Beragam Keunggulan Ditawarkan Program Studi Kimia UII

Mindset

Dalam rangka menyambut kelulusan siswa dan siswi SMA/MA/SMK dan sederajat, Program Studi Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) pada Sabtu (10/4) menyelenggarakan webinar dengan tema “Saatnya Upgrade Diri, Siapkan Masa Depan Sejak Dini”. Webinar ini disiapkan kepada para siswa/siswi yang mempertimbangkan program studi kimia UII sebagai konsentrasi studi lanjutan di perguruan tinggi. Webinar sendiri menghadirkan alumni-alumni yang telah tersebar di berbagai penjuru dunia. Para pembicara dalam webinar menjelaskan menariknya proses belajar di Program Studi Kimia UII yang menunjang kompetensi mahasiswa dalam mencapai prospek kerja.

Ulfa Alfriani Faizal S.Si misalnya, Alumni Program Studi Kimia yang saat ini menduduki jabatan sebagai Executive Secretary di PT Freeport Indonesia ini menjelaskan beragam keuntungan yang ia dapat di Program Studi Kimia UII. Menurutnya, lulusan Kimia sangat dibutuhkan sebagai ujung tombak perusahaan dalam menguji kualitas produk yang akan dipasarkan ke masyarakat. “Kimia punya cakupan yang sangat luas di berbagai sektor industri, teman-teman bisa kerja sebagai tim quality, research, bisa juga masuk ke produksi kosmetik, migas, bahkan pertanian”, terangnya. Ulfa juga menjelaskan manfaat kuliah di Kimia UII seperti menjadi pribadi yang pandai manajemen waktu, meningkatkan kemampuan berhitung hingga mengajarkan ibadah sebagai fondasi iman yang utama.

Lebih lanjut, perjalanan karir disampaikan oleh Shevina Aldila, S.Si selaku Direktur Utama PT Mitra Bersama Indo Medika sekaligus pebisnis di dunia skincare, alat kesehatan dan homestay. Menjalani langkah berbeda dengan menjadi pebisnis, Shevina menjelaskan hal ini sebagai bagian dari ujian mental untuk berani mencoba serta mindset untuk terus bertumbuh dan siap pada perubahan baru. Selain itu, Shevina juga menyampaikan kesannya ketika kulliah di S1 Kimia. Hal yang menurutnya paling diingat adalah kedekatan antara mahasiswa dengan dosen.

“Saya merasakan sekali kedekatan dengan dosen ketika masih di kampus. Meskipun dosen punya segudang prestasi maupun lulusan dari luar negeri, mereka tetap humble dan menjalin kedekatan secara personal dengan mahasiswa layaknya teman,” sebutnya. Fasilitas-fasilitas penunjang seperti laboratorium, pusat studi hingga ruang referensi juga menjadi nilai tambah Shevina ketika berkuliah di Kimia UII. Seperti yang kita tahu, Kimia UII mendapatkan predikat akreditasi kategori unggul dari BAN-PT sekaligus terakreditasi internasional oleh Royal Society of Chemistry (RSC) di UK. Kimia UII juga memiliki CEOS sebagai pusat studi minyak atsiri yang sangat terbuka bagi mahasiswa yang ingin mendalami bisnis di bidang essentional oil.

Selain bergerak sebagai tenaga kerja hingga entrepreneur, Program Studi Kimia UII juga menawarkan prospek lain, yaitu sebagai Akademisi. Pembicara yang dihadirkan yaitu Ahmad Said, S.Si., M.Sc yang saat ini masih menjalani studi sebagai penerima beasiswa Doktoral (S3) di King Fahd University of Petroleum and Minerals di Arab Saudi. Ahmad Said merupakan lulusan Kimia UII tahun 2010 yang sudah mencicipi banyak gelar maupun prestasi seperti Beasiswa Asean dan non-Asean pada masa S2, serta beasiswa dari Pemerintah Arab Saudi selama menjalani S3. “Kalau ditanya kenapa harus jadi akademisi, ya jawabannya adalah penting untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang di dapat. Kita bisa sharing ilmu dan pengalaman dan punya solusi pada suatu permasalahan,” terang Said.

Webinar diakhiri dengan pemaparan dari Aditya Deska Ramadhan dan Muhammad Sarkawi sebagai mahasiswa Kimia UII peraih penghargaan favorit presentasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-33 tahun 2020. Mereka menjelaskan mengenai gaya hidup dan belajar di masa SMA yang jauh berbeda dengan Kuliah. Mulai dari jam belajar, pemenuhan softskill yang lebih mumpuni di kampus, hingga manajemen waktu dan pentingnya mencari relasi ketika berkuliah. (IAA/RS)