Adanya intervensi psikologi Islam dinilai penting tidak hanya dalam dunia ilmiah, namun juga dalam kehidupan praktis. Inovasi ini sangat dibutuhkan karena kesadaran untuk meningkatkan kualitas hidup seperti dalam hal kebahagiaan, resiliensi, pemaafan, kerendahan hati, kekompakan, daya tahan dan ketangguhan semakin meningkat. Selain itu komitmen untuk mengurangi berbagai problem hidup manusia seperti kecemasan, stres, depresi, bullying, perilaku seks pranikah, juga semakin terasa di kalangan psikolog, termasuk psikolog muslim.

Demikian disampaikan Ketua Program Pascasarjana, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII, Dr. Fuad Nashori, Psikolog. disela-sela penyelenggaraan Workshop Intervensi Psikologi Islam, di Gedung Moh Hatta, Jum’at (4/11). Dengan menghadirkan Presiden Asosiasi Psikolog Muslim Internasional, Prof. Rahmatullah Khan, workshop diharapkan dapat mendekatkan konsep dan aplikasi psikologi Islam. Jalannya workshop kurang lebih dihadiri 100 peserta terdiri dari kalangan akademisi, praktisi psikolog serta para mahasiswa.

Diungkapkan Dr. Fuad Nashori, di kalangan psikolog muslim muncul dua model. Yang pertama adalah intervensi yang murni bersumber dari ajaran Islam. Sementara yang kedua adalah intervensi integrasi Islam dan psikologi kontemporer. Ia menuturkan, Intervensi Islam orisinal dikembangkan berdasarkan pemahaman atas ayat al-Qur’an dan al-Hadits serta tafisr yang dilakukan ahli-ahli yang berkompeten. Dari sinilah kemudian menurutnya muncul berbagai terapi Islam orisinal tersebut.

Intervensi Islam orisinal ini seperti dipaparkan Dr. Fuad Nashori, dapat dibedakan menjadi terapi yang berbasis ibadah dan berbasis akhlak. Beberapa intervensi Islam yang berbasis ibadah seperti intervensi Zikir, Doa, Al-Qur’an (baca, mendengarkan murattal, tadabbur), Shalat (Sunnat, Khusyu’), Puasa, Haji, Zakat. Adapun intervensi psikologis Islam yang berbasis akhlak meliputi Ikhlas, Ridha, Syukur, Qanaah, Sabar, Lapangdada, Pemaafan, Husnudzon, Tawakkal, Muhasabah, dan Tafakkur.

Sementara Prof. Rahmatullah Khan dalam materinya membahas tentang Islamic Behavior Therapy (I-CBT), yang mana merupakan salah satu jenis terapi inovatif yang ia kembangkan. Terapi I-CBT ini merupakan modifikasi dari Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang berkembang dalam tradisi sains barat.