Bertempat di Hotel Millenium Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggandeng 11 universitas swasta se-Indonesia untuk menyukseskan program yang bertajuk Digital Talent Scholarship (DTS).

UII terpilih menjadi salah satu penyedia pelatihan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang lebih siap menyambut era revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital. Pemilihan didasarkan pada posisi universitas swasta dalam klasterisasi atau pemeringkatan yang dilakukan oleh Kemenristekdikti.

Pelatihan yang diberikan beragam, mulai dari cybersecurity, cloud computing, artificial intelligence, Internet of Things, dan machine learning. Pelatihan ini akan diberikan oleh beberapa universitas yang ditunjuk oleh Kemenkominfo.

Basuki Yusuf Iskandar, Kapala Badan Litbang dan SDM Kemenkominfo dalam sambutan mengawali penandatangan Memorandum of Understanding dan Perjanjian Kerja Sama menyatakan bahwa masa depan membutuhan keahliah baru. Sebanyak 65% siswa sekolah dasar sekarang, ketika memasuki dunia kerja, akan menggeluti pekerjaan yang saat ini belum ada.

Basuki juga mengutip hasil survei oleh Capgemini, yang mengindikasikan disparitas antara keahlian yang dimiliki tenaga kerja dan kebutuhan industri. Disparitas terjadi diberagam keahlian, mulai dari cyber security, cloud computing, sampai dengan user interface design.

“Kita bersyukur, UII dipercaya oleh Kememkominfo untuk terlibat dalam kegiatan Digital Talent Scholarship. Ini kepercayaan yang harus dijaga,” ungkap Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., Rektor UII ketika hadir dalam penandatangan MoU.

Fathul Wahid menambahkan, UII terlibat dalam skema fresh graduate academy, yang secara nasional akan memberikan pelatihan kepada 6000 peserta.

Sementara Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII ketika dimintai keterangan menuturkan, pihaknya (FTI-red) sudah melakukan pembahasan anggaran. “Insyallah program ini akan dikawal oleh Jurusan Teknik Informatika,” ujarnya.