Menuntut ilmu di negara lain yang mempunyai kualitas pendidikan lebih baik nampaknya menjadi pilihan menarik bagi banyak mahasiswa. Terlebih kesempatan menuntut ilmu di luar negeri juga semakin terbuka bagi mahasiswa. Dalam mendapatkan sebuah kesempatan tersebut harus melalui beberapa tahap dan persaingan yang tidak mudah.
Maka dari itu, Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menggelar diskusi dengan tema “Kiat Jitu Mendapatkan Sekolah di Luar Negeri dan Beasiswa” yang diselenggarakan di Ruang Audiovisual Gedung KH. Mas Mansyur FTI UII pada Selasa (10/7). Diskusi tersebut diisi oleh Rifa Atul Izza Asyari yang merupakan alumni Teknik Elektro UII tahun 2012 dan saat ini sedang mendapatkan beasiswa di National Sun Yat-Sen University Taiwan sejak tahun 2017 lalu.

Sebelum memulai diskusinya, Rifa mengatakan yang membedakan Indonesia dengan negara lain yang sudah maju adalah masyarakatnya. Mayoritas masyarakat Indonesia tidak tertarik dengan pendidikan sehingga minat terhadap pendidikan masih dalam tahap rendah. Sedangkan masyarakat di negara maju mengedepankan pendidikannya. Sehingga masyarakat di negara maju tersebut mempunyai pemikiran yang lebih maju dalam menghadapi fenomena perpindahan penduduk dan persaingan dengan masyarakat internasional yang saat ini perpindahannya semakin mudah.

“Kalau berbicara mengenai belajar di luar negeri perlu dikaitkan dengan sebuah rencana di masa depan. Baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Cara membuat rencana masa depan bisa dilakukan dengan cara membuat target yang harus dicapai dalam hidup. Serta bisa memanfaatkan sumber daya yang ada, dan juga sangat diperlukan membangun sebuah jaringan dengan banyak orang yang mempunyai pengaruh. Sehingga nantinya jaringan tersebut bisa membantu dan memudahkan tercapainya target yang telah dibuat.” Tutur Rifa.

Melanjutkan studi ke luar negeri menurutnya bisa menambah pengetahuan baru dan bisa melihat segala sesuatu dari persektif lainnya. Namun perlu diingat bahwasanya dalam menjalani studi di luar negeri tentu saja juga ada tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut antara lain, bahasa, budaya, sistem pendidikan, sosial-masyarakat, makanan, dan iklim yang berbeda. Serta biaya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan biaya di Indonesia.

Rifa juga menggarisbawahi bagaimana kiat-kiat untuk mendapatkan beasiswa, yaitu yang pertama harus mempunyai niat dan keinginan yang kuat. Tidak hanya itu saja, kita juga diharuskan untuk selalu mencari informasi mengenai beasiswa dari berbagai negara yang menyediakan beasiswa, antara lain, Jepang, Australia, Inggris, Amerika, New Zealand dan lain sebagainya.

Setelah itu kita juga harus menyiapkan segala dokumen yang diperlukan seperti prestasi akademik atau Indeks prestasi di atas 3.00 dan kemampuan bahasa atau TOEFL di atas 550. Selain hal-hal tersebut, juga dibutuhkan sebuah do’a yang senantiasa dipanjatkan.

Untuk belajar di luar negeri, seseorang memerlukan persiapan yang matang. Setelah bisa mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri, semua ilmu yang didapatkan tentu saja harus bisa dikembangkan dalam sebuah rencana masa depan. (RRA/ESP)