• Admisi
  • UII Gateway
  • Email
  • Kontak
  • Bahasa Indonesia
  • English
Universitas Islam Indonesia
  • PENDIDIKAN
    • Program Pendidikan
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
    • Merdeka Belajar Kampus Merdeka
    • Informasi Beasiswa
    • Fasilitas Kampus
    • Jelajahi Yogyakarta
  • PENELITIAN
    • Pusat Studi & Laboratorium
    • Riset & Pengajaran
    • Portal Jurnal
    • Konferensi & Seminar
  • PENGABDIAN
    • Pengabdian & Dakwah
    • Lingkungan & Keberlanjutan
    • Simpul Tumbuh
    • Donasi UIIPeduli
  • INTERNASIONAL
    • International Admission
    • Kantor Urusan Internasional
    • Mobilitas Internasional
    • Program Gelar Ganda
    • Erasmus+ CBHE di UII
  • LAYANAN
    • Mahasiswa
    • Alumni
    • Kemitraan
    • Publik & Rekan Media
    • Paten & Hak Cipta
  • PROFIL
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Berita Kegiatan2 / Kuliah di UII, Investasi untuk Masa Depan
Berita Kegiatan, Pilihan

Kuliah di UII, Investasi untuk Masa Depan

Menimba ilmu di Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi momen penting dalam benak Adib Zaidani Abdurrohman, S.E., MDip.Trade. Alumni UII yang saat ini sebagai Perutusan Tetap Republik Indonesia New York Negosiator Pada Komite V PBB ini mengangap masa kuliahnya di UII sebagai aset dan sebuah investasi.

“Empat tahun belajar di UII adalah investasi bagi saya, seharusnya akan begitu pula bagi teman-teman. Setiap detiknya harus dinikmati dan setiap pelajaran yang diambil harus dijadikan sebagai aset karena itu adalah investasi masa depan,” ucap Adib Zaidani Abdurrohman saat mengawali materinya di Kuliah Perdana Mahasiswa Baru UII Program Diploma (D3) & Sarjana (S1) Tahun Akademik 2021/ 2022, pada Rabu (8/9).

Biarpun secara virtual, tak mengurangi rasa gembira Adib untuk bisa bertegur sapa dengan para mahasiswa baru dan sivitas akademika UII. Sebagai seorang alumni, ia menyampaikan enam poin/wejangan/pesan/amanat yang diharapkan akan menjadi titik terang bagi para mahasiswa baru dalam memulai bangku perkuliahan agar tidak kehilangan arah di tengah hiruk pikuk pandemi Covid-19.

Pertama, jangan lupa berkenalan dengan mimpi. Seringkali masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa membuat mereka lupa apa yang sebenarnya menjadi target. Adib memantik dengan mengenang perjalanan pertama kalinya ke luar negeri saat masih menjadi mahasiswa. Hal ini memberikan semangat untuk memiliki pengalaman melihat dunia yang lebih luas lagi. Ia mengajak mahasiswa untuk memulai mimpi dari keinginan sederhana lalu berkenalan dengan opsi, serta kemudian mengambil keputusan dan fokus dari berbagai opsi tersebut.

Kedua, tak dipungkiri dalam perjalanan menimba ilmu di perguruan tinggi, mahasiswa akan menghadapi berbagai macam tikungan, termasuk tanggung jawab yang besar atas kesempatan yang diperoleh. Komitmen untuk memecahkan masalah bisa dilakukan dengan menyelesaikan tugas yang diberikan dosen dengan sepenuh hati. Setiap ujian yang dihadapi akan menyelamatkan detik di masa depan.

Ketiga, memahami bahwa kerja kelompok itu aktivitas yg sangat dekat dengan dunia nyata. Khususnya dunia kerja, human relation skill menjadi hal fundamental dan bisa disimulasikan ketika bekerja kelompok di kampus. Bekerja dalam tim juga akan membuat mahasiswa mengenal berbagai macam karakter orang dan memanfaatkan momen tersebut untuk berlatih menjadi pemimpin mendelegasikan tugas untuk kepentingan bersama. Teknologi berkembang cepat setiap harinya namun life skill akan selalu sama, yaitu human skill, teamwork skill, dan attitude. Oleh karena itu Adib berpesan untuk serius dalam bekerja kelompok.

