• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Demokrasi Amerika Serikat Tengah Defisit
Berita Kegiatan

Demokrasi Amerika Serikat Tengah Defisit

Amerika Serikat (AS) di mata dunia tidak hanya negara demokrasi, tetapi negara dengan militer terkuat. Sampai saat ini militer AS masih menduduki peringkat nomor wahid dunia berdasarkan indeks yang dirilis Global Fire Power (GFP). Namun beberapa kebijakan baru yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, seperti membangun dinding perbatasan dan kebijakan senjata api membuat demokrasi AS dipertanyakan.

Terlebih tahun 2020 Amerika Serikat kembali akan mengadakan pemilihan presiden. Dari titik ini, tak sedikit warga dunia khawatir dan bertanya-tanya “bagaimana demokrasi Amerika Serikat saat ini?”. Pertanyaan ini menjadi pokok bahasan kuliah yang diselenggarakan oleh Prodi Hubungan Internasional (HI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada Jumat, (04/10) di Gedung GBPH lantai 2. Pembicara yang hadir adalah Lex Rieffel, Nonresident Senior Fellow, yang selama delapan tahun terakhir berfokus pada dinamika perekonomian di Myanmar selama masa transisi demokratis.

Lex sendiri juga pernah menjadi seorang ekonomis agensi Amerika Serikat untuk pengembangan internasional di Indonesia, analis perencanaan di sebuah perusahaan percetakan internasional di New York, relawan pasukan perdamaian Amerika Serikat, dan penulis aktif di laman brookings –organisasi kebijakan nirlaba publik yang berfokus untuk menerbitkan hasil riset untuk mengatasi masalah sosial di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Lex, membagi AS ke dalam 2 wilayah politik besar, wilayah konservatif dan liberal. Amerika Serikat juga memiliki sejarah yang terbilang dinamis. “Kami pernah mengalami perang saudara di tahun 1861 untuk mengakhiri masa perbudakan, sebagian warga Amerika memutuskan untuk memisahkan diri,” Ungkap Lex.

Kemudian dilanjut dengan yang terjadi di tahun 2016, pemilihan presiden. Kemenangan Trump yang cukup kontroversial membuat sejumlah warga negara tidak nyaman tinggal di Amerika, khususnya imigran. Pasalnya, selain kecenderungan sikapnya yang terbilang rasis bagi sebagian ras dan agama, Trump juga memiliki kebiasaan untuk memberikan opini yang meresahkan di mata masyarakat.

“Tapi saya ingin berfokus pada kebijakan kontroversial, seperti kebijakan kesehatan, pendidikan, dan senjata api. Kebijakan Obamacare diisukan akan dicabut, demikian juga uang pinjaman untuk siswa. Dan untuk senjata api? ini yang tidak masuk akal, setiap rumah memiliki senjata api untuk melindungi diri dari penjahat?. Namun yang seringkali terjadi justru bahwa senjata api ini tidak digunakan untuk melindungi diri, tidak jarang mendengar berita suami membunuh istri, anak menembak mati orang tuanya, dan yang lebih parah lagi senjata api taktis yang dibawa ke sekolah oleh anak sekolah beberapa waktu lalu,” Tutur Lex.

Sesi dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab, namun Lex mengakhiri sesi dengan “Demokrasi di Amerika sedang rusak. (Bercermin dari pemilihan presiden yang lalu) Di tahun 2020, kami harap warga Amerika dapat menggunakan hak pilih dengan lebih bijak, menyuarakan aspirasinya” Pungkas Lex. (IG/ESP)

7 Oktober 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/10/UII-diskusi-demokrasi-amerika-serikat.jpg 450 718 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-10-07 15:18:342019-10-08 15:25:35Demokrasi Amerika Serikat Tengah Defisit

Berita Terakhir

  • UII Luncurkan Fakultas Teknik Desain Inovasi, Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
  • FIAI UII Gelar Diskusi Kajian Turats Bahas Implementasi Epistemologi Ulil Albab dalam Ilmu Sosial
  • UII Sambut 22 Mahasiswa Internasional dalam Program P2A UIISAGE BRIDGE 2026
  • UII Gelar Studium Generale Ungkap Akar Perilaku Menyimpang dalam Masyarakat
  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII, Kampus Islam Pelestari Warisan Budaya Link to: UII, Kampus Islam Pelestari Warisan Budaya UII, Kampus Islam Pelestari Warisan Budaya Link to: Mahasiswa UII Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY Syariah Link to: Mahasiswa UII Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY Syariah Mahasiswa UII Terima Beasiswa Dari Bank BPD DIY Syariah Scroll to top Scroll to top Scroll to top