja dan dewasa. Anak-anak relatif mudah belajar dan menyerap nilai melalui praktek. Banyak nilai-nilai positif yang bisa ditularkan ke anak-anak lewat aktifitas ekstrakulikuler yang positif. Belajar tari klasik dan tradisi salah satunya. Tari klasik dapat menjadi salah satu media pembelajaran nilai yang menarik bagi anak-anak. Sayangnya saat ini semakin sedikit orang tua modern yang tertarik mengenalkan tarian warisan adi luhung ini pada anak-anak mereka. Padahal lewat tari klasik anak dapat belajar untuk menjadi pribadi yang luwes dengan kondisi lingkungan dan lebih percaya diri ketika tampil di depan umum.

Sumber foto: solopos.com

Sebagaimana diungkapkan oleh pakar psikologi perkembangan anak UII, Irwan Nuryana Kurniawan, S.Psi., M.Si ketika diwawancarai Humas UII beberapa waktu lalu di ruang kerjanya. Menurut Irwan Nuryana, orangtua memiliki peran lebih untuk merangsang anak agar lebih percaya diri. Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan apresiasi kepada anak atas aktifitas positif yang dilakukannya.

“Seperti ketika anak mengikuti les tari klasik, ia akan berinteraksi dengan berbagai orang yang ada di lingkungan tersebut, seperti guru/mentornya, teman-teman sebaya, dan juga orang yang menonton latihan mereka. Dari situ ia akan merasakan pengalaman positif berupa apresiasi dari orang sekitar ketika berhasil melakukan gerakan-gerakan tertentu dalam tari yang semula tidak bisa dilakukannya”, jelas dosen yang sehari-hari mengajar di Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya ini.

Pengalaman-pengalaman positif tersebut jika terus diulang dan dirasakan akan turut membentuk kepribadian anak yang lebih percaya diri tampil di depan umum. Sikap tersebut tentunya dapat menjadi modal penting anak ketika ia berada di lingkungan baru. Anak pun menjadi relatif lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan di sekitarnya.

Pemaknaan Menjadi Penting

Meski demikian, menurut Irwan Nuryana Kurniawan nilai paling berharga yang dapat dipetik anak ketika belajar tari klasik adalah tentang mencintai budaya lokalnya dan keluwesan. Seni tari klasik memang sarat dengan pelajaran-pelajaran budaya yang disisipkan lewat gerakan. Salah satunya adalah nilai keluwesan di mana penari dituntut dapat menggerakkan tubuhnya secara alami mengikuti alunan suara gamelan. Semakin luwes ia menggerakkan tubuhnya dianggap semakin mahir. Hal ini mengandung makna di mana seseorang harus dapat bersikap luwes dalam berinteraksi dengan orang dari berbagai macam latar belakang.

“Oleh karena itu, orangtua harus tidak kenal lelah dan bosan menyampaikan tentang alasan mengapa si anak diajak ikut les tari. Begitu juga pemaknaan-pemaknaan yang terkandung dari tari yang dipelajari. Sampaikan dengan sederhana seperti bahasa anak-anak tentunya. Kalau tidak disampaikan ya sama saja, malah anak bisa menganggap tari sebagai rutinitas yang membosankan”, pesannya.

17 Maret 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Belajar-Tari-Klasik-Desi.jpg 325 488 Direktorat Humas UII https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Direktorat Humas UII2017-03-17 08:53:592024-07-22 11:34:41Belajar Tari Klasik Rangsang Keluwesan dan Rasa Percaya Diri Anak

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: LEM FPSB UII Jalin Kerjasama Research Link to: LEM FPSB UII Jalin Kerjasama Research LEM FPSB UII Jalin Kerjasama Research Link to: Pererat Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat, PUM Netherlands Kembali Kunjungi UII Link to: Pererat Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat, PUM Netherlands Kembali Kunjungi UII Pererat Kerjasama Pemberdayaan Masyarakat, PUM Netherlands Kembali Kunjungi... Scroll to top Scroll to top Scroll to top