• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Olah Rohani dan Introspeksi Diri Dapat Menguatkan Jiwa
Berita Kegiatan

Olah Rohani dan Introspeksi Diri Dapat Menguatkan Jiwa

Kasus viralnya siaran live seseorang yang melakukan tindakan bunuh diri melalui media sosial mengundang reaksi yang beragam di tengah masyarakat. Selain mengundang simpati dan keprihatinan, tidak sedikit pihak yang menyayangkan kejadian itu sampai terjadi. Pasalnya, siaran live seseorang yang melakukan bunuh diri dianggap dapat memberi preseden buruk akan terulangnya kasus serupa di kemudian hari.

Kejadian ini dinilai dapat memicu orang lain untuk meniru tindakan serupa. Selain itu, dipandang dari norma sosial dan agama, tindakan bunuh diri bukanlah merupakan solusi untuk menjawab permasalahan yang tengah dihadapi. Bunuh diri dapat dicegah dengan jalan rajin mengolah rohani dan rutin melakukan introspeksi diri.

possore.com

Demikian disampaikan oleh pakar Hukum Islam UII, Dr. H. M. Roy Purwanto, S.Ag., M.Ag kepada Humas UII di kampus FIAI UII belum lama ini. “Sebuah masalah yang dihadapi oleh setiap individu memiliki kadar dan tingkatan kesulitannya masing-masing dan itu semua tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Beban yang diberikan oleh Allah kepada hambanya berbanding lurus dengan kemampuan kita dan bertujuan untuk menguji seberapa besar keimanan kita”, ungkapnya.

Menurutnya, fenomena bunuh diri salah satunya dilandasi motivasi untuk dikenang orang yang dicintai seperti istri atau keluarga. Ia menilai hal ini sebagai motivasi yang yang kurang pas, sebab Allah memberikan cobaan dan ujian untuk melatih kesabaran bukan justru disikapi dengan bunuh diri.

Selain itu, seseorang yang ingin melakukan bunuh diri menandakan ia berada di titik terendah dalam hidupnya. ”Menurut kacamata agama, orang itu mungkin keadaan imannya sedang rendah dan lemah. Secara psikologis mungkin sedang tertekan. Seseorang yang dalam keadaan semacam itu sangat mungkin berpikir hanya dengan mengakhiri hidup masalahnya bisa terselesaikan”, ujarnya.

Oleh karena itu, di sinilah pentingnya sikap untuk selalu mengolah rohani dengan rutin melakukan amalan-amalan ibadah sesuai keyakinannya dan dekat dengan orang-orang yang saleh. Masyarakat juga membutuhkan edukasi bahwa bunuh diri adalah tindakan yang tidak baik serta tidak dianjurkan dalam agama.

Roy menjelaskan, sebagai seorang muslim itu hendaknya mengedepankan sikap saling tolong menolong. Seorang mukmin itu bersaudara dan jika terdapat masalah hendaknya bercerita kepada sesama untuk mencari solusi bersama bukan dipendam sendiri. Ia menilai pemuka agama memiliki peran besar untuk memberikan pemahamam bahwa bunuh diri bukanlah menjadi solusi.

Dampak Negatif Perlu Antisipasi

Ia juga menggarisbawahi dampak negatif yang bisa muncul akibat disiarkannya bunuh diri lewat media sosial.

“Seperti ada kesan bahwa orang yang melakukan itu seorang pemberani sehingga orang lain kagum. Hal yang dikhawatirkan ini bisa menginspirasi masyarakat melakukan tindakan serupa. Dalam Islam, barang siapa yang membuat pertama kali kejelekan kemudian orang lain mengikuti kemudian orang tersebut akan mendapat beban dosa lagi”, jelas dosen FIAI UII itu.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini. Menurut Roy, dalam teknologi informasi yaitu media sosial itu berfungsi ganda bisa positif atau negatif. Dan seharusnya diberikan pengertian bahwa media sosial bisa berdampak baik dan buruk tergantung penggunaannya. Tokoh agama dan tokoh masyarakat hendaknya memaksimalkan peran dengan mendidik serta menyadarkan masyarakat akan peristiwa ini. (SDS/ESP)

31 Maret 2017
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Samsul_3_M.-Roy-2.jpg 300 461 Direktorat Humas UII https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png Direktorat Humas UII2017-03-31 09:49:372017-03-31 14:12:40Olah Rohani dan Introspeksi Diri Dapat Menguatkan Jiwa

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Angkat Isu Industri Halal di ASEAN, Mahasiswa UII Juara 3 Nasional Link to: Angkat Isu Industri Halal di ASEAN, Mahasiswa UII Juara 3 Nasional Angkat Isu Industri Halal di ASEAN, Mahasiswa UII Juara 3 Nasional Link to: UII Berangkatkan Mahasiswa dalam Simposium Pelajar Timur Tengah dan Afrika Link to: UII Berangkatkan Mahasiswa dalam Simposium Pelajar Timur Tengah dan Afrika UII Berangkatkan Mahasiswa dalam Simposium Pelajar Timur Tengah dan Afrika Scroll to top Scroll to top Scroll to top