• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Garin Nugroho Ajak Masyarakat Tak Terjebak Melodrama
Berita Kegiatan, Pilihan

Garin Nugroho Ajak Masyarakat Tak Terjebak Melodrama

Dalam dunia hiburan dikenal istilah melodrama yakni upaya mengelola emosi pemirsa untuk membuatnya betah berlama-lama melihat produk hiburan. Ciri-ciri melodrama antara lain melihat tokoh serba hitam-putih sehingga memunculkan kultus mengidolakan seseorang dan begitu membenci orang yang memiliki karakter berkebalikan dengan idolanya. Rupanya melodrama juga turut dibawa dalam budaya dan kehidupan politik bangsa Indonesia.

Hal inilah yang turut menjadi keprihatinan salah satu sineas kenamaan, Garin Nugroho. Seperti diungkapkannya pada kuliah umum dan bedah buku “Negara Melodrama” yang diadakan oleh Pusat Studi dan Dokumentasi Media Alternatif (Nadim), Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Indonesia (UII), pada Kamis, (28/3). Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium lantai 3, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII.

Selain aktif sebagai sutradara, Garin yang juga aktif menulis kolom di surat kabar sejak tahun 1986 menerbitkan buku berisi kumpulan tulisannya berjudul “Negara Melodrama.” Buku itu membahas rangkaian peristiwa aktual sosial politik di Indonesia yang terjadi dalam rentan waktu antara tahun 2012 hingga sekarang.

Garin menyebut melodrama yang kental dalam film nampak dengan penggunaan formula hitam putih, selalu ada yang dianggap baik dan jahat, tokoh miskin dan kaya, bumbu adegan berkelahi seperti kung-fu, silat, serta tokoh yang harus berparas cantik atau tampan.

“Rumus-rumus inilah yang kemudian menjadi rumus melodrama. Dan setiap film yang menggunakan rumus ini, dijamin pasti laris.” Jelasnya.

Untuk itu ia mengajak pentingnya melakukan riset sebelum menghasilkan sebuah karya sehingga lebih memiliki akurasi yang baik. Selain itu, tidak kalah penting adalah membentuk selera penonton dengan tayangan bermutu, bukan malah terus mengikuti tren yang ada.

Menurutnya, menjelang pesta demokrasi fenomena melodrama yang terjadi pada masyarakat telah memunculkan pemilih yang melodramatik. “Pemilih yang hanya mengedepankan prinsip-prinsip melodrama menganggap pilihannya sebagai yang terbaik dan yang lain adalah yang paling buruk. Sebaliknya, pemilih tidak lagi mengunakan sisi rasional-kritis. Sehingga hanya mampu memilih politisi populer bukan pemimpin sebagai pemandu partisipasi masyarakat denga visi-misi yang panjang”, jelasnya.

Ia mengajak masyarakat menggunakan hak pilih dengan prinsip rasional-kritis serta tidak mengedepankan prinsip melodramatik. (DD/ESP)

30 Maret 2019
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/04/0U7A8609.jpg 330 493 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2019-03-30 06:40:162019-04-01 06:42:55Garin Nugroho Ajak Masyarakat Tak Terjebak Melodrama

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui Industri Digital Link to: Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui Industri Digital Dorong Pemerataan Ekonomi Melalui Industri Digital Link to: Respon Perubahan, Lulusan UII Perlu Terus Mengasah Diri Link to: Respon Perubahan, Lulusan UII Perlu Terus Mengasah Diri Respon Perubahan, Lulusan UII Perlu Terus Mengasah Diri Scroll to top Scroll to top Scroll to top