Jiwa mukmin - UII - berita kontrol kehamilan

Konferensi internasional merupakan kegiatan yang selalu menarik perhatian para mahasiswa selama kuliah. Selain bisa berkunjung ke negara lain, mahasiswa yang mengikuti konferensi juga akan mendapatkan pengalaman baru. Namun demikian, tidak sedikit dari mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami cara menulis untuk mengikuti kegiatan konferensi.

Merespon hal ini, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar diskusi dengan tema Student’s Academic Writing Experiences pada Jumat (7/8). Diskusi kali ini menghadirkan Kristal Putra, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2016 yang aktif dalam penulisan ilmiah.

Kristal Putra mengaku, dari awal kuliah sudah memiliki niat ingin mengikuti program ke luar negeri. “Alhamdulillah pertama kali saya capai pada tahun 2017 dengan mengikuti kegiatan Asean Islamic Students Summit di Malaysia. Pada kegiatan tersebut saya membawa sebuah karya berupa tulisan yang berjudul peran pemuda muslim di era milenial. Total tulisan yang lolos dalam kegiatan internasional sejauh ini sudah empat judul,” kisahnya.

Proses penulisan ilmiah yang pertama menurut Putra harus ada niat. Karena dengan niat pastinya akan siap berkorban untuk memperjuangkannya. Adapun tipe mahasiswa yang aktif mengikuti konferesi dapat digolongkan menjadi dua, yakni yang pertama menulis dahulu baru kemudian mencari konferensi. Sementara yang kedua mencari konferensi terlebih dahulu baru kemudian mulai menulis.

“Adapun ide yang dapat dikembangkan dalam menulis yaitu dengan mencari hal yang menarik bagi kalian, misalnya tertarik dalam bidang pendidikan maka carilah suatu ide yang menarik terkait tema pendidikan untuk menulis paper,” jelasnya.

Ketika sudah mendapat topik mulailah menulis. Dimulai dengan mapping dan membuat konsep. Berkonsultasi dengan dosen atau teman yang konsen dengan topik tersebut. “Peran dosen untuk berkonsultasi cukup besar untuk hasil penulisan. Sebelum berkonsultasi kita harus menyiapkan judul terlebih dahulu dan menulis beberapa hal. Hal ini dilakukan agar dosen juga bersemangat dan lebih mudah dalam memberikan arahan. (FNJ/RS)