• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kisah Sukses Alumni UII, Bangun Bisnis Kuliner Sejak Lulus
Berita Kegiatan

Kisah Sukses Alumni UII, Bangun Bisnis Kuliner Sejak Lulus

Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama Universitas Islam Indonesia (IBISMA UII) mengadakan kegiatan Growth Talk Online “NgoBraS” bertemakan ”Terus Berbuat Kebaikan melalui Bisnis Kuliner”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/3) secara daring ini menghadirkan narasumber Owner PREKSU, Nasi Goreng TBK, dan Bakso Pa’jero, Ferry Atmaja. Ferry Atmaja merupakan lulusan Teknik Industri UII tahun 2011. Lewat wirausaha yang dirintisnya sejak kuliah, ia mampu membiayai hidupnya sendiri. 

“Saya memutuskan jualan produk orang, baju dan jaket. Sebelum berangkat kuliah saya ke kos teman-teman terlebih dahulu untuk menawarkan produk”, ungkapnya mengawali cerita. Menurutnya cara berjualannya tidak terlalu memakan waktu karena terbagi dengan kuliah, jadi ketika mahasiswa masih aktif dalam kuliah jangan membohongi diri sendiri. 

“Ketika kalian memang mampu dengan berwirausaha, ada yang memakan waktu dan ada juga yang tahapnya tidak memakan waktu, contohnya bisnis online. Jadi ketika mampu silahkan, tapi ketika tidak jangan membohongi dengan titip absen atau bolos kuliah”, pesannya.

Setelah menyelesaikan studi, Ferry bergabung dengan teman-teman yang memiliki kesamaan mindset. “Karena kalau kita mindsetnya bukan wirausaha itu susah dan tidak nyambung. Ketika kita bahas mau buka usaha dan jawabannya wah nanti kamu bangkrut dan lain-lain maka ujung-ujungnya tidak jadi. Jika bergabung dengan mindset wirausaha mereka akan saling support”, ujarnya. 

Berbekal restu dan izin orang tua, ia mulai merintis usaha kuliner di bidang minuman yakni Aneka Jus. Sayangnya, usaha pertamanya tidak berjalan mulus karena pada tahun 2012-2013, ia mengalami kebangkrutan bahkan sempat dijauhi sanak keluarga. Ia pun menginstrospeksi apa yang salah dari langkahnya.

“Niat saya dulu yang diperbaiki. Niat saya ada yang salah, saya melakukan ibadah untuk warung saya ramai. Dunia yang saya minta”, ujarnya. Niat beribadah diperbaiki dengan usaha yang dijadikan ladang ibadah. 

Empat Pilar Wirausahawan

Menurut Ferry, pengusaha itu memiliki 4 pilar yang harus dipahami, yaitu keuangan, operasional, SDM, dan marketing. Dulu ia tidak mempelajari hal tersebut. “Kebanyakan pengusaha pemula itu tidak menghitung hpp, padahal itu hal penting” ujarnya. Ketika bangkrut modalnya sudah tidak ada lagi. “Modal utama wirausaha itu sebenarnya bukan uang tetapi kemauan dan kemampuan. Ketika ada kemauan insyaAllah modal itu dapat. Buat proposal bisnis ajukan kepada investor dan membuat integritas terpercaya” jelasnya.

Ferry membuat proposal bisnis dan memperbaiki kesalahannya. Ia membaca market dan menentukan produk. “Saya sudah ada lokasi, market saya mahasiswa. Mahasiswa butuh apa? Butuh makanan yang murah, banyak, dan enak. Berarti saya harus bikin suatu produk yang murah, banyak, dan enak. Kuliner yang bertahan di Indonesia itu apa sih? Kuliner pedas yang selalu bertahan dan berinovasi” jelasnya. 

Akhirnya ia mendapatkan investor dari proposal bisnis dan memulai dari market dan ia juga belajar dari teman komunitasnya yang menjual ayam geprek. Ia memadukan ayam geprek dengan keju dan minum susu karena dapat menetralkan pedas lebih cepat.

Ketika kita membahas tentang berbuat kebaikan kita harus punya tujuan hidup dulu. Manusia yang paling baik di mata Allah itu adalah bermanfaat bagi orang banyak. Manfaat yang paling tinggi bukanlah sekedar materi, tetapi manfaat menuntun orang ke jalan hidayah. 

“Maka dari itu saya terapkan syariat islam di tempat saya untuk menuntun orang ke jalan yang baik. Kami terapkan sholat tepat waktu ke masjid bagi karyawan laki-laki. Berbuka puasa Senin dan Kamis gratis. Membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat juga dapat makan gratis. Karena kita ingin menuntun orang ke jalan hidayah dan mengenalkan sunnah kepada umat muslim” pungkasnya. (MD/ESP)

19 Maret 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/03/Terus-Berbuat-Kebaikan-melalui-Bisnis-Kuliner.jpg 450 782 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-03-19 10:47:592021-03-19 10:54:30Kisah Sukses Alumni UII, Bangun Bisnis Kuliner Sejak Lulus

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: Metode Critical Reading, Kunci Sukses Belajar Link to: Metode Critical Reading, Kunci Sukses Belajar Metode Critical Reading, Kunci Sukses Belajar Link to: Peran Apoteker dalam Menjaga Sensitivitas Etis Link to: Peran Apoteker dalam Menjaga Sensitivitas Etis MindsetPeran Apoteker dalam Menjaga Sensitivitas Etis Scroll to top Scroll to top Scroll to top