,

DPPM UII Gaungkan Semangat Publikasi Internasional Dosen

Publikasi ilmiah merupakan salah satu budaya akademik di lingkungan universitas yang harus terus dilestarikan. Selain untuk memajukan bidang disiplin ilmu terkait dengan penelitian yang dipublikasikan, kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah juga menjadi tolok ukur kualitas sebuah institusi perguruan tinggi.

Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai kampus berbasis riset juga terus berupaya mendorong minat dan antusiasme dari para peneliti dan dosen dalam mempublikasikan penelitiannya. Sebagaimana tergambar dalam kegiatan Workshop dan Klinik Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi yang diadakan di The Jayakarta Hotel, Yogyakarta pada Kamis-Jum’at (8-9/6) lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII ini menggandeng sejumlah figur dalam dunia riset, seperti Prof. Thomas Boving, MS.,Ph.D dari The University of Rhode Island sebagai pembicara utama, Prof. Drs. Agus Widarjono, M.A., Ph.D., Prof. Dr. Is Fatimah, S.Si., M.Si serta Dr.rer.soc. Masduki, S.Ag., M.Si., dari kalangan peneliti internal UII sebagai reviewer.

Pemaparan dari Prof. Thomas Boving membuka kegiatan ini dengan penjelasan mengenai sistematika penulisan riset untuk keperluan publikasi ilmiah, rangkaian tahapan publikasi, serta jenis-jenis riset yang dapat menarik minat para peneliti internasional. Sasaran platform untuk publikasi ilmiah sebagai luaran dari kegiatan ini adalah jurnal-jurnal bereputasi internasional.

Sementara itu, Eko Siswoyo, ST., M.Sc.ES., Ph.D, selaku Direktur DPPM UII bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa jumlah publikasi di lingkungan UII terutama dari kalangan dosen masih terbilang cukup rendah sehingga sangat potensial untuk ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya. Hal ini tentunya membutuhkan kerja sama yang baik antara pengelola riset dan para peneliti.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan dana hibah dari DPPM UII untuk keperluan riset dan publikasi. Dengan demikian kegiatan penelitian di UII dapat dilakukan secara terus menerus dengan peningkatan kualitas yang tetap dijadikan prioritas.

“Hal-hal seperti novelty atau kebaruan dalam riset adalah salah satu aspek penting yang perlu ditingkatkan dalam pengelolaan riset di lingkungan kampus kita,” ungkap Eko Siswoyo dalam kesempatan wawancara bersama Humas UII di sela-sela acara. 

Kebaruan topik maupun metode riset menurutnya adalah aspek yang dapat membuat sebuah penelitian atau publikasi ilmiah menjadi dengan cepat dilirik oleh para reviewer dan peneliti di seluruh dunia. Hal tersebut juga memungkinkan sebuah penelitian memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan suatu disiplin ilmu.

Animo besar dari para dosen dan peneliti yang cukup tinggi dapat terlihat dengan kehadiran peserta yang berasal dari berbagai fakultas di UII. Para peserta yang hadir pada kegiatan ini adalah mereka yang telah menyusun atau memulai penelitian sebelumnya dan mendaftarkan draft penelitian mereka untuk selanjutnya ditinjau dan diberikan umpan balik oleh para reviewer yang hadir.

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari berturut-turut ini mengambil format klinik atau inkubasi intensif sehingga para peneliti dapat menuliskan hasil riset mereka secara lebih fokus dan optimal. (HM/ESP)