• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Keberagaman Merupakan Keniscayaan
Berita Kegiatan, Pilihan

Keberagaman Merupakan Keniscayaan

Pada hakikatnya keberagaman adalah konsep tuhan dalam misteri penciptaan alam semesta ini. Bahwa tidak ada satu ciptaannya yang identik sama, pastilah ada banyak perbedaan meski sekilas nampak sama. Dalam hal ini, sangatlah jelas bahwa keberagaman merupakan realita yang terjadi atas kehendak Sang Adi Kodrati.

Demikian dikemukakan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada penyelenggaraan Dialog Kebangsaan dengan tema ‘Merawat Persatuan, Menghargai Keberagaman’, Selasa (14/01)  di Auditorium Prof. K.H. Abdulkahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Jl. Kaliurang Km. 14,5 Sleman.

Sultan menuturkan, jikalau ada yang menentang realitas keberagaman, sesungguhnya ia sedang melawan kehendak Allah SWT. Saat kita membicarakan sebuah negara, maka keberagaman adalah sebuah keniscayaan yang seharusnya kita hargai dan kita syukuri. “Bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar dengan keniscayaan keberagaman sebagai kekayaan,” terangnya.

Merawat persatuan mengandung makna proaktif melakukan upaya serta menjaga agar lestari, tetap sehat sehingga rasa persatuan kita terus tumbuh dan berkembang. Dalam paparan pidato kunci, Sultan menegaskan alangkah eloknya jika keberagaman terjalin dalam serat-serat yang saling menguatkan. Dalam konteks relasi ataragama dan antaretnis kita juga bisa mengeratkan hubungan Islam-Kristen dan Melayu-China.

“Dengan demikian suatu resiprokalitas keberagaman yang kaya akan tercipta. Sehingga kita bukan hanya hidup lebih rukun dengan kepekaan akan hak kewajiban individual sosial yang lebih tinggi. Tetapi dalam konteks keberagaman, kita juga sanggup melaksanakan rencana-rencana pembangunan dengan sesedikit mungkin distorsi, saling curiga dan kesalahmengertian,” paparnya.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U. menyampaiakan bahwa tugas bangsa indonesia adalah menjaga keutuhan bangsa, serta mengakui fakta bahwa indonesia sangat beragam. Mulai dari 1360 suku, 726 bahasa, 17.504 pulau, hingga beragamnya agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. “Dan tugas pemerintah menjaga kebersatuan itu, dengan cara diatur dalam undang-undang. Negara ini harus dijauhkan dari perpecahan, misalnya paham radikal harus ditangkal,” pesannya.

Prof. Mahfud MD yang juga sebagai Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, menegaskan bahwa radikal memiliki arti yang luas, ada yang baik ada yang buruk. Menurutnya paham radikal adalah cara menyelesaikan sesuatu dengan mendasar, sehingga menemukan solusi. “Namun ada arti radikal yang jelek, yaitu selalu menganggap orang lain salah, ingin mengubah suatu sistem, yang sudah disepakati bersama-sama, mapan sebelumnya, dengan kekerasan,” tandasnya.

Sementara K.H. Mustofa Bisri, tokoh bangsa dan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, menyinggung anti keberagaman. Gus Mus biasa disebut mencontohkan salah satu pembina pramuka di Yogyakarta yang mengajarkan yel-yel bagi peserta didiknya.

Menurut gus mus, sikap itu telah merendahkan keberagaman, menyakitkan dan menyalahi Islam sebagai agama Rahmatan lil’alamin. Selain itu, munculnya orang-orang yang cenderung mempermasalahkan hal sepele dalam ikhwal praktek agama. Gus Mus sangat menganjurkan untuk menghargai persatuan. “Artinya tuhan tidak menghendaki satu, keberagaman adalah salah satu keniscayaan, melawan ini, berarti melawan kehendak tuhan,” tandasnya. (D)

14 Januari 2020
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2020/01/Keberagaman-Merupakan-Keniscayaan-3.jpg 450 675 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2020-01-14 15:04:312020-01-14 15:12:45Keberagaman Merupakan Keniscayaan

Berita Terakhir

  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis
  • Tingkatkan Kualitas Riset, UII Gelar Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah
  • UII Inisiasi CDC Islamic Universities National Gathering, Bahas Masa Depan Karier Generasi Z
  • UII Dukung Penanganan Kenakalan Remaja di DIY

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Merawat Persatuan Menghargai Keberagaman Link to: Merawat Persatuan Menghargai Keberagaman Merawat Persatuan Menghargai Keberagaman Link to: UII, Kampus Sekaligus Rumah ke-2 bagi Mahasiswi Asal Thailand Link to: UII, Kampus Sekaligus Rumah ke-2 bagi Mahasiswi Asal Thailand UII, Kampus Sekaligus Rumah ke-2 bagi Mahasiswi Asal Thailand Scroll to top Scroll to top Scroll to top