Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Seksi Mahasiswa UII Resmi Dilaunching

Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Seksi Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (IATMI SM UII) pada Rabu (17/05) menyelenggarkan launching serta guest lecture dengan tema “Basic Crude Oil Processing”. Tujuan dari acara ini adalah untuk meresmikan IATMI SM UII sendiri. Setelah peresmian IATMI SM UII kemudian dilanjutkan dengan guest lecture. Acara ini di selenggarakan di Auditorium Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indoneesia (FTI UII).

Turut hadir dalam acara ini Ir. Agus Taufik, M.Sc selaku Wakil Rektor III, Ir. Drs. Faisal RM., MT., Ph.D selaku Ketua Prodi Teknik Kimia, Dr. Ir. Sudarmoyo, SE, MS, selaku Dewan Pakar dari IATMI Pusat dan Sindhu Lucky Mulyahadi selaku narasumber pada guest lecture.

Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) merupakan organisasi sosial non profit, yang didirikan oleh sekelompok professional Indonesia yang bekerja di bidang industri perminyakan dan geothermal. Pada saat ini IATMI memiliki lebih dari 10.000 anggota tersebar di seluruh Indonesia dan 12 negara di seluruh dunia

Ketua IATMI SM UII, Lazuardiansyah Ilman menyampaikan bahwa IATMI SM UII ini merupakan sebuah organisasi yang mewadahi para mahasiswa khususnya Teknik Kimia UII yang ingin bergerak di bidang minyak dan gas bumi (migas) serta geothermal energi. Diantara kegiatan yang nantinya akan dilakukan didalam IATMI SM UII sendiri seperti lecture dan field trip ke lapangan – lapangan minyak.

Sindu Lucky Mulyahadi (Offshore Installation Manager, China Nation Offshore Oil Corp) yang merupakan narasumber pada guest lecture menyatakan bahwa pada dasarnya basic crude oil processing ini merupakan cara bagaimana kita merubah minyak yang masih tercampur di dalam reservoir menjadi minyak yang siap untuk dijual. Sindhu juga sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh IATMI SM UII.

“Saya berharap semoga kedepannya IATMI SM UII bisa membuat kegiatan – kegiatan lainnya juga secara rutin yang bertujuan untuk meng-improve, meningkatkan kualitas dari mahasiswa itu sendiri” ujarnya.

Sementara disampaikan Ir. Agus Taufik, M.Sc bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Kimia UII untuk membentuk IATMI SM UII patut diapresiasi. Ini merupakan sebuah kegiatan mahasiswa yang tentunya memerlukan suatu perhatian, khususnya dari pihak program studi. “Jadi saya berharap IATMI SM UII kedepannya bisa membuat program – program yang kreatif dan inovatif yang secara tidak langsung memberikan kontribusi, baik bagi program studi, fakultas maupun universitas.” ungkapnya. (MDP)