Keempat, gaining ability through mastery of utility. Era digitalisasi khususnya di masa pandemi menjadikan manusia sangat akrab dengan penggunaan teknologi, oleh karenanya menguasai software akan menjadi nilai plus bagi para perusahaan/ institusi. Hal-hal seperti kemampuan melakukan project management dengan aplikasi pendukung, ahli dalam menggunakan research software, atau mahir mengoperasikan aplikasi live meeting online menjadi sangat dibutuhkan. Tak hanya itu, ternyata mempunyai workflow yang terorganisir juga menjadi skill yang dapat dijual.

Kelima, membangun kepercayaan diri melalui kejujuran dan integritas. Adib menambahkan, bahwa kepercayaan diri tidak diperoleh instan, tetapi harus melewati proses yang tidak sebentar. Untuk membangunnya bisa dimulai dari selalu mengerjakan tugas dari dosen dengan jujur dengan cara tidak mencontek karena mencontek berarti meragukan kemampuan diri sendiri. Manusia yang memiliki integritas diri akan berinisiatif untuk maju dan berkontribusi dalam menyumbangkan pemikiran dalam menghadapi situasi krisis.

Keenam, yang menjadi aji pamungkas tidak lain adalah doa orang tua. Manusia acapkali hanya mengandalkan kemampuan semata tetapi nyatanya dunia ini bekerja tak jarang menghadirkan variabel kebetulan di luar logika. “Menurut saya, doa orang tua itu penepis nalar dan penuai keberuntungan,” tutur sang diplomat. Maka dari itu, birrul walidain, berbaktilah pada orang tua. Jika yang diinginkan tidak terkabulkan, sesungguhnya Allah memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya melalui ridho orang tua yang senantiasa mendoakan kebaikan untuk buah hatinya.

Mengakhiri pemaparannya, Adib mengucapkan selamat datang telah menjadi keluarga besar UII dan berharap para mahasiswa baru bisa ikut berkontribusi mengubah dunia menjadi tempat lebih baik untuk ditinggali berbekal etika dan nilai keislaman yang diajarkan di UII.

Selaku moderator, Beni Suranto menutup sesi kuliah umum dengan sebuah kutipan. “Orang yang miskin pengalaman harus sering membaca, orang yang tidak kuat membaca harus sering mendengar, orang yang hidup di tengah sunyinya informasi harus detil memperhatikan. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk tetap menjadi bodoh apalagi tidak bijak.” ungkapnya. (MRS/RS)

9 September 2021
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on WhatsApp
  • Share on LinkedIn
  • Share by Mail
https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/Adib-Zaidani-Abdurrohman-S.E.-MDip.Trade_..jpg 450 800 humas https://www.uii.ac.id/wp-content/uploads/2026/07/Logo-UII-Kuning.png humas2021-09-09 05:11:262021-09-09 05:11:26Kuliah di UII, Investasi untuk Masa Depan

Berita Terakhir

  • UII dan Unhan RI Perkuat Sinergi, Bahas Isu Maritim hingga Diplomasi Pertahanan
  • Sumpah Dokter ke-72 FK UII: Cetak 2.688 Alumni, Soroti Tantangan Pasien Berbekal AI hingga Peluang Bisnis Medis
  • UII dan Pemkot Pekalongan Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Pendidikan dan Pengembangan Daerah
  • UII dan Pemkab Bantul Perkuat Sinergi, Bahas Pengembangan RS UII hingga Peluang Program Beasiswa
  • UII dan Pemkab Ngawi Eksplorasi Kerja Sama Strategis

Gedung GBPH Prabuningrat (Rektorat)
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telepon: +62 274 898444
Faks: +62 274 898459
Email: info[at]uii.ac.id

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022.

© Hak Cipta 2025 - Universitas Islam Indonesia - Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten terakhir dimutakhirkan 25 Januari 2024
Link to: UII Menjadi Rumah Besar Anak Bangsa Link to: UII Menjadi Rumah Besar Anak Bangsa UII Menjadi Rumah Besar Anak Bangsa Link to: #SudahSaatnya Mendesain Masa Depan Link to: #SudahSaatnya Mendesain Masa Depan #SudahSaatnya Mendesain Masa Depan Scroll to top Scroll to top Scroll to top