• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Inovasi Arsitek Mengangkat Nilai Historis Kawasan
Berita Kegiatan

Inovasi Arsitek Mengangkat Nilai Historis Kawasan

Memberikan inspirasi kepada mahasiswa tentang pengalaman arsitektur merupakan pokok tujuan dari diselenggarakannya Architect Talks series ke-16 ini. Turut hadir sebagai pembicara, Deddy Wahjudi, S.T., M.Eng., Ph.D. Acara Prodi Profesi Arsitek Jurusan Arsitektur UII ini mengangkat tema “Architect and Excellence Innovation in Built Environment” dan berlangsung pada Kamis (30/06).

“Kompetisi merupakan bagian yang tidak bisa lepas bagi saya untuk berinovasi,” tutur Deddy membuka materinya. Deddy mengikuti ajang kompetisi untuk turut serta aktif berkontribusi menggerakkan keaktifan arsitektur negeri.

Hal ini sesuai dengan akumulasi keterampilan dan kemampuan masing-masing didukung adanya  pengalaman yang bisa memberikan sebuah hal baru. Deddy mengatakan bahwa menjadi arsitek harus bisa bergerak dan meninggalkan stagnan dalam merancang desain. “Harus ada pembaruan yang perlu adaptasi segala macam masalah dalam lingkungan binaan kita.” tegas Deddy.

Ia menyebutkan ada beberapa perspektif yang mungkin bisa dijadikan rujukan bagi arsitek dalam melangkah perancangan desain. Tiga karya Deddy juga terpilih dalam sayembara; karya di Monas, Blok M, dan stasiun MRT. 

Ketika perancangan Gelora Bung Karno (GBK) yang dimulai sekitar tahun 2014, ia melihat kualitas lingkungan binaan ketika beberapa sumbu utama yang menjadi struktur dari GBK sendiri. Hal ini menjadi jawaban bahwa sesuatu yang sifatnya tambahan bisa mengurangi suatu yang bersifat visual serta struktur. Dalam proses pengelolaan banguan yang ada di GBK pengelolaan kavling tidak terintegrasi secara baik. “Sehingga bisa disebut tidak pro dengan perindustrian.” ungkap Deddy.

Deddy menyebutkan beberapa masterplan pada pembangunan GBK; main stadium, istora, aquatic stadium, madya stadium, tennis indoor, basket hall dan lain sebagainya. Perancangan dilakukan dengan tetap melihat dari bagian vegetasi yang ada. Hal ini sudah menjadi bagian yang tidak lepas dari pertahanan arsitektur. 

“Pola geometris, pola tata ruang, sirkulasi dan lain sebagainya menjadi catatan tersendiri untuk pengembangan selanjutnya,” ucap Deddy.  Tahun 2022 ia mendapatkan amanah menjadi pemenang sayembara nasional untuk stasiun MRT kota tua. “Sekarang memang sudah lari kencang untuk mengimplementasikan proses sayembara ini.” tegas Deddy.

Deddy bersama timnya ketika merancang MRT kota Jakarta menyebut karyanya dengan dWara Batavia. Ini bermakna “Gerbang Batavia” yang diambil dari bahasa Sanskerta. Bentuk lengkung pada stasiun menyimpan arti sebagai representasi gerbang keluar-masuk kota tua. Kesulitan dalam merancangnya adalah ketika menghubungkan antara stasiun yang memanjang dari selatan dan utara sehingga di dalamnya orang memiliki navigasi untuk melihat kegiatan orang di luar. 

Mereka tetap menguatkan unsur gerbang kota tua Jakarta, agar orang-orang merasakan suasana berbeda ketika landing di kota tersebut. Desain ini berupaya membawa produktivitas dan semangat kebaruan, stasiun, plaza dan jalur pedestrian di sekitarnya. “Yang mana menghadirkan desain hadir secara harmonis dalam kawasan yang kental akan nilai historis tersebut.” tutup Deddy. (LMF/ESP)

1 Juli 2022
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2022/07/Inovasi-Arsitek-Mengangkat-Nilai-Historis-Kawasan.jpg 450 805 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2022-07-01 13:37:252022-07-01 13:45:04Inovasi Arsitek Mengangkat Nilai Historis Kawasan

Berita Terakhir

  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY
  • Jawab Kebutuhan Pasien Internasional, CILACS UII dan RS Panti Nugroho Teken MoU Interpreter Bahasa Arab 
  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Standardisasi Laboratorium Tingkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi Link to: Standardisasi Laboratorium Tingkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi Standardisasi Laboratorium Tingkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi Link to: Kenali Konteks Organisasi Link to: Kenali Konteks Organisasi Kenali Konteks Organisasi Scroll to top Scroll to top Scroll to top