• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Integritas Akademik dan Kepemimpinan di Era Digital
Berita Kegiatan

Integritas Akademik dan Kepemimpinan di Era Digital

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Layanan Akademik (DLA) menyelenggarakan Kuliah Umum Pascasarjana Ke-21 dengan tema “Integritas Akademik dan Kepemimpinan di Era Digital”. Kuliah umum untuk Mahasiswa Baru Program Profesi, Magister dan Doktor UII ini disampaikan langsung oleh Rektor UII, Fathul Wahid pada (18/10) di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII.

Dalam kuliah umum yang diselenggarakan secara hibrida tersebut, Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik & Riset UII dan Guru Besar Bidang Ilmu Statistika dalam sambutannya berpesan kepada peserta kuliah umum yang diikuti oleh mahasiswa UII baik dari profesi, magister, dan doktor agar tidak hanya mementingkan kompetensi akademik tapi juga harus memiliki karakter Islami dan menjunjung tinggi moralitas.

Ia juga menegaskan lulusan UII harus mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan dan masyarakatnya. “Kuliah umum maupun kuliah pakar yang diselenggarakan di tingkat universitas itu sudah didesain menjadi terintegrasi antara apa yang dilakukan di program studi, fakultas, dan universitas dalam rangka menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kemanfaatan kepada masyarakat ini benar-benar bisa terealisasi,” ujarnya.

Selanjutnya, Fathul Wahid membawakan materi pemantik diskusi yang berjudul Integritas Akademik dan Kepemimpinan di Era Akal Imitasi (AI). Dalam materi pemantik tersebut, Ia menyayangkan kasus-kasus pelanggaran etika akademik di Indonesia. Contohnya, adalah isu pencabutan 17 guru besar di suatu perguruan tinggi di Banjarmasin seperti yang dilansir dari Radar Banjarmasin dan juga kasus 28 SK Guru Besar yang dibatalkan. “Apa alasannya? Pelanggaran integritas akademik. Tentu saja untuk dunia akademik ini adalah sesuatu yang memalukan. Dosen dan profesor yang seharusnya menjadi penjuru terkait dengan penjagaan pemuliaan integritas akademik justru melacurkan diri dengan melanggarnya,” ungkapnya.

Dalam kuliah umum ini, Fathul Wahid mengajak peserta untuk terlebih dahulu melihat persepsi diri masing-masing dalam melihat kehadiran teknologi digital khususnya akal imitasi yang disingkat “AI”. Ia mengemukakan bahwa pemanfaatan AI dan teknologi digital lainnya akan bermanfaat positif jika sesuai dengan kunci tujuan asal. Sebaliknya, jika teknologi digunakan untuk kecurangan dan hal yang buruk lainnya maka memberikan dampak negatif. “Ketika teknologi itu digunakan untuk mencapai tujuan asal, bisa mempercepat bahkan maka teknologi bisa digunakan. Tetapi ketika teknologi itu justru digunakan untuk membajak tujuannya, maka itu menjadi masalah,” sebutnya.

Oleh karenanya, Fathul mendorong para mahasiswa untuk tidak terlena dengan kemudahan teknologi yang pada akhirnya akan menjerumuskan diri pada kemalasan dan kurangnya kemampuan artikulasi serta kemampuan berpikir kritis. Teknologi tidak hanya cerdas tetapi juga bermanfaat bagi manusia. Teknologi disebut bermanfaat sejauh tindakan-tindakan mereka dapat diharapkan untuk mencapai tujuan kita.

Fathul juga menjelaskan apa yang menjadi landasan bagi tujuan-tujuan kita sebagai manusia yang beriman dan berakal agar sesuai dengan konsep maqashid. Jawabannya, adalah tujuan harus sesuai dengan nilai adagium dan basis dunia akademik seperti nilai-nilai kemanusaan, kejujuran, keadilan dan pemeliharaan nilai-nilai kemanusiaan menjadi “maqasid” atau tujuan dari aktivitas akademik. “Nilai-nilai di dunia itu nilai-nilai kemanusiaan, disitu ada kejujuran, keadilan, kesetaraan, kebermanfaatan. Kita tanyakan ke siapapun termasuk orang jahat pun pasti sama. Karena apa? Pada dasarnya manusia itu ada kesadaran fitrah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan meski manusia sedang dalam kesulitan dan hal yang sangat mendesak kejujuran tetap harus dijaga. “Hanya saja kadang ada tekanan dan lainnya maka ia menggadaikan kesadaran fitrah itu. Nah, sehingga disini ketika kita bicara nilai akademik seperti kejujuran maka disini sebetulnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan (maqashid) dalam aktivitas akademik. Dan ini menjadi penting dan ditekankan bahwa akademisi boleh salah, tetapi tidak boleh bohong,” tambahnya.

Kuliah umum ini diharapkan dapat memberi semangat bagi mahasiswa program magister dan doktor UII dalam menyelesaikan studi ke depan dengan tetap mengedepankan etika akademik sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah akademik yang otentik, dapat dipertanggungjawabkan, dan bermanfaat bagi masyarakat. (AAO/AHR/RS)

19 Oktober 2025
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2025/10/Kuliah-Pascasarjana-UII--scaled.jpg 1707 2560 Humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII.png Humas2025-10-19 17:14:452025-10-20 18:43:31Integritas Akademik dan Kepemimpinan di Era Digital

Berita Terakhir

  • UII Terima Kunjungan Universitas Pertahanan RI
  • UII dan IKPI Perkuat Kolaborasi untuk Siapkan Konsultan Pajak Adaptif di Era AI dan Coretax
  • UII Hadirkan Light Show di Stasiun Tugu Yogyakarta, Perkenalkan Kampus Melalui Pertunjukan Visual
  • UKM TQFI UII Resmi Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
  • DPKA UII Gelar Career Class: Hadirkan Pakar BUMN Bahas Peta Jalan Karier Mahasiswa

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: PPAr UII Lahirkan 23 Arsitek Baru Link to: PPAr UII Lahirkan 23 Arsitek Baru PPAr UII Lahirkan 23 Arsitek Baru Link to: UII Sambut Kembali Mahasiswa Penerima Beasiswa KNB dan TIAS Link to: UII Sambut Kembali Mahasiswa Penerima Beasiswa KNB dan TIAS UII Sambut Kembali Mahasiswa Penerima Beasiswa KNB dan TIAS Scroll to top Scroll to top Scroll to top