• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Dilema Ekonomi dan Kesehatan Saat Pandemi
Berita Kegiatan, Covid19, Pilihan

Dilema Ekonomi dan Kesehatan Saat Pandemi

Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) UII bekerjasama dengan Prodi Pendidikan Dokter dan Ekonomi Islam UII melaksanakan Webinar Nasional Keislaman seri 3 dengan tema “Solusi Islam pada Dilema antara Ekonomi vs Kesehatan di Krisis Covid-19”. Webinar ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Aidil Akbar Madjid, Chairman dan President IARFC Indonesia, Muhammad Khaeruddin Hamsin, Lc., L.LM., Ph.D., Dosen Ushul Fiqh UMY, dan dr. Agus Taufiqurrohman, M.Kes., Sp.S., praktisi kesehatan sekaligus dosen FK UII.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII, Drs. Rohidin, M.Ag, menyatakan respon kebijakan dari beberapa negara belum komprehensif dengan solusi yang signifikan menghadapi pandemi. Pemerintah di masa pandemi dihadapkan dengan tekanan publik untuk menyelesaikan krisis ekonomi dan kesehatan dalam waktu yang bersamaan.

Sementara itu, Direktur DPPAI UII, Dr. Aunur Rohim Faqih menuturkan zikir harus diutamakan sebelum berpikir. Oleh karena itu, dibutuhkan semua orang untuk mengingat Allah sebelum memikirkan persoalan.

Sedangkan Aidil Akbar Madjid dalam materinya berjudul Manajemen Keuangan Keluarga dalam Masa Pandemi Covid-19 menjelaskan wabah mendorong semakin meningkatnya transaksi cashless atau transfer untuk menghindari kontak fisik. Penurunan perekonomian juga turut menjadi dampak, adapun solusi yang dapat dilakukan adalah menambah keterampilan baru terutama berhubungan dengan IT untuk mendapat penghasilan tambahan dan memperluas jaringan.

Dana darurat untuk 3-6 bulan di bank syariah atau ke dalam bentuk emas juga semakin penting. “Kelola pengeluaran keuangan seefisien mungkin untuk kebutuhan primer. Kelola keuangan keluarga dengan rumus 40:30:20:10. 40% biaya primer. 30% cicilan. 20% investasi dan tabungan. 10% sosial,” jelasnya.

Selanjutnya, Muhammad Khaeruddin Hamsin mengungkapkan masalah agama harus tunduk dan melakukan relaksasi doktrin pada keadaan dan sains. Hukum Allah untuk kepentingan manusia harus disampaikan dengan bahasa yang dapat dipahami oleh manusia. Menurutnya, Allah memberi enam prinsip dasar yakni unsur rabbani, syumuly, akhlaqy, insani, tansyuqy, dan waqi’iy.

Ia mengatakan kecenderungan umat beragama untuk mengikuti tuntunan agamanya adalah suatu keniscayaan. Terdapat dilema antara doktrin agama dengan realitas kehidupan dalam masa pandemi. Sebagai contoh dilema merapatkan shaf shalat jamaah apakah harus diberi jarak atau tetap dirapatkan. Ia menuturkan bahwa Allah telah mengeluarkan kemudahan di dalam Al-Quran yang dapat menjadi jalan keluar atas kebiasaan beragama pada kondisi umum/normal.

“Kini kita tengah berada dalam kondisi darurat (krisis) kesehatan dan ekonomi pada masa pandemi. Jadi mengkontekstasi agama terhadap kondisi darurat dalam realita kesehatan, ekonomi, dan lain-lain adalah hal penting yang tidak bisa kita tinggalkan,” ujarnya di hadapan puluhan peserta.

Di akhir sesi, Agus Taufiqurrahman menyatakan untuk mengurangi penularan Covid-19 dibutuhkan kesadaran yang terus disubur-kembangkan. Terdapat tiga hal yang dilakukan medis untuk mengatasi transmisi Covid-19, yakni dengan metode 3T yaitu testing (pengetesan), tracing (pelacakan), dan treating (perawatan).

Testing dengan pengadaan alat-alat tes Covid-19 yang mutakhir dan terpercaya seperti PCR. Tracing dengan melacak pergerakan dan kontak pertemuan pasien positif. Sedangkan treating dengan membuat pedoman perawatan bagi rumah sakit, disiplin protokol kesehatan, pengadaan vaksin yang memenuhi syarat medis, serta menjaga imun tubuh. (SF/ESP)

2 November 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/07/informatika-medis-UII.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-11-02 10:52:232020-11-05 10:55:19Dilema Ekonomi dan Kesehatan Saat Pandemi

Berita Terakhir

  • Perkuat Kolaborasi Internasional dan Kebudayaan, Program Studi Farmasi UII Gelar Pembukaan G-PICE 2026
  • Universitas Mohammad Natsir Pelajari Sistem Pendidikan Pondok Pesantren UII melalui Kunjungan Studi Tiru
  • CILACS UII Terima Studi Banding UPT Bahasa Universitas Negeri Padang
  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Merefleksikan Figur Intelektual Nabi Muhammad Link to: Merefleksikan Figur Intelektual Nabi Muhammad Merefleksikan Figur Intelektual Nabi Muhammad Link to: Tantangan dan Dinamika Kuliah di Era Pandemi Link to: Tantangan dan Dinamika Kuliah di Era Pandemi Tantangan dan Dinamika Kuliah di Era Pandemi Scroll to top Scroll to top Scroll to top