Wabah Covid-19 yang banyak menelan korban jiwa dari tenaga kesehatan, menimbulkan keprihatinan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII). Secara gotong royong IKA UII menghimpun donasi dari alumni dan masyarakat luas.

Hasil dari kegiatan IKA UII Peduli itu diserahkan ke Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia. Bantuan berupa alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan, face shield, sarung tangan, masker, hand sanitizer, dan juga sejumlah vitamin.

Wakil Ketua Ikatan Keluarga Alumni UII (IKA UII), Drs. Asma’i Ishak, M.Bus., Ph.D. menjelaskan, dalam tahap awal bantuan diserahkan kepada lima RS yaitu RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, RS Jantung Harapan Kita di Jakarta. Dan hari ini Selasa (7/4), diserahkan bantuan kepada RS UII dan RS JIH di Yogyakarta.

Penyerahan secara simbolik donasi IKA UII Peduli di Yogyakarta dilakukan di RS JIH, dengan dihadiri Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dan Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Drs. Suwarsono Muhammad, MA. Dari pihak penerima diwakili oleh Direktur Utama RS JIH, dr. Mulyo Hartana, Sp.PD. dan Direktur Utama Rumah Sakit UII, dr. Widodo Wirawan, MPH.

Rektor UII, Fathul Wahid dalam sambutannya mengatakan sejak merebaknya Covid-19 di Indonesia seluruh elemen UII baik dari kampus, alumni, dan lembaga kemahasiswaan bersinergi untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 dengan berbagai upaya. Di antaranya memberikan donasi alat kesehatan bagi tenaga kesehatan.

“Karena stok barang sulit dan terbatas, sementara permintaan sangat banyak, ya kita kemudian mencoba mengakomodir semua permintaan itu, meski dengan jumlah terbatas,” ujar Fathul Wahid.

Direktur Utama RS JIH, Mulyo Hartana menyampaikan, berapapun donasi yang diberikan oleh berbagai kelompok masyarakat, seperti IKA UII, akan sangat berarti bagi upaya memerangi Covid-19. “Di RS JIH setiap hari membutuhkan 56 set APD. Idealnya RS punya stok untuk kebutuhan 1 bulan, tapi stok kami hanya bisa untuk 2 hari. Karena itu bantuan dari masyarakat kami terima dengan senang hati,” ungkapnya.

Mulyo Hartana menambahkan bahwa sejak ditunjuk sebagai RS rujukan dari 27 RS lainnya yang ada di Yogyakarta. Saat ini RS JIH telah menampung sebanyak 12 pasien dari total 14 ruang isolasi yang disiapkan. Karena itu, kebutuhan akan Alat Pelindung Diri (APD) sangat diperlukan. “Tetapi saat ini kalau tidak salah isinya sudah ada 12. Sebetulnya kita siapkan ruangan itu 14 dan satu orang satu,” paparnya.

“Bantuan dari DPP IKA UII ini sangat-sangat kami apresiasi, sangat kami terima karena kami memang mengalami beberapa kesulitan ataupun keterlambatan di dalam memperoleh APD bagi petugas kami,” ujar Mulyo Hartana.

Sebagai bentuk langkah antisipasi, sesuai dengan arahan World Health Organization (WHO) Mulyo Hartana juga telah meminta seluruh dokter, karyawan, staf yang ada di rumah sakit untuk menggunakan masker.

“Kemudian juga untuk petugas kami semua. Kemarin WHO telah mengatakan semuanya harus pake masker, jadi pegawai kita, kita buatkan, kita pesankan masker kain untuk seluruh pegawai. Mudah-mudahan upaya kita ini mendapat hasil yang baik, baik dari semua lini, dan mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir, kita bisa bekerja normal kembali,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Widodo Wirawan, menurutnya kebutuhan set APD di RS UII Bantul setiap hari 30 set. Tapi saat ini pihaknya belum memiliki jumlah yang memadai.

Bantuan Dampak Covid-19

Bantuan dari IKA UII Peduli ini tidak hanya sekali ini saja. Bantuan selanjutnya akan diserahkan pekan depan. “Total bantuan yang disiapkan IK UII adalah 6500 set alat kesehatan, untuk 65 RS yang sudah terdaftar,” kata Asmai Ishak.

Ditambahkan Asmai, IKA UII akan terus menggalang dana untuk membantu masyarakat yang terkena dampak dari wabah Corona ini. “Semoga bulan Ramadan nanti bisa pula menyalurkan bantuan untuk meringankan beban warga yang kesusahan,” pungkasnya.