Penyalahgunaan narkoba di Indonesia tumbuh kian masif dan menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali para mahasiswa yang notabene merupakan insan terdidik. Badan Narkotika Nasional (BNN) di tahun 2018 mencatat sebanyak 2.287.492 jiwa pengguna narkoba berasal dari kalangan mahasiswa, jumlah ini meningkat dari sebelumnya di tahun 2017.

Satuan Tugas Gerakan Anti Narkoba Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa AUSHAF Universitas Islam Indonesia (PIK-M AUSHAF UII) yang berada di bawah naungan Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan pada tahun ini menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan Kongres dan Seminar Nasional Forum Nasional Mahasiswa Anti Penyalahgunaan Narkoba (FORNASMAPAN).

Ketua Pelaksana & Koordinator Pusat FORNASMAPAN, Fira Firdayanti mengatakan kegiatan kongres tersebut diselenggarakan sekali dalam setahun berdasarkan kesepakatan dari seluruh satuan tugas se-Indonesia. “Mahasiswa yang tergabung dalam satuan tugas anti penyalahgunaan narkoba seluruh Indonesia FORNASMAPAN berkomitmen turut berperan dalam hal pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa,” ungkapnya.

Disampaikan Fira Firdayanti peserta kongres dan seminar nasional FORNASMAPAN yang digelar pada 5-7 Maret 2020 di kampus UII dihadiri oleh perwakilan mahasiswa/i dari berbagai kampus di Indonesia, baik yang telah ataupun belum memiliki satuan tugas atau organisasi anti narkoba.

Sementara seminar nasional yang dihadiri tidak kurang dari 1000 mahasiswa dari berbagai universitas menghadirkan pembicara kunci Direktur Informasi dan Edukasi Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Brigjen. Pol. Drs. Purwo Cahyoko M.Si. dan Guru Besar Psikiatri dan Kepala Pusat Studi NAPZA UII, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Ph.D, Sp.KJ(K).

“Selain itu pada seminar nasional ini juga mengundang pembicara Kepala BNNP D.I. Yogyakarta, Brigjen. Pol. I Wayan Sugiri, SH., SIK., M.Si. dan Wirda Salamah Ulya yang merupakan penulis buku, YouTuber, selebgram serta Direktur Utama PT Wirdamae Grup Indonesia,” paparnya.

Fira Firdayanti menambahkan, FORNASMAPAN ingin mengajak seluruh mahasiswa se-Indonesia berperan aktif memberantas penyalahgunaan narkoba. Menurutnya sudah selayaknya mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa melaksanakan 4 peran penting yaitu Agent of Change, Social Control, Iron Stock dan Moral Force. “Mahasiswa tidak hanya sekadar menuntut ilmu dan mencari Indeks Prestasi (IP) tinggi, tetapi juga tidak melupakan perannya yang signifikan dalam membangun bangsa ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan Kongres dan Seminar Nasional diharapkan dapat meningkatkan peran mahasiswa mengurangi penyalahgunaan narkoba. “Selain itu juga sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta meningkatkan partisipasi mahasiswa seluruh Indonesia dalam bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba,” pungkas Fira Firdayanti.

Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya mengajak dan mendorong para mahasiswa untuk menjalani kehidupan dengan baik secara sejahtera, damai, dan bahagia. Hidup dengan baik dapat dicapai oleh setiap insan. Namun, pemuda memiliki kelebihan dibandingkan dengan orangtua.

Fathul Wahid menuturkan pemuda sebagai pemimpin masa depan memiliki empat modal dalam kehidupannya. Keempat modal tersebut yakni semangat, kemerdekaan, harapan tinggi, serta masa depan yang panjang dan cerah. Hal yang membuatnya fatal, apabila para pemuda salah dalam mengambil langkah. Kesalahan tersebut salah satunya dengan memilih mengonsumsi narkoba. “Apabila, hal tersebut terjadi maka dapat dimungkinkan keempat modal tersebut dapat hancur,” jelasnya.

“Narkoba akan merampas semangat dalam diri para pemuda, mengekang kemerdekaan dalam memilih dan menekuni suatu keterampilan, penghancur harapan di keluarga, masyarakat, dan bangsa serta penggelap masa depan”, imbuh Fathul Wahid yang juga berkesempatan membuka kongres dan seminar nasional FORNASMAPAN 2020 ditandai dengan pemukulan gong. (SF/RS)